Solusi Penghemat BBM: Tips Efektif untuk Mengoptimalkan Konsumsi Bahan Bakar

Dalam era di mana harga bahan bakar semakin meningkat, mencari cara untuk menghemat konsumsi bahan bakar menjadi penting bagi pemilik kendaraan. Berikut ini adalah beberapa tips efektif yang dapat membantu Anda mengoptimalkan penggunaan bahan bakar dan menghemat pengeluaran.

  1. Isi Tekanan Angin Ban dengan Baik
    Pastikan untuk memeriksa dan mengisi tekanan angin ban secara teratur. Ban yang tidak memiliki tekanan yang tepat dapat menyebabkan peningkatan gesekan dengan jalan, sehingga mengurangi efisiensi bahan bakar. Periksa tekanan angin sesuai dengan rekomendasi pabrikan dan pastikan ban Anda selalu dalam kondisi optimal.
  2. Lakukan Servis Mobil Secara Berkala
    Melakukan servis mobil secara berkala sangat penting untuk menjaga kinerja mesin yang optimal. Pastikan untuk mengganti oli mesin, filter udara, dan filter bahan bakar sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Mesin yang terawat dengan baik akan berjalan lebih efisien dan menghasilkan konsumsi bahan bakar yang lebih baik.
  3. Lakukan Pembersihan Filter Secara Rutin
    Filter udara dan filter bahan bakar yang kotor dapat menghambat aliran udara dan bahan bakar yang masuk ke mesin. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kinerja mesin dan peningkatan konsumsi bahan bakar. Pastikan untuk membersihkan atau mengganti filter secara teratur sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
  4. Jangan Menggunakan AC Ketika Macet
    Penggunaan AC dalam kondisi macet dapat meningkatkan beban pada mesin dan mengurangi efisiensi bahan bakar. Saat dalam kondisi macet, coba matikan AC dan buka jendela untuk sirkulasi udara yang lebih baik. Namun, jika Anda berada di jalan tol atau dalam kecepatan tinggi, menggunakan AC dalam mode ekonomi tetap lebih efisien daripada membuka jendela.
  5. Isi Bensin dengan Nilai Oktan yang Sesuai
    Pastikan untuk mengisi bensin dengan nilai oktan yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraan Anda. Menggunakan bensin dengan oktan yang lebih tinggi daripada yang dianjurkan tidak akan memberikan manfaat tambahan pada performa mesin, namun hanya akan membuang-buang uang.

Menerapkan tips-tips di atas dapat membantu Anda menghemat penggunaan bahan bakar dan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu. Selain itu, mempraktikkan gaya berkendara yang lebih efisien, seperti menghindari akselerasi dan pengereman yang tiba-tiba, juga dapat membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Ingatlah bahwa penghematan bahan bakar adalah usaha yang berkelanjutan. Dengan menjaga kendaraan Anda dalam kondisi baik dan mengadopsi kebiasaan berkendara yang efisien, Anda dapat mengurangi pengeluaran dan memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan.

Hi-Octan Tablet Mobil

Hi-Octan Tablet Mobil

Apakah semua pemilik kendaraan membutuhkan produk HI-OCTAN? Jawabannya bisa iya bisa tidak. HI-OCTAN dibutuhkan selama kita masih mengisi kendaraan kita yang seharusnya diisi dengan bensin Pertamax, Pertamax Plus atau Pertamax Turbo dengan bensin Pertalite.

Untuk meningkatkan efisiensi dan perfoma kendaraan, mobil-mobil Jaman Now didesain dengan Rasio Kompresi Mesinnya. Sebagai konsekuensinya, bensin yang digunakan haruslah bernilai oktan tinggi, minimal beroktan 92, dalam hal ini, Pertamax atau Shell Super. Ada juga yang idealnya malah diisi bensin beroktan 95, bahkan 98. Ini bukan cuma berlaku untuk mobil mewah, mobil kelas LCGC pun Rasio Kompresi Mesinnyatinggi-tinggi.  Pabrikan mobil LCGC tmenyarankan agar mobil-mobilnya diisi bensin dengan RON 92 ke atas.  sedangkan rata-rata orang masih memilih menggunakan bensin Pertalite RON 90 dengan alasan harga yang lebih ramah di dompet.

