RON dan MON itu Apa?

RON merupakan singkatan dari Research Octane Number, atau dalam istilah sehari-hari biasa disebut dengan Nilai Oktan, sebenarnya adalah :  Besaran turunan dari Rasio Kompresi (CR) yang digunakan untuk mengukur ketahanan bensin untuk tidak terbakar sendiri ketika dinaikkan suhunya secara cepat. Pada saat bensin mencapai suhu tertinggi di mana ia masih belum terbakar sendiri secara spontan, maka bensin tersebut berada pada titik yang disebut dengan “akan terbakar sendiri”. Pada saat bensin berada pada titik “akan terbakar sendiri”, kemudian bensin tersebut diberi percikan api, bensin tersebut akan terbakar dan menghasilkan pembakaran dengan energi tertinggi.

Setiap jenis bensin memiliki titik “akan terbakar sendiri” yang berbeda. Perbedaan inilah yang diukur dan ditetapkan dalam besaran RON. Semakin tinggi suhu titik “akan terbakar sendiri” nya, semakin tinggi nilai RON nya. Demikian pula sebaliknya, semakin rendah suhu titik “akan terbakar sendiri” bensin, semakin rendah nilai RON nya.

MON merupakan singkatan dari Motor Octane Number, merupakan besaran turunan dari CR yang berfungsi menetapkan besarnya energi yang dihasilkan dan diubah menjadi energi gerak saat bensin yang berada pada titik “akan terbakar sendiri” diberi percikan api dan menghasilkan pembakaran yang menghasilkan energi tertinggi. Sangat mungkin beberapa jenis bensin memiliki nilai RON yang sama tapi nilai MON berbeda. Hal ini disebabkan karena bensin sebenarnya merupakan larutan campuran yang terdiri dari berbagai jenis senyawa hidrokarbon. Bahkan bisa terdiri atas lebih dari 80 jenis senyawa hidrokarbon yang tercampur dan menghasilkan larutan homogen yang disebut bensin.

You cannot copy content of this page