Rasio Kompresi Honda Beat

Rasio Kompresi Honda Beat

Merupakan skutik terbaru Honda yang hadir dengan dibekali teknologi canggih Enhanced Smart Power (eSP) yang diklaim lebih hemat bahan bakar serta ramah lingkungan. Selain itu penampilan Honda BeAT eSP terlihat masih mengusung desain yang ramping dengan konsep sporti yang dengan handle cover berlekuk tajam.

All New Honda BeAT eSP juga dibekali dengan fitur-fitur berteknologi modern seperti comby brake system yang memudahkan pengereman roda depan dan belakang, lebih praktis serta aman di semua kondisi jalan, standar samping otomatis yang membuat mesin tidak akan hidup jika standar masih dalam posisi turun, brake lock untuk mencegah motor loncat saat awal motor dinyalakan dan dalam kondisi diam saat berhenti di jalan menanjak ataupun menurun. Fitur unggulan lainnya All New Honda BeAT eSP adalah pengaman kunci bermagnet.

Selain fitur utama tadi, Motor Skutik Honda Beat eSP memiliki kapasitas u-box yang berukuran besar yaitu 11 liter. Ketinggian antara jok ke tanah adalah 740 mm yang dapat memberikan kenyamanan saat berkendara sendiri maupun berboncengan. Selain itu desain sporty dengan garis bodi berlekuk tajam dan striping baru untuk memperkuat kesan sporty.

Previous
Next

Sementara sektor dapur pacunya, Skutik All New Honda BeAT eSP dipersenjatai dengan mesin berkapasitas 110 cc 4-langkah, SOHC dengan pendinginan udara, yang mampu memuntahkan tenaga 6.38 kW (8.68 PS) pada putaran 7.500 rpm dan torsi 9,01 Nm (0,92 kgf.m) pada  6.500 rpm.

Spesifikasi All New Honda BeAT eSP

  • Tipe mesin: 4-langkah, SOHC dengan pendinginan udara, eSP
  • Volume Langkah: 108,2 cm3
  • Diameter X Langkah: 50 x 55,1 mm
  • Perbandingan Kompresi: 9,5 : 1
  • Daya Maksimum: 6.38 kW (8.68 PS) / 7.500 rpm
  • Torsi Maksimum: 9,01 Nm (0,92 kgf.m) / 6.500 rpm
  • Kapasitas Minyak Pelumas Mesin: 0,7 liter pada penggantian periodik
  • Tipe Kopling: Otomatis, sentrifugal, tipe kering
  • Tipe Transmsi: Otomatis, V-Matic
  • Pola Pengoperan Gigi: –
  • Tipe Starter: ACG Starter, pedal & elekterik
  • Tipe Battery: Battery 12V-3Ah, tipe MF / ( Tipe CBS ISS Battery 12V-5Ah, tipe MF )
  • Busi: NGK MR9C-9N / Denso V27EPR-N9
  • Pengapian: Full Transisterized, Baterai
  • Panjang X Lebar X Tinggi: 1.873 x 678 x 1.074 mm
  • Jarak Sumbu Roda: 1.256 mm
  • Jarak terendah ke tanah: 140 mm
  • Berat kosong: 95 kg / ( Tipe CW:  94 kg )
  • Kapasitas tangki bahan bakar: 3,7 liter
  • Rangka: Tulang punggung
  • Tipe suspensi depan: Teleskopik
  • Tipe suspensi belakang: Lengan ayun dengan peredam kejut tunggal
  • Ukuran Ban Depan: 80/90 – 14 M/C 40P
  • Ukuran Ban Belakang: 90/90 – 14 M/C 46P
  • Rem Depan: Cakram Hidrolik dengan Piston Tunggal – sistem pengereman CBS / (Tipe CW: Tromol )
  • Rem Belakang: Tromol – sistem pengereman CBS
Previous
Next

HONDA BEAT STREET

Tipe Mesin4 – Langkah, SOHC, eSP
Volume Langkah109.5cc
Sistem Suplai Bahan BakarInjeksi (PGM-FI)
Diameter X Langkah47 x 63,1 mm
Tipe TranmisiOtomatis, V-Matic
Rasio Kompresi10 : 1
Daya Maksimum6,6 kW (9 PS) / 7.500 rpm
Torsi Maksimum9,3 Nm (0,95 kgf.m) / 5.500 rpm
Tipe StarterElektrik & kick Starter / Elektrik (Tipe Smart Key)
Tipe KoplingOtomatis, Sentrifugal, Tipe Kering
Rasio Kompresi Kawasaki Edge VR

Rasio Kompresi Kawasaki Edge VR

Kawasaki EDGE VR merupakan motor bebek dari Kawasaki yang hadir dengan mengusung desain “sharp looking” dengan performa yang handal, akselarasi, cepat serta irit BBM. Selain itu, Kawasaki EDGE VR dibekali dengan mesin yang ramah lingkungan yang dipadukan dengan teknologi KSAI (Kawasaki Secondary Air Injection System).