Terus darimana kita tahu mobil kita butuhnya Pertamax, Pertamax Plus, atau bahkan Pertamax 98? Dari korelasi antara Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin kendaraan. Semakin tinggi rasio kompresinya, semakin tinggi pula nilai oktan bensin yang dibutuhkan kendaraan. Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan MotorHi-CesterRPM Nasa, Bio1 Racing :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Mobil apa saja sih yang butuh bensin RON 95 ke atas? Mobil dengan rasio kompresi mesin di atas 10,0 : 1.

Previous
Next

 

Apa bedanya Hi-Octan tablet serie terbaru ini dengan Racing Power Machine, Bio1 Racing, Go Green Octane? Produk-produk merek tersebut 1 tabletnya didesain untuk 4 liter bensin dengan kenaikan 5 RON. Sedangkan HI-OCTAN mobil ini. 1 tabletnya didesain untuk 5 liter bensin untuk tiap kenaikan 5 RON. Dosis ini sedikit lebih konsentrat dibanding produk-produknya yang terdahulu.

Dosis umum, 1 tablet untuk 5 hingga 10 liter bensin Pertalite. Kalau mobil kamu butuh bensin RON 92 sementara kamu isi pake Pertalite RON 90, berarti 1 tablet kamu pake untuk 10 hingga 12 liter. Tapi kalau mobil kamu butuh bensin Pertamax Plus, berati 1 tablet nya kamu pake untuk 5 liter bensin Pertalite. Kalau mobil kamu butuhnya Pertalite 98, 1 tabletnya kamu pake untuk tiap 3 liter Pertalite.

Biar sederhana, langusng saja lah dosisnya kita susus berdasarkan rasio kompresi

  • Rasio Kompresi 9,2 : 1 s/d 9,9 : 1, 1 tablet untuk 7 hingga 10 liter Pertalite
  • Rasio Kompresi 10,0 : 1 s/d 10,7 : 1, 1 tablet untuk 5 liter Pertalite
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,5 : 1, 1 tablet untuk 4 lter Pertalite
  • Rasio Kompresi 11,6 : 1 s/d 12,2 : 1, 1 tablet untuk 2,5 liter Pertalite

Sebagai contoh, Avanza dan Xenia, Rasio kompresinya 11,0 : 1, kebutuhan RON 97. Kamu isi 1 tablet tiap 3 liter Pertalite. Kalau diisi 30 liter, berarti campurkan 10 tablet.

Apakah Hi-Octan mobil bisa digunakan di speda motor juga? Tentu saja bisa, asalkan dosisnya sesuai. Misalnya, pada Honda Vario, 1 tablet untuk tiap 4 liter Pertalite. Untuk sepeda motor yang kapasitas tangkinya kecil seperti motor bebek dan matic yang cuma diisi 2,5  hingga 3,5 liter, kurang cocok digunakan, karena akan kelebihan dosis. Jadi, lebih baik gunakan HI-OCTAN edisi motor saja yang ukuran tabletnya lebih sesuai.

Rasio Kompresi Honda Vario

Rasio Kompresi Honda Vario

Meskipun dianjurkan untuk diisi bensin minimal bensin beroktan 92, Honda Vario memang bisa saja diisi bensin Pertalite RON 90. Kebanyakan pemilik sepeda motor memang cenderung mengisi Vario-nya dengan bensin Pertalite yang harganya lebih nyaman di kantong. Sebetulnya, Honda Vario jauh lebih optimal jika diisi bensin Pertamax Turbo. Dengan Rasio Kompresi mesin 11,0 : 1, kebutuhan mesinnya adalah bensin RON 97.

Ada korelasi antara Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin kendaraan. Semakin tinggi rasio kompresinya, semakin tinggi pula nilai oktan bensin yang dibutuhkan kendaraan. Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan MotorHi-CesterRPM Nasa, Bio1 Racing :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Aturan Pakai HI-OCTAN MOTOR adalah :

  • 1 tablet per 4 liter, naik 2,5 RON
  • 1 tablet per 2 liter, naik 5 RON
  • 1 tablet per 1 liter, naik 10 RON

Dengan kata lain :

  • Rasio Kompresi 9,2 : 1 s/d 9,9 : 1, 1 pil 3 untuk tiep 5 liter Pertalite
  • Rasio kompresi 10,0 : 1 s/d 10,7 : 1, 1 pil untuk tiap 2,5 liter Pertalite
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,5 : 1., 1 pil untuk tiap 2 liter Pertalite
  • Rasio kompresi 11,6 : 1 s/d 12,2 : 1, 1 pil untuk tiap 1,5 liter Pertalite

