Rasio Kompresi Honda Vario

Rasio Kompresi Honda Vario

Meskipun dianjurkan untuk diisi bensin minimal bensin beroktan 92, Honda Vario memang bisa saja diisi bensin Pertalite RON 90. Kebanyakan pemilik sepeda motor memang cenderung mengisi Vario-nya dengan bensin Pertalite yang harganya lebih nyaman di kantong. Sebetulnya, Honda Vario jauh lebih optimal jika diisi bensin Pertamax Turbo. Dengan Rasio Kompresi mesin 11,0 : 1, kebutuhan mesinnya adalah bensin RON 97.

Ada korelasi antara Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin kendaraan. Semakin tinggi rasio kompresinya, semakin tinggi pula nilai oktan bensin yang dibutuhkan kendaraan. Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan MotorHi-CesterRPM Nasa, Bio1 Racing :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Aturan Pakai HI-OCTAN MOTOR adalah :

  • 1 tablet per 4 liter, naik 2,5 RON
  • 1 tablet per 2 liter, naik 5 RON
  • 1 tablet per 1 liter, naik 10 RON

Dengan kata lain :

  • Rasio Kompresi 9,2 : 1 s/d 9,9 : 1, 1 pil 3 untuk tiep 5 liter Pertalite
  • Rasio kompresi 10,0 : 1 s/d 10,7 : 1, 1 pil untuk tiap 2,5 liter Pertalite
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,5 : 1., 1 pil untuk tiap 2 liter Pertalite
  • Rasio kompresi 11,6 : 1 s/d 12,2 : 1, 1 pil untuk tiap 1,5 liter Pertalite

Bagaimana aturan pakai produk HI-OCTAN jiga motor Vario kita diisi bensin Pertalite? Karena tangki bensin Vario cukup besar, baik Hi-Octan edisi Motor maupun edisi mobil keduanya bisa digunakan di motor ini, bisa gunakan 1 tablet Hi-Octan mobil per 5 liter Pertalite

Apa Sih Hubungan Rasio Kompresi Mesin Dengan Anjuran Oktan BBM

Apa Sih Hubungan Rasio Kompresi Mesin Dengan Anjuran Oktan BBM

Tentu ketika Anda membeli sebuah mobil, salah satu variabel yang menjadi anjuran pabrikan dalam penggunaan adalah bahan bakar dengan oktan tertentu. Kebanyakan mobil yang diproduksi saat ini dianjurkan untuk menggunakan bahan bakar 92, bahkan kerap kali pabrikan harus membubuhi sticker untuk mengingatkan pemiliknya. Mobil sport atau mobil dengan turbo, bahkan meminta oktan lebih tinggi sehingga Anda disarankan untuk membeli bahan bakar termahal dengan angka oktan 95 atau 98.

Rasio kompresi mesin, adalah salah satu alasan pabrikan mengeluarkan angka anjuran oktan BBM tersebut.

Memang kenyataannya, mobil seperti Toyota Calya dan Sigra yang dianjurkan untuk menggunakan bahan bakar beroktan 92 memiliki kompresi mesin yang tinggi.

“Kebanyakan mobil saat ini memang high compression, karena mesin dengan kompresi tinggi memiliki efisiensi pembakaran yang lebih baik. Toyota Calya itu rasio kompresinya 11,5:1.. Lalu, mengapa semakin tinggi kompresi mesin sebuah mobil, anjuran oktan bahan bakar dari pabrikan juga lebih tinggi?

Yang pertama kita harus pahami adalah, bagaimana mesin bakar dalam mobil bekerja. Kebanyakan mesin mobil saat ini adalah mesin 4-stroke (langkah) atau 4-tak yang istilahnya lebih populer digunakan pada sepeda motor.

Setiap langkah adalah compression stroke di mana ruang silinder mesin akan terisi penuh oleh bensin dan udara yang terkompresi atau tertekan ke volume ruang bakar yang lebih kecil sebelum terbakar oleh busi.

Rasio kompresi adalah perbandingan antara volume total ruang silinder dengan volume ruang bakar.

Volume total, adalah besar volume mesin saat piston berada di TMB (titik mati bawah) ditambah dengan volume ruang bakar.