Untuk jantung pacunya, Motor Kawasaki EDGE VR dibekali mesin berkapasitas 112 cc, 4-Langkah, SOHC, 2 katup dengan system asupan bahan karburator yang disandingkan dengan transmisi 4 percepatan. Mesin tersebut mampu memuntahkan tenaga mencapai 8.30 HP pada 8.000 RPM dan torsi 8.13 Nm pada 8.000 Rpm.

Previous
Next

 

Spesifikasi Kawasaki EDGE VR

FRAME
Rem Depan: Hidrolik, Single Disc, Caliper 2 piston
Rem Belakang : Tromol
Panjang x Lebar x Tinggi: 189 x 700 x 1045 mm
Jarak Poros Roda : 1.230 mm
Jarak ke Tanah: 140 mm
Berat: 104 kg
Kapasitas Bensin: 4.4 literENGINE
Tipe: 4-Langkah, SOHC, 2 katup
Maksimum Power: 8.30 HP / 8.000 RPM
Torsi Maksimum : 8.13 Nm / 8.000 RPM
Karburator: KEIHIN PB18 (Mark P064)
Diameter x Langkah: 53 x 50.6 mm
Sistem Pengapian: DC-CDI
Perbandingan Kompresi: 1:9,5DRIVETRAIN
Jumlah Transmisi: 4-speed
Rasio Gigi: Ke-1  3.000 ( 36/12 )
Rasio Gigi: Ke-2  1.938 ( 31/16 )
Rasio Gigi: Ke-3  1.350 ( 27/20 )
Rasio Gigi: Ke-4  1.087 ( 25/23 )
Final Reduction Ratio: 2.714 ( 38/14 )
Tipe System Final Drive: Chain Drive
Drive Rasio Keseluruhan : 8.900 @ TopGear
Kapasitas Oli Samping: 1,1 liter
Sistem Pelumasan Oli: Forced Lubrication
 
Lihat Juga Produk Motor Bebek Kawasaki Lainnya:
Spesifikasi dan Harga Kawasaki Athlete 125
Spesifikasi dan Harga Kawasaki EDGE R
Demikian sekilas mengenai Motor Kawasaki EDGE VR, Informasi Spesifikasi dan Harga motor bebek Kawasaki ini dirangkum dari situs resmi Kawasaki Motor Indonesia. Semoga bisa menjadikan referensi bagi anda untuk mengenal lebih detail mengenai Spesifikasi dan Harga Motor Kawasaki EDGE VR
Hi-Octan Tablet Mobil

Hi-Octan Tablet Mobil

Apakah semua pemilik kendaraan membutuhkan produk HI-OCTAN? Jawabannya bisa iya bisa tidak. HI-OCTAN dibutuhkan selama kita masih mengisi kendaraan kita yang seharusnya diisi dengan bensin Pertamax, Pertamax Plus atau Pertamax Turbo dengan bensin Pertalite.

Untuk meningkatkan efisiensi dan perfoma kendaraan, mobil-mobil Jaman Now didesain dengan Rasio Kompresi Mesinnya. Sebagai konsekuensinya, bensin yang digunakan haruslah bernilai oktan tinggi, minimal beroktan 92, dalam hal ini, Pertamax atau Shell Super. Ada juga yang idealnya malah diisi bensin beroktan 95, bahkan 98. Ini bukan cuma berlaku untuk mobil mewah, mobil kelas LCGC pun Rasio Kompresi Mesinnyatinggi-tinggi.  Pabrikan mobil LCGC tmenyarankan agar mobil-mobilnya diisi bensin dengan RON 92 ke atas.  sedangkan rata-rata orang masih memilih menggunakan bensin Pertalite RON 90 dengan alasan harga yang lebih ramah di dompet.