Bagaimana aturan pakai produk HI-OCTAN jiga motor Vario kita diisi bensin Pertalite? Karena tangki bensin Vario cukup besar, baik Hi-Octan edisi Motor maupun edisi mobil keduanya bisa digunakan di motor ini, bisa gunakan 1 tablet Hi-Octan mobil per 5 liter Pertalite

Rasio Kompresi Honda Beat

Rasio Kompresi Honda Beat

berapa Rasio Kompresi Honda Beat? Bensin yang cocok untuk Honda Beat? Idealnya Honda Beat diisi bensin Pertamax hingga Pertamax Plus, atau bensin beroktan 92 hingga 95. Data ini didapat berdasarkan rasio kompresi mesin Honda Beat, yang berkisar antara 9,3 : 1 hingga 10,0 : 1. Ternyata ada beberapa varian Honda Beat, rasio kompresinya gak sama.

Bagaimana sih hubungan Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin? Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan MotorHi-CesterRPM Nasa, Bio1 Racing :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Daftar Rasio Kompresi Honda Beat

  • Honda BeAT , Rasio Kompresi 9,2 : 1
  • Honda BeAT F1, Rasio Kompresi 9,2 : 1
  • Honda BeAT sSP, Rasio Kompresi 10,0 : 1
  • Honda BeAT Street, Rasio Kompresi 10,0 : 1

Bagaimana aturan pakai Hi-Octan jika Honda Beat diisi bensin Pertalite biasa? Tangki bensin Honda Beat relatif kecil. Dengan harga bensin Rp. 7650,- per liter, saat kita isi bensin di SPBU, gak nyampe Rp. 20.000,- juga udah penuh. Hi-Octan yang dianjurkan adalah HI-OCTAN edisi MOTOR. Masukan 1 tablet HI-OCTAN motor untuk isi full tank.

Apa Sih Hubungan Rasio Kompresi Mesin Dengan Anjuran Oktan BBM

Apa Sih Hubungan Rasio Kompresi Mesin Dengan Anjuran Oktan BBM

Tentu ketika Anda membeli sebuah mobil, salah satu variabel yang menjadi anjuran pabrikan dalam penggunaan adalah bahan bakar dengan oktan tertentu. Kebanyakan mobil yang diproduksi saat ini dianjurkan untuk menggunakan bahan bakar 92, bahkan kerap kali pabrikan harus membubuhi sticker untuk mengingatkan pemiliknya. Mobil sport atau mobil dengan turbo, bahkan meminta oktan lebih tinggi sehingga Anda disarankan untuk membeli bahan bakar termahal dengan angka oktan 95 atau 98.

Rasio kompresi mesin, adalah salah satu alasan pabrikan mengeluarkan angka anjuran oktan BBM tersebut.

Memang kenyataannya, mobil seperti Toyota Calya dan Sigra yang dianjurkan untuk menggunakan bahan bakar beroktan 92 memiliki kompresi mesin yang tinggi.

“Kebanyakan mobil saat ini memang high compression, karena mesin dengan kompresi tinggi memiliki efisiensi pembakaran yang lebih baik. Toyota Calya itu rasio kompresinya 11,5:1.. Lalu, mengapa semakin tinggi kompresi mesin sebuah mobil, anjuran oktan bahan bakar dari pabrikan juga lebih tinggi?

Yang pertama kita harus pahami adalah, bagaimana mesin bakar dalam mobil bekerja. Kebanyakan mesin mobil saat ini adalah mesin 4-stroke (langkah) atau 4-tak yang istilahnya lebih populer digunakan pada sepeda motor.

Setiap langkah adalah compression stroke di mana ruang silinder mesin akan terisi penuh oleh bensin dan udara yang terkompresi atau tertekan ke volume ruang bakar yang lebih kecil sebelum terbakar oleh busi.

Rasio kompresi adalah perbandingan antara volume total ruang silinder dengan volume ruang bakar.

Volume total, adalah besar volume mesin saat piston berada di TMB (titik mati bawah) ditambah dengan volume ruang bakar.

Sementara volume ruang bakar, adalah ruang yang tersisa didalam silinder mesin ketika piston tepat berada di TMA (titik mati atas).

“Ibaratkan silinder mesin volumenya 200 cc. Ketika piston turun ruang silinder dapat menghisap 200 cc campuran bensin dan udara. Saat piston di TMA, campuran tersebut akan memadat. Jika volume kepadatan itu 20 cc, berarti rasionya 10:1,” 

Semakin tinggi kompresinya, artinya tekanan dalam ruang bakar semakin besar.