Sementara volume ruang bakar, adalah ruang yang tersisa didalam silinder mesin ketika piston tepat berada di TMA (titik mati atas).

“Ibaratkan silinder mesin volumenya 200 cc. Ketika piston turun ruang silinder dapat menghisap 200 cc campuran bensin dan udara. Saat piston di TMA, campuran tersebut akan memadat. Jika volume kepadatan itu 20 cc, berarti rasionya 10:1,” 

Semakin tinggi kompresinya, artinya tekanan dalam ruang bakar semakin besar.

Apa kaitannya dengan anjuran bahan bakar dari pabrikan?

“Nah, dalam keadaan normal. Bensin dan udara yang terkompresi itu akan dibakar oleh busi di TMA. Tetapi, ada keadaan di mana campuran tersebut meledak terlebih dahulu sebelum terbakar oleh busi. Itu yang disebut detonasi dan terjadilah knocking,” 

Nilai Oktan adalah nilai kekuatan bahan bakar terhadap tekanan sebelum terbakar dengan sendirinya. Semakin besar nilai oktan pada bahan bakar, maka semakin tinggi pula tekanan udara yang mampu ditahan. Karena itu, semakin tinggi kompresi mesin atau tekanan dalam ruang bakar, dibutuhkan bahan bakar yang memiliki performa ketahanan lebih baik alias beroktan tinggi. Artinya, anjuran oktan pada bahan bakar bukan cuma sekadar angka.

Menggunakan bahan bakar oktan rendah seperti Premium pada mobil modern dengan kompresi tinggi dapat menyebabkan detonasi. Detonasi akan menimbulkan gejala knocking atau ngelitik yang berisiko merusak mesin mobil.

Bagaimana sih hubungan Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin? Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan MotorHi-CesterRPM Nasa, Bio1 Racing :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Bagaimana cara mengetahui nilai Rasio Kompresi dari mobil dan motor yang kita pakai sehari-hari? Mudah sekali, tinggal buka Google saja, ketikan di mesin pencarian. Nanti ketemu nilainya dech. Setelah ketemu, gunakan pedoman di atas untuk mengetahui bensin apa yang sesuai dengan mobil dan motor kamu.  Contohnya :

Makin Tinggi RON BBM, Makin Lambat Terbakar: Ini Bikin Pertamax Series Lebih Menguntungkan

Makin Tinggi RON BBM, Makin Lambat Terbakar: Ini Bikin Pertamax Series Lebih Menguntungkan

Banyak pihak yang mengatakan bahwa baik dan buruknya kualitas bahan bakar minyak (BBM) untuk mesin bensin dapat dilihat dari indikator nilai oktan, atau yang lebih dikenal dengan Research Octane Number (RON). Semua BBM mesin bensin produksi Pertamina memiliki RON berbeda-beda, dari RON-88 hingga RON-100. Benarkah demikian?

Semakin tinggi nilai oktan (RON), maka BBM lebih lambat terbakar. Bahan bakar beroktan tinggi cocok digunakan  kendaraan yang memiliki rasio kompresi mesin tinggi, di atas rasio kompresi 9:1, seperti yang digunakan pada sepeda motor dan mobil keluaran terbaru. Penggunaan BBM oktan tinggi tidak meninggalkan residu pada mesin yang bisa mengganggu kinerjanya.

Pengamat otomotif, Anton Fiat mengatakan, para pengguna kendaraan bermotor produk terbaru disarankan memakai BBM dengan RON tinggi karena memberikan banyak manfaat. Bila kendaraan baru memakai BBM oktan tinggi ini, secara otomatis komponen kendaraan akan berumur panjang.

Kemudian, dari sisi tenaga atau power kendaraan lebih terjaga. Manfaat lain, jarak tempuh jadi kian jauh karena pembakaran mesin kendaraan lebih sempurna. “Selain memberikan kualitas yang terjaga, penggunaan BBM dengan RON 92 akan berdampak mesin yang lebih bagus dan terawat,” ujar Anton Fiat.