Terus darimana kita tahu mobil kita butuhnya Pertamax, Pertamax Plus, atau bahkan Pertamax 98? Dari korelasi antara Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin kendaraan. Semakin tinggi rasio kompresinya, semakin tinggi pula nilai oktan bensin yang dibutuhkan kendaraan. Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan MotorHi-CesterRPM Nasa, Bio1 Racing :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Mobil apa saja sih yang butuh bensin RON 95 ke atas? Mobil dengan rasio kompresi mesin di atas 10,0 : 1.

Previous
Next

 

Apa bedanya Hi-Octan tablet serie terbaru ini dengan Racing Power Machine, Bio1 Racing, Go Green Octane? Produk-produk merek tersebut 1 tabletnya didesain untuk 4 liter bensin dengan kenaikan 5 RON. Sedangkan HI-OCTAN mobil ini. 1 tabletnya didesain untuk 5 liter bensin untuk tiap kenaikan 5 RON. Dosis ini sedikit lebih konsentrat dibanding produk-produknya yang terdahulu.

Dosis umum, 1 tablet untuk 5 hingga 10 liter bensin Pertalite. Kalau mobil kamu butuh bensin RON 92 sementara kamu isi pake Pertalite RON 90, berarti 1 tablet kamu pake untuk 10 hingga 12 liter. Tapi kalau mobil kamu butuh bensin Pertamax Plus, berati 1 tablet nya kamu pake untuk 5 liter bensin Pertalite. Kalau mobil kamu butuhnya Pertalite 98, 1 tabletnya kamu pake untuk tiap 3 liter Pertalite.

Biar sederhana, langusng saja lah dosisnya kita susus berdasarkan rasio kompresi

  • Rasio Kompresi 9,2 : 1 s/d 9,9 : 1, 1 tablet untuk 7 hingga 10 liter Pertalite
  • Rasio Kompresi 10,0 : 1 s/d 10,7 : 1, 1 tablet untuk 5 liter Pertalite
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,5 : 1, 1 tablet untuk 4 lter Pertalite
  • Rasio Kompresi 11,6 : 1 s/d 12,2 : 1, 1 tablet untuk 2,5 liter Pertalite

Sebagai contoh, Avanza dan Xenia, Rasio kompresinya 11,0 : 1, kebutuhan RON 97. Kamu isi 1 tablet tiap 3 liter Pertalite. Kalau diisi 30 liter, berarti campurkan 10 tablet.

Apakah Hi-Octan mobil bisa digunakan di speda motor juga? Tentu saja bisa, asalkan dosisnya sesuai. Misalnya, pada Honda Vario, 1 tablet untuk tiap 4 liter Pertalite. Untuk sepeda motor yang kapasitas tangkinya kecil seperti motor bebek dan matic yang cuma diisi 2,5  hingga 3,5 liter, kurang cocok digunakan, karena akan kelebihan dosis. Jadi, lebih baik gunakan HI-OCTAN edisi motor saja yang ukuran tabletnya lebih sesuai.

Rasio Kompresi Honda Vario

Rasio Kompresi Honda Vario

Meskipun dianjurkan untuk diisi bensin minimal bensin beroktan 92, Honda Vario memang bisa saja diisi bensin Pertalite RON 90. Kebanyakan pemilik sepeda motor memang cenderung mengisi Vario-nya dengan bensin Pertalite yang harganya lebih nyaman di kantong. Sebetulnya, Honda Vario jauh lebih optimal jika diisi bensin Pertamax Turbo. Dengan Rasio Kompresi mesin 11,0 : 1, kebutuhan mesinnya adalah bensin RON 97.

Ada korelasi antara Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin kendaraan. Semakin tinggi rasio kompresinya, semakin tinggi pula nilai oktan bensin yang dibutuhkan kendaraan. Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan MotorHi-CesterRPM Nasa, Bio1 Racing :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Aturan Pakai HI-OCTAN MOTOR adalah :

  • 1 tablet per 4 liter, naik 2,5 RON
  • 1 tablet per 2 liter, naik 5 RON
  • 1 tablet per 1 liter, naik 10 RON

Dengan kata lain :

  • Rasio Kompresi 9,2 : 1 s/d 9,9 : 1, 1 pil 3 untuk tiep 5 liter Pertalite
  • Rasio kompresi 10,0 : 1 s/d 10,7 : 1, 1 pil untuk tiap 2,5 liter Pertalite
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,5 : 1., 1 pil untuk tiap 2 liter Pertalite
  • Rasio kompresi 11,6 : 1 s/d 12,2 : 1, 1 pil untuk tiap 1,5 liter Pertalite