Apa kaitannya dengan anjuran bahan bakar dari pabrikan?

“Nah, dalam keadaan normal. Bensin dan udara yang terkompresi itu akan dibakar oleh busi di TMA. Tetapi, ada keadaan di mana campuran tersebut meledak terlebih dahulu sebelum terbakar oleh busi. Itu yang disebut detonasi dan terjadilah knocking,” 

Nilai Oktan adalah nilai kekuatan bahan bakar terhadap tekanan sebelum terbakar dengan sendirinya. Semakin besar nilai oktan pada bahan bakar, maka semakin tinggi pula tekanan udara yang mampu ditahan. Karena itu, semakin tinggi kompresi mesin atau tekanan dalam ruang bakar, dibutuhkan bahan bakar yang memiliki performa ketahanan lebih baik alias beroktan tinggi. Artinya, anjuran oktan pada bahan bakar bukan cuma sekadar angka.

Menggunakan bahan bakar oktan rendah seperti Premium pada mobil modern dengan kompresi tinggi dapat menyebabkan detonasi. Detonasi akan menimbulkan gejala knocking atau ngelitik yang berisiko merusak mesin mobil.

Bagaimana sih hubungan Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin? Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan MotorHi-CesterRPM Nasa, Bio1 Racing :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Bagaimana cara mengetahui nilai Rasio Kompresi dari mobil dan motor yang kita pakai sehari-hari? Mudah sekali, tinggal buka Google saja, ketikan di mesin pencarian. Nanti ketemu nilainya dech. Setelah ketemu, gunakan pedoman di atas untuk mengetahui bensin apa yang sesuai dengan mobil dan motor kamu.  Contohnya :

Makin Tinggi RON BBM, Makin Lambat Terbakar: Ini Bikin Pertamax Series Lebih Menguntungkan

Makin Tinggi RON BBM, Makin Lambat Terbakar: Ini Bikin Pertamax Series Lebih Menguntungkan

Banyak pihak yang mengatakan bahwa baik dan buruknya kualitas bahan bakar minyak (BBM) untuk mesin bensin dapat dilihat dari indikator nilai oktan, atau yang lebih dikenal dengan Research Octane Number (RON). Semua BBM mesin bensin produksi Pertamina memiliki RON berbeda-beda, dari RON-88 hingga RON-100. Benarkah demikian?

Semakin tinggi nilai oktan (RON), maka BBM lebih lambat terbakar. Bahan bakar beroktan tinggi cocok digunakan  kendaraan yang memiliki rasio kompresi mesin tinggi, di atas rasio kompresi 9:1, seperti yang digunakan pada sepeda motor dan mobil keluaran terbaru. Penggunaan BBM oktan tinggi tidak meninggalkan residu pada mesin yang bisa mengganggu kinerjanya.

Pengamat otomotif, Anton Fiat mengatakan, para pengguna kendaraan bermotor produk terbaru disarankan memakai BBM dengan RON tinggi karena memberikan banyak manfaat. Bila kendaraan baru memakai BBM oktan tinggi ini, secara otomatis komponen kendaraan akan berumur panjang.

Kemudian, dari sisi tenaga atau power kendaraan lebih terjaga. Manfaat lain, jarak tempuh jadi kian jauh karena pembakaran mesin kendaraan lebih sempurna. “Selain memberikan kualitas yang terjaga, penggunaan BBM dengan RON 92 akan berdampak mesin yang lebih bagus dan terawat,” ujar Anton Fiat.

Menurut Anton, menggunakan BBM dengan Ron tinggi juga membuat kualitas mesin lebih terjaga. “Kalau kita lihat penggunaan BBM yang berkualitas maka, di seher tidak menimbulkan bekas seperti kerak,” jelas dia.

Selain tidak meninggalkan bekas kerak, BBM dengan kualitas tinggi seperti Pertamax, itu juga membuat performa kendaraan lebih enteng. Ini terjadi, karena ketika pembakaran, kerak-kerak sisa pembakaran tidak ada lagi, tidak seperti Premium, yang meninggalkan bekas di seher seperti berminyak.

Menurutnya BBM yang berkualitas tidak hanya memberikan performa yang lebih baik bagi mesin kendaraan, tapi juga berpengaruh bagi perbaikan lingkungan dengan kadar buang gas emisi yang lebih rendah.

