Makin Tinggi RON BBM, Makin Lambat Terbakar: Ini Bikin Pertamax Series Lebih Menguntungkan

Makin Tinggi RON BBM, Makin Lambat Terbakar: Ini Bikin Pertamax Series Lebih Menguntungkan

Banyak pihak yang mengatakan bahwa baik dan buruknya kualitas bahan bakar minyak (BBM) untuk mesin bensin dapat dilihat dari indikator nilai oktan, atau yang lebih dikenal dengan Research Octane Number (RON). Semua BBM mesin bensin produksi Pertamina memiliki RON berbeda-beda, dari RON-88 hingga RON-100. Benarkah demikian?

Semakin tinggi nilai oktan (RON), maka BBM lebih lambat terbakar. Bahan bakar beroktan tinggi cocok digunakan  kendaraan yang memiliki rasio kompresi mesin tinggi, di atas rasio kompresi 9:1, seperti yang digunakan pada sepeda motor dan mobil keluaran terbaru. Penggunaan BBM oktan tinggi tidak meninggalkan residu pada mesin yang bisa mengganggu kinerjanya.

Pengamat otomotif, Anton Fiat mengatakan, para pengguna kendaraan bermotor produk terbaru disarankan memakai BBM dengan RON tinggi karena memberikan banyak manfaat. Bila kendaraan baru memakai BBM oktan tinggi ini, secara otomatis komponen kendaraan akan berumur panjang.

Kemudian, dari sisi tenaga atau power kendaraan lebih terjaga. Manfaat lain, jarak tempuh jadi kian jauh karena pembakaran mesin kendaraan lebih sempurna. “Selain memberikan kualitas yang terjaga, penggunaan BBM dengan RON 92 akan berdampak mesin yang lebih bagus dan terawat,” ujar Anton Fiat.

Menurut Anton, menggunakan BBM dengan Ron tinggi juga membuat kualitas mesin lebih terjaga. “Kalau kita lihat penggunaan BBM yang berkualitas maka, di seher tidak menimbulkan bekas seperti kerak,” jelas dia.

Selain tidak meninggalkan bekas kerak, BBM dengan kualitas tinggi seperti Pertamax, itu juga membuat performa kendaraan lebih enteng. Ini terjadi, karena ketika pembakaran, kerak-kerak sisa pembakaran tidak ada lagi, tidak seperti Premium, yang meninggalkan bekas di seher seperti berminyak.

Menurutnya BBM yang berkualitas tidak hanya memberikan performa yang lebih baik bagi mesin kendaraan, tapi juga berpengaruh bagi perbaikan lingkungan dengan kadar buang gas emisi yang lebih rendah.

“BBM gasoline dengan Research Octane Number (RON) tinggi maupun gasoil dengan Cetane Number (CN) tinggi menjadikan proses pembakaran di ruang mesin lebih sempurna, jadi kendaraan lebih awet dan bertenaga,” ucapnya.

Apakah ini berarti tiap mobil dan motor yang kita gunakan seharii-hari harus menggunakan bensin yang nilai oktannya semakin tinggi agar performanya semakin bagus? Tidak sepenuhnya benar. Ada kendaraan yang cukup optimal dengan bensin RON 90, ada yang akan optimal di besnin RON 98 seperti Pertamax Turbo. Bahkan sebenarnya ada yang optimalnya justru di Oktan 92 atau 95 saja. Kecocokan bensin itu tergantung dari Rasio Kompresi mesin kendaraan yang bersangkutan. Patokan kebutuhan bensin yang optimal pada kendaraan berbahan bakar bensin menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan Motor, dan Hi-Cester  :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio KOmpresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Berikut jenis BBM mesin bensisn beserta nilai oktan (RON),  seperti yang dilansir dari pertamina.com.

Pertmax Racing
Untuk bahan bakar bensin jenis ini, memiliki oktan minimal 100 yang khusus diperuntukkan bagi kendaraan balap dan kendaraan yang memiliki kompresi mesin lebih tinggi dari 13:1. Dengan nilai oktan tersebut, Pertamax Racing menjadikan mesin lebih stabil, responsive, dan daya tahan tinggi. Tidak heran jika bahan bakar ini diakui federasi balap internasional.

Pertamax Turbo
Bahan bakar ini dirancang untuk kendaraan yang memiliki persyaratan mesin yang berteknologi tinggi. Dalam pembuatannya, Pertamina mengembangkan bahan bakar ini bersama dengan Lamborghini. Pertamax turbo dikembangkan dengan formula yang disebut Ignition Boost Formula (IBF) dengan angka oktan 98, dan kadar sulfur rendah sehingga tidak merusak kualitas udara di sekitar.