Bagaimana aturan pakai produk HI-OCTAN jiga motor Vario kita diisi bensin Pertalite? Karena tangki bensin Vario cukup besar, baik Hi-Octan edisi Motor maupun edisi mobil keduanya bisa digunakan di motor ini, bisa gunakan 1 tablet Hi-Octan mobil per 5 liter Pertalite

Rasio Kompresi Honda Beat

Rasio Kompresi Honda Beat

berapa Rasio Kompresi Honda Beat? Bensin yang cocok untuk Honda Beat? Idealnya Honda Beat diisi bensin Pertamax hingga Pertamax Plus, atau bensin beroktan 92 hingga 95. Data ini didapat berdasarkan rasio kompresi mesin Honda Beat, yang berkisar antara 9,3 : 1 hingga 10,0 : 1. Ternyata ada beberapa varian Honda Beat, rasio kompresinya gak sama.

Bagaimana sih hubungan Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin? Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan MotorHi-CesterRPM Nasa, Bio1 Racing :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Daftar Rasio Kompresi Honda Beat

  • Honda BeAT , Rasio Kompresi 9,2 : 1
  • Honda BeAT F1, Rasio Kompresi 9,2 : 1
  • Honda BeAT sSP, Rasio Kompresi 10,0 : 1
  • Honda BeAT Street, Rasio Kompresi 10,0 : 1

Bagaimana aturan pakai Hi-Octan jika Honda Beat diisi bensin Pertalite biasa? Tangki bensin Honda Beat relatif kecil. Dengan harga bensin Rp. 7650,- per liter, saat kita isi bensin di SPBU, gak nyampe Rp. 20.000,- juga udah penuh. Hi-Octan yang dianjurkan adalah HI-OCTAN edisi MOTOR. Masukan 1 tablet HI-OCTAN motor untuk isi full tank.

Apa Sih Hubungan Rasio Kompresi Mesin Dengan Anjuran Oktan BBM

Apa Sih Hubungan Rasio Kompresi Mesin Dengan Anjuran Oktan BBM

Tentu ketika Anda membeli sebuah mobil, salah satu variabel yang menjadi anjuran pabrikan dalam penggunaan adalah bahan bakar dengan oktan tertentu. Kebanyakan mobil yang diproduksi saat ini dianjurkan untuk menggunakan bahan bakar 92, bahkan kerap kali pabrikan harus membubuhi sticker untuk mengingatkan pemiliknya. Mobil sport atau mobil dengan turbo, bahkan meminta oktan lebih tinggi sehingga Anda disarankan untuk membeli bahan bakar termahal dengan angka oktan 95 atau 98.

Rasio kompresi mesin, adalah salah satu alasan pabrikan mengeluarkan angka anjuran oktan BBM tersebut.

Memang kenyataannya, mobil seperti Toyota Calya dan Sigra yang dianjurkan untuk menggunakan bahan bakar beroktan 92 memiliki kompresi mesin yang tinggi.

“Kebanyakan mobil saat ini memang high compression, karena mesin dengan kompresi tinggi memiliki efisiensi pembakaran yang lebih baik. Toyota Calya itu rasio kompresinya 11,5:1.. Lalu, mengapa semakin tinggi kompresi mesin sebuah mobil, anjuran oktan bahan bakar dari pabrikan juga lebih tinggi?

Yang pertama kita harus pahami adalah, bagaimana mesin bakar dalam mobil bekerja. Kebanyakan mesin mobil saat ini adalah mesin 4-stroke (langkah) atau 4-tak yang istilahnya lebih populer digunakan pada sepeda motor.

Setiap langkah adalah compression stroke di mana ruang silinder mesin akan terisi penuh oleh bensin dan udara yang terkompresi atau tertekan ke volume ruang bakar yang lebih kecil sebelum terbakar oleh busi.

Rasio kompresi adalah perbandingan antara volume total ruang silinder dengan volume ruang bakar.

Volume total, adalah besar volume mesin saat piston berada di TMB (titik mati bawah) ditambah dengan volume ruang bakar.

Sementara volume ruang bakar, adalah ruang yang tersisa didalam silinder mesin ketika piston tepat berada di TMA (titik mati atas).

“Ibaratkan silinder mesin volumenya 200 cc. Ketika piston turun ruang silinder dapat menghisap 200 cc campuran bensin dan udara. Saat piston di TMA, campuran tersebut akan memadat. Jika volume kepadatan itu 20 cc, berarti rasionya 10:1,” 

Semakin tinggi kompresinya, artinya tekanan dalam ruang bakar semakin besar.