“BBM gasoline dengan Research Octane Number (RON) tinggi maupun gasoil dengan Cetane Number (CN) tinggi menjadikan proses pembakaran di ruang mesin lebih sempurna, jadi kendaraan lebih awet dan bertenaga,” ucapnya.

Apakah ini berarti tiap mobil dan motor yang kita gunakan seharii-hari harus menggunakan bensin yang nilai oktannya semakin tinggi agar performanya semakin bagus? Tidak sepenuhnya benar. Ada kendaraan yang cukup optimal dengan bensin RON 90, ada yang akan optimal di besnin RON 98 seperti Pertamax Turbo. Bahkan sebenarnya ada yang optimalnya justru di Oktan 92 atau 95 saja. Kecocokan bensin itu tergantung dari Rasio Kompresi mesin kendaraan yang bersangkutan. Patokan kebutuhan bensin yang optimal pada kendaraan berbahan bakar bensin menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan Motor, dan Hi-Cester  :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio KOmpresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Berikut jenis BBM mesin bensisn beserta nilai oktan (RON),  seperti yang dilansir dari pertamina.com.

Pertmax Racing
Untuk bahan bakar bensin jenis ini, memiliki oktan minimal 100 yang khusus diperuntukkan bagi kendaraan balap dan kendaraan yang memiliki kompresi mesin lebih tinggi dari 13:1. Dengan nilai oktan tersebut, Pertamax Racing menjadikan mesin lebih stabil, responsive, dan daya tahan tinggi. Tidak heran jika bahan bakar ini diakui federasi balap internasional.

Pertamax Turbo
Bahan bakar ini dirancang untuk kendaraan yang memiliki persyaratan mesin yang berteknologi tinggi. Dalam pembuatannya, Pertamina mengembangkan bahan bakar ini bersama dengan Lamborghini. Pertamax turbo dikembangkan dengan formula yang disebut Ignition Boost Formula (IBF) dengan angka oktan 98, dan kadar sulfur rendah sehingga tidak merusak kualitas udara di sekitar.

Pertamax Turbo sangat cocok diogunakan dengan kendaraan dengan Rasio Kompresi mesinnya berada dalam range 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1,

Pertamax
Bahan bakar Pertamax bisa membuat mesin lebih bersih, menjaga kemurnian bahan bakar, memiliki pelindung anti karat, dan memiliki saluran bahan bakar dan ruang bakar pada mesin. Hal ini dikarenkan Pertamax memiliki”Ecosave Technology. Pertamax memiliki angka oktan minimal 92 berstandar international. Pertamax akan sangat optimal digunakan pada kendaraan dengan rasio kompresi mesin 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1

Pertalite
Bahan bakar Pertalite memiliki angka oktan 90 yang lebih tinggi daripada bahan bakar Premium. Bahan bakar ini memiliki karakter bewarna hijau terang dan jernih ini sangat tepat digunakan oleh kendaraan dengan kompresi  8,6 : 1 s/d  9,0 : 1

Premium
Bahan bakar ini diproduksi sesuai dengan Keputusan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Np.3674/K24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006. Premium merupakan bahan bakar mesin bensin dengan angka oktan minimal 88. Premium dapat digunakan pada kendaraan bermotor bensin dengan risiko kompresi rendah (dibawah 9:1). Saat ini, sebagian besar SPBU tidak lagi menjual bahan bakar jenis premium ini.

Semua Motor Produk Yamaha Tak Direkomendasikan Pakai BBM Premium

Semua Motor Produk Yamaha Tak Direkomendasikan Pakai BBM Premium

Sepeda motor produksi Yamaha yang masih dipasarkan dealer resminya, ternyata tidak ada yang direkomendasikan menggunakan bahan bakar bakar (BBM) jenis Premium. Jenis BBM termuarah yang direkoemndasikan untuk sepeda motor Yamaha adalah BBM Pertalite RON90. Selebihnya direkomendasikan menggunakan BBM Pertamax RON92 dan Pertamax Turbo RON98. Namun ada juga sepeda motor yang disarakan menggunakan BBM jenis Pertamax Plus.

Dalam memilih bahan bakar bakar (BBM) untuk sepeda motor disarankan sesuai dengan spesidikasi mesin motornya. Sementara dari sekian banyak jenis sepeda motor, juga memliki spesidikasi mesin yang berbeda pula. Keragaman spesidikasi mesin ini terdapat dalam sepeda motor produksi Honda, Yamaha, Kawasaki dan pabrikan lainnya.