Pertamax Turbo sangat cocok diogunakan dengan kendaraan dengan Rasio Kompresi mesinnya berada dalam range 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1,

Pertamax
Bahan bakar Pertamax bisa membuat mesin lebih bersih, menjaga kemurnian bahan bakar, memiliki pelindung anti karat, dan memiliki saluran bahan bakar dan ruang bakar pada mesin. Hal ini dikarenkan Pertamax memiliki”Ecosave Technology. Pertamax memiliki angka oktan minimal 92 berstandar international. Pertamax akan sangat optimal digunakan pada kendaraan dengan rasio kompresi mesin 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1

Pertalite
Bahan bakar Pertalite memiliki angka oktan 90 yang lebih tinggi daripada bahan bakar Premium. Bahan bakar ini memiliki karakter bewarna hijau terang dan jernih ini sangat tepat digunakan oleh kendaraan dengan kompresi  8,6 : 1 s/d  9,0 : 1

Premium
Bahan bakar ini diproduksi sesuai dengan Keputusan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Np.3674/K24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006. Premium merupakan bahan bakar mesin bensin dengan angka oktan minimal 88. Premium dapat digunakan pada kendaraan bermotor bensin dengan risiko kompresi rendah (dibawah 9:1). Saat ini, sebagian besar SPBU tidak lagi menjual bahan bakar jenis premium ini.

Semua Motor Produk Yamaha Tak Direkomendasikan Pakai BBM Premium

Semua Motor Produk Yamaha Tak Direkomendasikan Pakai BBM Premium

Sepeda motor produksi Yamaha yang masih dipasarkan dealer resminya, ternyata tidak ada yang direkomendasikan menggunakan bahan bakar bakar (BBM) jenis Premium. Jenis BBM termuarah yang direkoemndasikan untuk sepeda motor Yamaha adalah BBM Pertalite RON90. Selebihnya direkomendasikan menggunakan BBM Pertamax RON92 dan Pertamax Turbo RON98. Namun ada juga sepeda motor yang disarakan menggunakan BBM jenis Pertamax Plus.

Dalam memilih bahan bakar bakar (BBM) untuk sepeda motor disarankan sesuai dengan spesidikasi mesin motornya. Sementara dari sekian banyak jenis sepeda motor, juga memliki spesidikasi mesin yang berbeda pula. Keragaman spesidikasi mesin ini terdapat dalam sepeda motor produksi Honda, Yamaha, Kawasaki dan pabrikan lainnya.

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam memilih BBM adalah memperhatikan rasio kompresi dari mesin motor. Data ini dapat dilihat dari spesifikasi teknik yang diberikan pabrikan sepeda motor. Makin tinggi rasio kompresi yang dimiliki mesin akan membutuhkan bahan bakar yang memiliki RON tinggi pula.

Bahan bakar yang bagus punya angka oktan yang tinggi. BBM dengan angka oktan tinggi akan mampu menahan kompresi tinggi sehingga tidak terjadi detonasi atau ngelitik. Jika detonasi atau ngelitik dibiarkan akan membuat mesin mudah rusak dan power mesin jadi kecil.

Bila melihat spesifikasi BBM produksi PT. Pertamina dalam laman pertamina.com, semua jenis sepeda motor produksi Yamaha yang masih diedarkan di dealer resmi ternyata sudah tidak ada yang direkoendasikan memakai BBM jenis Premium dengan RON88. Yamaha NMAX.misalnya, direkomendasikan menggunakan bensin jenis Pertamax. Soalnya, dari spesifikasi teknik Yamaha NMAX memiliki rasio kompresi 10,5 : 1.

Dari web Pertamina.com dijelaskan, Pertamax merupakan bahan bakar bensin dengan angka oktan minimal 92 berstandar international. Pertamax sangat direkomendasikan untuk digunakan pada kendaraan yang memiliki kompresi rasio 10:1 hingga 11:1 atau kendaraan berbahan bakar bensin yang menggunakan teknologi setara dengan Electronic Fuel Injection (EFI).