Menurut Anton, menggunakan BBM dengan Ron tinggi juga membuat kualitas mesin lebih terjaga. “Kalau kita lihat penggunaan BBM yang berkualitas maka, di seher tidak menimbulkan bekas seperti kerak,” jelas dia.

Selain tidak meninggalkan bekas kerak, BBM dengan kualitas tinggi seperti Pertamax, itu juga membuat performa kendaraan lebih enteng. Ini terjadi, karena ketika pembakaran, kerak-kerak sisa pembakaran tidak ada lagi, tidak seperti Premium, yang meninggalkan bekas di seher seperti berminyak.

Menurutnya BBM yang berkualitas tidak hanya memberikan performa yang lebih baik bagi mesin kendaraan, tapi juga berpengaruh bagi perbaikan lingkungan dengan kadar buang gas emisi yang lebih rendah.

“BBM gasoline dengan Research Octane Number (RON) tinggi maupun gasoil dengan Cetane Number (CN) tinggi menjadikan proses pembakaran di ruang mesin lebih sempurna, jadi kendaraan lebih awet dan bertenaga,” ucapnya.

Apakah ini berarti tiap mobil dan motor yang kita gunakan seharii-hari harus menggunakan bensin yang nilai oktannya semakin tinggi agar performanya semakin bagus? Tidak sepenuhnya benar. Ada kendaraan yang cukup optimal dengan bensin RON 90, ada yang akan optimal di besnin RON 98 seperti Pertamax Turbo. Bahkan sebenarnya ada yang optimalnya justru di Oktan 92 atau 95 saja. Kecocokan bensin itu tergantung dari Rasio Kompresi mesin kendaraan yang bersangkutan. Patokan kebutuhan bensin yang optimal pada kendaraan berbahan bakar bensin menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan Motor, dan Hi-Cester  :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio KOmpresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Berikut jenis BBM mesin bensisn beserta nilai oktan (RON),  seperti yang dilansir dari pertamina.com.

Pertmax Racing
Untuk bahan bakar bensin jenis ini, memiliki oktan minimal 100 yang khusus diperuntukkan bagi kendaraan balap dan kendaraan yang memiliki kompresi mesin lebih tinggi dari 13:1. Dengan nilai oktan tersebut, Pertamax Racing menjadikan mesin lebih stabil, responsive, dan daya tahan tinggi. Tidak heran jika bahan bakar ini diakui federasi balap internasional.

Pertamax Turbo
Bahan bakar ini dirancang untuk kendaraan yang memiliki persyaratan mesin yang berteknologi tinggi. Dalam pembuatannya, Pertamina mengembangkan bahan bakar ini bersama dengan Lamborghini. Pertamax turbo dikembangkan dengan formula yang disebut Ignition Boost Formula (IBF) dengan angka oktan 98, dan kadar sulfur rendah sehingga tidak merusak kualitas udara di sekitar.

Pertamax Turbo sangat cocok diogunakan dengan kendaraan dengan Rasio Kompresi mesinnya berada dalam range 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1,

Pertamax
Bahan bakar Pertamax bisa membuat mesin lebih bersih, menjaga kemurnian bahan bakar, memiliki pelindung anti karat, dan memiliki saluran bahan bakar dan ruang bakar pada mesin. Hal ini dikarenkan Pertamax memiliki”Ecosave Technology. Pertamax memiliki angka oktan minimal 92 berstandar international. Pertamax akan sangat optimal digunakan pada kendaraan dengan rasio kompresi mesin 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1

Pertalite
Bahan bakar Pertalite memiliki angka oktan 90 yang lebih tinggi daripada bahan bakar Premium. Bahan bakar ini memiliki karakter bewarna hijau terang dan jernih ini sangat tepat digunakan oleh kendaraan dengan kompresi  8,6 : 1 s/d  9,0 : 1

Premium
Bahan bakar ini diproduksi sesuai dengan Keputusan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Np.3674/K24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006. Premium merupakan bahan bakar mesin bensin dengan angka oktan minimal 88. Premium dapat digunakan pada kendaraan bermotor bensin dengan risiko kompresi rendah (dibawah 9:1). Saat ini, sebagian besar SPBU tidak lagi menjual bahan bakar jenis premium ini.