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam memilih BBM adalah memperhatikan rasio kompresi dari mesin motor. Data ini dapat dilihat dari spesifikasi teknik yang diberikan pabrikan sepeda motor. Makin tinggi rasio kompresi yang dimiliki mesin akan membutuhkan bahan bakar yang memiliki RON tinggi pula.

Bahan bakar yang bagus punya angka oktan yang tinggi. BBM dengan angka oktan tinggi akan mampu menahan kompresi tinggi sehingga tidak terjadi detonasi atau ngelitik. Jika detonasi atau ngelitik dibiarkan akan membuat mesin mudah rusak dan power mesin jadi kecil.

Bila melihat spesifikasi BBM produksi PT. Pertamina dalam laman pertamina.com, semua jenis sepeda motor produksi Yamaha yang masih diedarkan di dealer resmi ternyata sudah tidak ada yang direkoendasikan memakai BBM jenis Premium dengan RON88. Yamaha NMAX.misalnya, direkomendasikan menggunakan bensin jenis Pertamax. Soalnya, dari spesifikasi teknik Yamaha NMAX memiliki rasio kompresi 10,5 : 1.

Dari web Pertamina.com dijelaskan, Pertamax merupakan bahan bakar bensin dengan angka oktan minimal 92 berstandar international. Pertamax sangat direkomendasikan untuk digunakan pada kendaraan yang memiliki kompresi rasio 10:1 hingga 11:1 atau kendaraan berbahan bakar bensin yang menggunakan teknologi setara dengan Electronic Fuel Injection (EFI).

Bagaimana sih hubungan Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin? Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan Motor, Hi-Cester, RPM Nasa, Bio1 Racing :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Daftar Jenis Motor Yamaha dan Rekoemndasi Jenis BBM

  • Yamaha FreeGo, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha Mio S Smart, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha All New X-Ride 125, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha Mio M3 125, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha New Fino Grande 125, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha Soul GT 125, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha New Byson, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha Lexi, rasio kompresi 11,2±0,4 : 1, Pertamax Turbo
  • Yamaha Aerox 155 VVA, rasio kompresi 10,5 ± 0,4 : 1, Pertamax RON 95
  • Yamaha XMAX, rasio kompresi 10,5±0,4 : 1, Pertamax RON 95
  • Yamaha TMAX, rasio kompresi 10,9 : 1, RON 97
  • Yamaha ALL NEW V-ixion, rasio kompresi 10,4 : 1, RON 95
  • Yamaha Xabre, rasio kompresi 10,4 : 1, RON 95
  • Yamaha MT-150, rasio kompresi 11,6 : 1, Pertamax Turbo
  • Yamaha MT-25, rasio kompresi 11,6 : 1, Pertamax Turbo
  • Yamaha All New R15, rasio kompresi 11,6 : 1, Pertamax Turbo
  • Yamaha R25, rasio kompresi 11,6 : 1, Pertamax Turbo
Hi-Octan Tablet Motor

Hi-Octan Tablet Motor

Belum lama ini CV Energi Selaras Alam mengeluarkan varian baru Hi-Octan tablet. Produk ini merupakan pelengkap dari Hi-Octan Tablet Mobil yang sudah beredar sebelumnya. Hi-Octan Tablet Special Motor ini  didesain khusus untuk sepeda motor. Pertanyaannya, kenapa harus ada varian khusus motor? Bukanlah Hi-Octan tablet edisi sebelumnya juga bisa digunakan di sepeda motor? Apa bedanya dengan Hi-Octan tablet serie sebelumnya?

Seperti diketahui sebelumnya, Hi-Octan tablet serie sebelumnya, yang beredar dengan merek Bio Racing, Go Green Octan, Racing Power Machine,  didesain dengan untuk 1 tablet untuk 4 liter dengan kenaikan 5 RON. Produk-produk ini bisa dipakai dengan fleksibel untuk berbagai jenis mobil apapun, juga untuk sepeda motor untuk kapasitas tangki yang agak besar. Tetapi kurang cocok untuk sepeda motor yang kapasitas tangkinya kecil.