Bagaimana sih hubungan Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin? Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan Motor, Hi-Cester, RPM Nasa, Bio1 Racing :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Daftar Jenis Motor Yamaha dan Rekoemndasi Jenis BBM

  • Yamaha FreeGo, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha Mio S Smart, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha All New X-Ride 125, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha Mio M3 125, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha New Fino Grande 125, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha Soul GT 125, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha New Byson, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha Lexi, rasio kompresi 11,2±0,4 : 1, Pertamax Turbo
  • Yamaha Aerox 155 VVA, rasio kompresi 10,5 ± 0,4 : 1, Pertamax RON 95
  • Yamaha XMAX, rasio kompresi 10,5±0,4 : 1, Pertamax RON 95
  • Yamaha TMAX, rasio kompresi 10,9 : 1, RON 97
  • Yamaha ALL NEW V-ixion, rasio kompresi 10,4 : 1, RON 95
  • Yamaha Xabre, rasio kompresi 10,4 : 1, RON 95
  • Yamaha MT-150, rasio kompresi 11,6 : 1, Pertamax Turbo
  • Yamaha MT-25, rasio kompresi 11,6 : 1, Pertamax Turbo
  • Yamaha All New R15, rasio kompresi 11,6 : 1, Pertamax Turbo
  • Yamaha R25, rasio kompresi 11,6 : 1, Pertamax Turbo
Mobil LCGC Seharusnya Diisi Bensin Beroktan Tinggi

Mobil LCGC Seharusnya Diisi Bensin Beroktan Tinggi

Mobil murah ramah lingkungan atau LCGC, pertama kali diciptakan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan dengan harga yang terjangkau namun memiliki emisi rendah. Itulah sebabnya kenapa para pabrikan pun merekomendasikan bensin yang lebih bersih, seperti bensin dengan nilai RON 92 seperti Pertamax atau Shell Super sebagai batas minimal untuk mobil LCGC mereka. 

Banyak masyarakat yang belum paham bahwa kebutuhan bensin kendaraan itu sangat tergantung pada Rasio Kompresi Mesin kendaraan tersebut, dengan aturan :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d 9,3 : 1, RON 90
  • Rasio Kompresi 9,4 : 1 s/d 10,0 : 1, RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, RON 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,1 : 1, RON 100

Apa sih sebanya mobil-mobil LCGC butuh bensin beroktan tinggi? Mobil-mobil tersebut didesain dengan Rasio Kompresi mesin yang tinggi, sebagai ilustrasi :

  • Avanza / Xenia, Rasio Konmpresi 11,0 : 1, idealnya diisi bensin ROn 97
  • Toyota Calya, Rasio Kompresi 11,5 : 1, idelanya diisi Pertamax Turbo
  • Toyota Agya, Rasio Kompresi 10,3 : 1, idealnya diisi bensin RON 95. Jenis bensin ini saat ini tidak tersedia di SPBU Pertamina, tapi ada di SPBU Shell dengan nama Shell V-Power

Namun nyatanya, masih banyak pengguna LCGC yang mengisi mobil mereka dengan bensin yang lebih terjangkau seperti bensin dengan Premium (RON 88) atau Pertalite (RON 91). Banderol Pertamax yang dirasa terlampau mahal menjadi alasan mereka tidak mentaati anjuran yang ditetapkan oleh para pabrikan. Penggunaan bensin yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan dapat menimbulkan efek yang kurang baik pada mesin kendaraan dalam pemakaian jangka panjang.

Performa mesin akan menurun dan emisi gas buang memburuk, dalam jangka panjang juga dapat membuat usia mesin menjadi pendek karena adanya kerusakan komponen, .

Tulisan rekomendasi oktan bensin minimal yang ada di belakang salah satu kendaraan LCGC, Toyota Calya.

Mobil murah ramah lingkungan atau LCGC, pertama kali diciptakan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan dengan harga yang terjangkau namun memiliki emisi rendah.

Oleh karena itu para pabrikan pun merekomendasikan bensin yang lebih bersih, seperti bensin dengan nilai RON 92 seperti Pertamax sebagai batas minimal untuk mobil LCGC mereka.

Namun nyatanya, masih banyak pengguna LCGC yang mengisi mobil mereka dengan bensin yang lebih terjangkau seperti bensin dengan Premium (RON 88) atau Pertalite (RON 91). Banderol Pertamax yang dirasa terlampau mahal menjadi alasan mereka tidak mentaati anjuran yang ditetapkan oleh para pabrikan.

Alternatif Solusi Masalah Ini :

Tambahkan Hi-Octan Tablet pada bensin Pertalite Anda!

 

Apa bedanya Hi-Octan Motor dengan Hi-Octan Mobil?

Apa bedanya Hi-Octan Motor dengan Hi-Octan Mobil?

Saat ini ada dua jenis produk Hi-Octan tablet yang beredar di pasaran, Hi-Octan Mobil dan Hi-Octan Motor. Kedua produk ini memang belum lama di-launching. Saat pertama kali dikenalkan ke publik, Hi-Octan baru beredar dalam bentuk cair. Awalnya, Hi-Octan tablet dibuat berdasarkan pesanan khusus dari beberapa distributor dengan branding khusus, antara lain : Racing Power Machine, Bio1 Racing, MICS1 Racing, Euro Max, Go Green Octane.

