Apa Sih Hubungan Rasio Kompresi Mesin Dengan Anjuran Oktan BBM

Apa Sih Hubungan Rasio Kompresi Mesin Dengan Anjuran Oktan BBM

Tentu ketika Anda membeli sebuah mobil, salah satu variabel yang menjadi anjuran pabrikan dalam penggunaan adalah bahan bakar dengan oktan tertentu. Kebanyakan mobil yang diproduksi saat ini dianjurkan untuk menggunakan bahan bakar 92, bahkan kerap kali pabrikan harus membubuhi sticker untuk mengingatkan pemiliknya. Mobil sport atau mobil dengan turbo, bahkan meminta oktan lebih tinggi sehingga Anda disarankan untuk membeli bahan bakar termahal dengan angka oktan 95 atau 98.

Rasio kompresi mesin, adalah salah satu alasan pabrikan mengeluarkan angka anjuran oktan BBM tersebut.

Memang kenyataannya, mobil seperti Toyota Calya dan Sigra yang dianjurkan untuk menggunakan bahan bakar beroktan 92 memiliki kompresi mesin yang tinggi.

“Kebanyakan mobil saat ini memang high compression, karena mesin dengan kompresi tinggi memiliki efisiensi pembakaran yang lebih baik. Toyota Calya itu rasio kompresinya 11,5:1.. Lalu, mengapa semakin tinggi kompresi mesin sebuah mobil, anjuran oktan bahan bakar dari pabrikan juga lebih tinggi?

Yang pertama kita harus pahami adalah, bagaimana mesin bakar dalam mobil bekerja. Kebanyakan mesin mobil saat ini adalah mesin 4-stroke (langkah) atau 4-tak yang istilahnya lebih populer digunakan pada sepeda motor.

Setiap langkah adalah compression stroke di mana ruang silinder mesin akan terisi penuh oleh bensin dan udara yang terkompresi atau tertekan ke volume ruang bakar yang lebih kecil sebelum terbakar oleh busi.

Rasio kompresi adalah perbandingan antara volume total ruang silinder dengan volume ruang bakar.

Volume total, adalah besar volume mesin saat piston berada di TMB (titik mati bawah) ditambah dengan volume ruang bakar.

Sementara volume ruang bakar, adalah ruang yang tersisa didalam silinder mesin ketika piston tepat berada di TMA (titik mati atas).

“Ibaratkan silinder mesin volumenya 200 cc. Ketika piston turun ruang silinder dapat menghisap 200 cc campuran bensin dan udara. Saat piston di TMA, campuran tersebut akan memadat. Jika volume kepadatan itu 20 cc, berarti rasionya 10:1,” 

Semakin tinggi kompresinya, artinya tekanan dalam ruang bakar semakin besar.

Apa kaitannya dengan anjuran bahan bakar dari pabrikan?

“Nah, dalam keadaan normal. Bensin dan udara yang terkompresi itu akan dibakar oleh busi di TMA. Tetapi, ada keadaan di mana campuran tersebut meledak terlebih dahulu sebelum terbakar oleh busi. Itu yang disebut detonasi dan terjadilah knocking,” 

Nilai Oktan adalah nilai kekuatan bahan bakar terhadap tekanan sebelum terbakar dengan sendirinya. Semakin besar nilai oktan pada bahan bakar, maka semakin tinggi pula tekanan udara yang mampu ditahan. Karena itu, semakin tinggi kompresi mesin atau tekanan dalam ruang bakar, dibutuhkan bahan bakar yang memiliki performa ketahanan lebih baik alias beroktan tinggi. Artinya, anjuran oktan pada bahan bakar bukan cuma sekadar angka.

Menggunakan bahan bakar oktan rendah seperti Premium pada mobil modern dengan kompresi tinggi dapat menyebabkan detonasi. Detonasi akan menimbulkan gejala knocking atau ngelitik yang berisiko merusak mesin mobil.

Bagaimana sih hubungan Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin? Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan MotorHi-CesterRPM Nasa, Bio1 Racing :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Bagaimana cara mengetahui nilai Rasio Kompresi dari mobil dan motor yang kita pakai sehari-hari? Mudah sekali, tinggal buka Google saja, ketikan di mesin pencarian. Nanti ketemu nilainya dech. Setelah ketemu, gunakan pedoman di atas untuk mengetahui bensin apa yang sesuai dengan mobil dan motor kamu.  Contohnya :

Apa bedanya Hi-Octan Motor dengan Hi-Octan Mobil?

Apa bedanya Hi-Octan Motor dengan Hi-Octan Mobil?