Kenapa bisa kurang cocok? Ada beberapa alasan. Pertama, berkenaan dengan kapasitas tangki bensin motor bebek dan matic rata-rata. Seperti kita ketahui.  ukuran kapasitas rata-rata tangki bensin motor matic dan bebek itu kurang dari 3 liter. Mungkin kamu sendiri mengalami pada saat isi bensin di SPBU. Dengan harga bensin Rp. 7650,- / liter, saat minta isi bensin full tank, baru diisi sekitar 2,3 liter juga tangkinya sudah penuh khan? Belum lagi masalah kebiasaan. Saya pribadi terbiasa ngisinya dipasin dengan uang antara 15rb hingga 25rb rupiah. 15rb saat isi Honda Beat, 25Rb saat isi Suzuki Titan atau Vega R yang tangkinya lebih besar. Beda kalo kamu pake Vario yang bisa diisi 5 liter lebih.

Alasan kedua, dilihat dari jenis bensin apa yang cocok buat kebanyakan motor bebek dan matic.

Bagaimana sih hubungan Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin? Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio KOmpresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Kalau kamu belum tahu berapa Rasio Kompresi motor yang kamu pakai, tinggal cari aja di Google. Gampang kok. Sebagai ilustrasi

  • Honda Beat, Rasio Kompresi, RON 92
  • Yamah Mio M 125, Rasio Kompresi 9,5 : 1, RON 92
  • Suzuki Smash Titan, Rasio Kompresi 9,5 : 1, RON 92
  • Yamaha Vega ZR, Rasio Kompresi 9,3 : 1, RON 92
  • Honda Vario, Rasio Kompresi 11,0 : 1, RON 97

Motor yang cukup diisi bensin RON 92 hingga 95, tentuk tidak cocok diisi bensin yang nilai oktannya terlalu tinggi. Misal, Beat itu lebih enak pakai Pertamax dibanding Pertamax Turbo.

Apa jadinya jika 2 liter bensin Pertalite RON 90 dicampur dengan 1 tablet RPM atau Bio1 Racing? RON naik 10! Nilai oktan ini terlalu tinggi untuk Matic dan Bebek yang cuma butuh oktan 92 hingga 95 saja. Motor kamu malah jadi gak enak. Bukannya makin irit, bisa-bisa malah lebih boros! Beda bangeth jika cuma diisi setengah tablet RPM atau Bio1 Racing. Masalahnya, khan gak mudah, gimana cara motongnya? Gak praktis amat 😀

Jadi paham khan kenapa sekarang ada produk Hi-Octan khusus Sepeda Motor?

Pesan segera melalui :

Apa bedanya Hi-Octan Motor dengan Hi-Octan Mobil?

Apa bedanya Hi-Octan Motor dengan Hi-Octan Mobil?

Saat ini ada dua jenis produk Hi-Octan tablet yang beredar di pasaran, Hi-Octan Mobil dan Hi-Octan Motor. Kedua produk ini memang belum lama di-launching. Saat pertama kali dikenalkan ke publik, Hi-Octan baru beredar dalam bentuk cair. Awalnya, Hi-Octan tablet dibuat berdasarkan pesanan khusus dari beberapa distributor dengan branding khusus, antara lain : Racing Power Machine, Bio1 Racing, MICS1 Racing, Euro Max, Go Green Octane.

Produk-produk tersebut bekerja dengan optimal saat digunakan dengan dosis yang tepat. Pada umumnya optimal di mobil-mobil keluaran terbaru dengan dosis umum  tablet untuk 4 liter. Namun, untuk pemilik sepeda motor jenis bebek dan matic, ternyata banyak yang kelebihan dosis. Masalahnya, para penjual nya sendiri banyak yang gak paham dosis. Darimana penulis tahu penjualnya banyak yang gak paham dosis? Dari iklan iklan yg beredar di marketplace facebook dan ngobrol dengan member member NASA dan Bioesa. 

Kenapa? Karena 1 tabletya didesain untuk 4 liter bensin tiap kenaikan 5 RON. Sedangkan motor bebek dan matic rata-rata ukuran kapasitas tangkinya cuma sekitar 3 liter kurang. Kebanyakan mereka, tiap isi bensin di SPBU, menganggarkan Rp. 20.000,-.  Dulu saat bensin Premium RON 88 masih dijual, masalah kelebihan dosis ini belum terlalu terasa. 