Produk-produk tersebut bekerja dengan optimal saat digunakan dengan dosis yang tepat. Pada umumnya optimal di mobil-mobil keluaran terbaru dengan dosis umum  tablet untuk 4 liter. Namun, untuk pemilik sepeda motor jenis bebek dan matic, ternyata banyak yang kelebihan dosis. Masalahnya, para penjual nya sendiri banyak yang gak paham dosis. Darimana penulis tahu penjualnya banyak yang gak paham dosis? Dari iklan iklan yg beredar di marketplace facebook dan ngobrol dengan member member NASA dan Bioesa. 

Kenapa? Karena 1 tabletya didesain untuk 4 liter bensin tiap kenaikan 5 RON. Sedangkan motor bebek dan matic rata-rata ukuran kapasitas tangkinya cuma sekitar 3 liter kurang. Kebanyakan mereka, tiap isi bensin di SPBU, menganggarkan Rp. 20.000,-.  Dulu saat bensin Premium RON 88 masih dijual, masalah kelebihan dosis ini belum terlalu terasa. 

Bagaimana sih hubungan Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin? Menurut penelitian  Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan, korelasi  antara rasio kompresi mesin dengan kebutuhan bensin adalah sebagai berikut :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio KOmpresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Hi Octan motor didesain untuk isi bensin 2 hingga 4 liter bensin. Jika digunakan pada 2 liter bensin, terjadi kenaikan 5 RON. Jika dicampur dengan 4 liter bensin, naiknya sekitar 2,5 RON. Sebagai ilustrasi contoh pemakaian :

  • Suzuki Smash Titan, Rasio Kompresi 9,5 : 1, kebutuhan bensin RON 92. Beli bensin Pertalite seharga 25Rb Rupiah, dengan harga Rp. 7650,- per liter, dapatnya sekitar 3,2 hingga 3,3 liter.  Dengan penambahan 1 tablet Hi-Octan motor, didapat kenaikan oktan sebesar 4/3,3 x 2 = 2,4 RON. 
  • Honda Beat, Rasio Kompresi 9,2 L 1, kebutuhan bensin RON 92
  • Honda Beat Street dan Honda BeAT FI eSP, rasio kompresi 10,0 : 1. Kebutuhan bensin sudah mendekati RON 95

Hi Octan mobil didesain untuk 5 hingga 10 liter per isi bensin. 

Kenapa Hi Octan motor dibuat? Sesuai dengan update data terakhir di lapangan. Saat ini bensin Premium RON 88 udah gak ada di SPBU. Seandainya motor bebek dan matic masih diisi bensin Premiun RON 88, kelebihan dosis yang terjadi tidak akan separah ini. Saya sebagai pemakai paham betul, rata rata pemakai motor bebek dan matic isi bensinnya kurang dari 25rb rupiah, kecuali motor vario yang ukuran tangki bensinnya lebih gede. 

Apakah Hi Octan mobil bisa dipakai di motor? Jawabannya bisa,  asalkan kapasitas tangki bensin motornya gede, sekali isi bisa 5 liter atau lebih. Ilustrasi pemakaikan Hi-Octan Mobil di motor :

  • Honda Vario, Rasio Kompresi 11,0 : 1, kebutuhan bensin RON 97, 1 tablet Hi-Octan tablet untuk 3 liter Pertalite atau 1 1 tablet Hi-Octan Motor untuk 1,5 hingga 2 liter Pertalite
  • Yamah Yupiter MX, Kebutuhan bensin RON 97, 1 tablet Hi-Octan tablet untuk 3 liter Pertalite atau 1 1 tablet Hi-Octan Motor untuk 1,5 hingga 2 liter Pertalite
  • Suzuki Satria, Kebutuhan bensin RON 97 : 1 tablet Hi-Octan tablet untuk 3 liter Pertalite atau 1 1 tablet Hi-Octan Motor untuk 1,5 hingga 2 liter Pertalite

Untuk bebek dan matic seperti Honda Beat yg tiap isi bensin mentok di 2,5 liter, Hi Octan mobil jadi overdosis, hasilnya gak enak, gak optimal, gak bakal dapat iritnya.  Itu sebabnya CV Energi Selaras Alam mengeluarkan varian baru produk Hi-Octan khusus sepeda motor dengan ukuran tablet lebih kecil yang lebih sesuai untuk Sepeda Motor.