Saat ini ada dua jenis produk Hi-Octan tablet yang beredar di pasaran, Hi-Octan Mobil dan Hi-Octan Motor. Kedua produk ini memang belum lama di-launching. Saat pertama kali dikenalkan ke publik, Hi-Octan baru beredar dalam bentuk cair. Awalnya, Hi-Octan tablet dibuat berdasarkan pesanan khusus dari beberapa distributor dengan branding khusus, antara lain : Racing Power Machine, Bio1 Racing, MICS1 Racing, Euro Max, Go Green Octane.

Produk-produk tersebut bekerja dengan optimal saat digunakan dengan dosis yang tepat. Pada umumnya optimal di mobil-mobil keluaran terbaru dengan dosis umum  tablet untuk 4 liter. Namun, untuk pemilik sepeda motor jenis bebek dan matic, ternyata banyak yang kelebihan dosis. Masalahnya, para penjual nya sendiri banyak yang gak paham dosis. Darimana penulis tahu penjualnya banyak yang gak paham dosis? Dari iklan iklan yg beredar di marketplace facebook dan ngobrol dengan member member NASA dan Bioesa. 

Kenapa? Karena 1 tabletya didesain untuk 4 liter bensin tiap kenaikan 5 RON. Sedangkan motor bebek dan matic rata-rata ukuran kapasitas tangkinya cuma sekitar 3 liter kurang. Kebanyakan mereka, tiap isi bensin di SPBU, menganggarkan Rp. 20.000,-.  Dulu saat bensin Premium RON 88 masih dijual, masalah kelebihan dosis ini belum terlalu terasa. 

Bagaimana sih hubungan Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin? Menurut penelitian  Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan, korelasi  antara rasio kompresi mesin dengan kebutuhan bensin adalah sebagai berikut :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio KOmpresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Hi Octan motor didesain untuk isi bensin 2 hingga 4 liter bensin. Jika digunakan pada 2 liter bensin, terjadi kenaikan 5 RON. Jika dicampur dengan 4 liter bensin, naiknya sekitar 2,5 RON. Sebagai ilustrasi contoh pemakaian :

  • Suzuki Smash Titan, Rasio Kompresi 9,5 : 1, kebutuhan bensin RON 92. Beli bensin Pertalite seharga 25Rb Rupiah, dengan harga Rp. 7650,- per liter, dapatnya sekitar 3,2 hingga 3,3 liter.  Dengan penambahan 1 tablet Hi-Octan motor, didapat kenaikan oktan sebesar 4/3,3 x 2 = 2,4 RON. 
  • Honda Beat, Rasio Kompresi 9,2 L 1, kebutuhan bensin RON 92
  • Honda Beat Street dan Honda BeAT FI eSP, rasio kompresi 10,0 : 1. Kebutuhan bensin sudah mendekati RON 95

Hi Octan mobil didesain untuk 5 hingga 10 liter per isi bensin. 

Kenapa Hi Octan motor dibuat? Sesuai dengan update data terakhir di lapangan. Saat ini bensin Premium RON 88 udah gak ada di SPBU. Seandainya motor bebek dan matic masih diisi bensin Premiun RON 88, kelebihan dosis yang terjadi tidak akan separah ini. Saya sebagai pemakai paham betul, rata rata pemakai motor bebek dan matic isi bensinnya kurang dari 25rb rupiah, kecuali motor vario yang ukuran tangki bensinnya lebih gede. 

Apakah Hi Octan mobil bisa dipakai di motor? Jawabannya bisa,  asalkan kapasitas tangki bensin motornya gede, sekali isi bisa 5 liter atau lebih. Ilustrasi pemakaikan Hi-Octan Mobil di motor :

  • Honda Vario, Rasio Kompresi 11,0 : 1, kebutuhan bensin RON 97, 1 tablet Hi-Octan tablet untuk 3 liter Pertalite atau 1 1 tablet Hi-Octan Motor untuk 1,5 hingga 2 liter Pertalite
  • Yamah Yupiter MX, Kebutuhan bensin RON 97, 1 tablet Hi-Octan tablet untuk 3 liter Pertalite atau 1 1 tablet Hi-Octan Motor untuk 1,5 hingga 2 liter Pertalite
  • Suzuki Satria, Kebutuhan bensin RON 97 : 1 tablet Hi-Octan tablet untuk 3 liter Pertalite atau 1 1 tablet Hi-Octan Motor untuk 1,5 hingga 2 liter Pertalite

Untuk bebek dan matic seperti Honda Beat yg tiap isi bensin mentok di 2,5 liter, Hi Octan mobil jadi overdosis, hasilnya gak enak, gak optimal, gak bakal dapat iritnya.  Itu sebabnya CV Energi Selaras Alam mengeluarkan varian baru produk Hi-Octan khusus sepeda motor dengan ukuran tablet lebih kecil yang lebih sesuai untuk Sepeda Motor.