Bagaimana sih hubungan Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin? Menurut penelitian  Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan, korelasi  antara rasio kompresi mesin dengan kebutuhan bensin adalah sebagai berikut :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio KOmpresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Hi Octan motor didesain untuk isi bensin 2 hingga 4 liter bensin. Jika digunakan pada 2 liter bensin, terjadi kenaikan 5 RON. Jika dicampur dengan 4 liter bensin, naiknya sekitar 2,5 RON. Sebagai ilustrasi contoh pemakaian :

  • Suzuki Smash Titan, Rasio Kompresi 9,5 : 1, kebutuhan bensin RON 92. Beli bensin Pertalite seharga 25Rb Rupiah, dengan harga Rp. 7650,- per liter, dapatnya sekitar 3,2 hingga 3,3 liter.  Dengan penambahan 1 tablet Hi-Octan motor, didapat kenaikan oktan sebesar 4/3,3 x 2 = 2,4 RON. 
  • Honda Beat, Rasio Kompresi 9,2 L 1, kebutuhan bensin RON 92
  • Honda Beat Street dan Honda BeAT FI eSP, rasio kompresi 10,0 : 1. Kebutuhan bensin sudah mendekati RON 95

Hi Octan mobil didesain untuk 5 hingga 10 liter per isi bensin. 

Kenapa Hi Octan motor dibuat? Sesuai dengan update data terakhir di lapangan. Saat ini bensin Premium RON 88 udah gak ada di SPBU. Seandainya motor bebek dan matic masih diisi bensin Premiun RON 88, kelebihan dosis yang terjadi tidak akan separah ini. Saya sebagai pemakai paham betul, rata rata pemakai motor bebek dan matic isi bensinnya kurang dari 25rb rupiah, kecuali motor vario yang ukuran tangki bensinnya lebih gede. 

Apakah Hi Octan mobil bisa dipakai di motor? Jawabannya bisa,  asalkan kapasitas tangki bensin motornya gede, sekali isi bisa 5 liter atau lebih. Ilustrasi pemakaikan Hi-Octan Mobil di motor :

  • Honda Vario, Rasio Kompresi 11,0 : 1, kebutuhan bensin RON 97, 1 tablet Hi-Octan tablet untuk 3 liter Pertalite atau 1 1 tablet Hi-Octan Motor untuk 1,5 hingga 2 liter Pertalite
  • Yamah Yupiter MX, Kebutuhan bensin RON 97, 1 tablet Hi-Octan tablet untuk 3 liter Pertalite atau 1 1 tablet Hi-Octan Motor untuk 1,5 hingga 2 liter Pertalite
  • Suzuki Satria, Kebutuhan bensin RON 97 : 1 tablet Hi-Octan tablet untuk 3 liter Pertalite atau 1 1 tablet Hi-Octan Motor untuk 1,5 hingga 2 liter Pertalite

Untuk bebek dan matic seperti Honda Beat yg tiap isi bensin mentok di 2,5 liter, Hi Octan mobil jadi overdosis, hasilnya gak enak, gak optimal, gak bakal dapat iritnya.  Itu sebabnya CV Energi Selaras Alam mengeluarkan varian baru produk Hi-Octan khusus sepeda motor dengan ukuran tablet lebih kecil yang lebih sesuai untuk Sepeda Motor. 

Program Afiliasi Hi-Octan

Bisnis Hi-Octan dirancang mengikuti pola pembagian laba seperti pada perdagangan konvensional, yang terdiri dari : 

  • Distributor 
  • Grosir
  • Retailer
  • Konsumen

Sengaja dibuat dengan pola ini agar tidak terjadi markup harga terlalu besar seperti yang sering terjadi pada perusahaan multi level marketing. Meskipun demikian, serial pelaku bisnis, Salam hal ini para affiliate, bisa mendapatkan hasil yang optimal dari kejutan jaringan pasukan affiliate yang dibangun para affiliate yang serius. 

Sebagai ilustrasi, misalkan terdapat margin keuntungan 30%, dapat dilakukqn pembahian keuntungan sebagai berikut : 

Pengelola 5 -10%

Komisi Affiliate 20 hingga 25%, yang didistribusikan dalam 3 Tier

Contoh :

Harga Hi-Octan tablet Rp. 100.000,-

  • Cashback Rp. 5000,-
  • Komisi Affiliate Level 1 Rp. 30.000,-
  • Komisi affiliate level 2 Rp. 10.000,-
  • Komisi affiliate level 3 Rp. 5000,-

Produk-produk lain pun dibuat dengan skema pembagian komisi yang hampir sama. Besar komisi yang dibagikan tergantung dari berapa banyak laba yang dapat dibagi, karena tiap supplyer produk memiliki kebijakan yang berbeda-beda.

Ilustrasi potensi penghasilan, jika diasumsikan anda mempunyai 10 affiliate, dan masing-masing affiliate merekrut 10 affiliate, yang masing-masing belanja 1 pcs produk Hi-Octan saja tiap bulannya :