Apa kaitannya dengan anjuran bahan bakar dari pabrikan?

“Nah, dalam keadaan normal. Bensin dan udara yang terkompresi itu akan dibakar oleh busi di TMA. Tetapi, ada keadaan di mana campuran tersebut meledak terlebih dahulu sebelum terbakar oleh busi. Itu yang disebut detonasi dan terjadilah knocking,” 

Nilai Oktan adalah nilai kekuatan bahan bakar terhadap tekanan sebelum terbakar dengan sendirinya. Semakin besar nilai oktan pada bahan bakar, maka semakin tinggi pula tekanan udara yang mampu ditahan. Karena itu, semakin tinggi kompresi mesin atau tekanan dalam ruang bakar, dibutuhkan bahan bakar yang memiliki performa ketahanan lebih baik alias beroktan tinggi. Artinya, anjuran oktan pada bahan bakar bukan cuma sekadar angka.

Menggunakan bahan bakar oktan rendah seperti Premium pada mobil modern dengan kompresi tinggi dapat menyebabkan detonasi. Detonasi akan menimbulkan gejala knocking atau ngelitik yang berisiko merusak mesin mobil.

Bagaimana sih hubungan Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin? Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan MotorHi-CesterRPM Nasa, Bio1 Racing :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Bagaimana cara mengetahui nilai Rasio Kompresi dari mobil dan motor yang kita pakai sehari-hari? Mudah sekali, tinggal buka Google saja, ketikan di mesin pencarian. Nanti ketemu nilainya dech. Setelah ketemu, gunakan pedoman di atas untuk mengetahui bensin apa yang sesuai dengan mobil dan motor kamu.  Contohnya :

Semua Motor Produk Yamaha Tak Direkomendasikan Pakai BBM Premium

Semua Motor Produk Yamaha Tak Direkomendasikan Pakai BBM Premium

Sepeda motor produksi Yamaha yang masih dipasarkan dealer resminya, ternyata tidak ada yang direkomendasikan menggunakan bahan bakar bakar (BBM) jenis Premium. Jenis BBM termuarah yang direkoemndasikan untuk sepeda motor Yamaha adalah BBM Pertalite RON90. Selebihnya direkomendasikan menggunakan BBM Pertamax RON92 dan Pertamax Turbo RON98. Namun ada juga sepeda motor yang disarakan menggunakan BBM jenis Pertamax Plus.

Dalam memilih bahan bakar bakar (BBM) untuk sepeda motor disarankan sesuai dengan spesidikasi mesin motornya. Sementara dari sekian banyak jenis sepeda motor, juga memliki spesidikasi mesin yang berbeda pula. Keragaman spesidikasi mesin ini terdapat dalam sepeda motor produksi Honda, Yamaha, Kawasaki dan pabrikan lainnya.

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam memilih BBM adalah memperhatikan rasio kompresi dari mesin motor. Data ini dapat dilihat dari spesifikasi teknik yang diberikan pabrikan sepeda motor. Makin tinggi rasio kompresi yang dimiliki mesin akan membutuhkan bahan bakar yang memiliki RON tinggi pula.

Bahan bakar yang bagus punya angka oktan yang tinggi. BBM dengan angka oktan tinggi akan mampu menahan kompresi tinggi sehingga tidak terjadi detonasi atau ngelitik. Jika detonasi atau ngelitik dibiarkan akan membuat mesin mudah rusak dan power mesin jadi kecil.

Bila melihat spesifikasi BBM produksi PT. Pertamina dalam laman pertamina.com, semua jenis sepeda motor produksi Yamaha yang masih diedarkan di dealer resmi ternyata sudah tidak ada yang direkoendasikan memakai BBM jenis Premium dengan RON88. Yamaha NMAX.misalnya, direkomendasikan menggunakan bensin jenis Pertamax. Soalnya, dari spesifikasi teknik Yamaha NMAX memiliki rasio kompresi 10,5 : 1.

Dari web Pertamina.com dijelaskan, Pertamax merupakan bahan bakar bensin dengan angka oktan minimal 92 berstandar international. Pertamax sangat direkomendasikan untuk digunakan pada kendaraan yang memiliki kompresi rasio 10:1 hingga 11:1 atau kendaraan berbahan bakar bensin yang menggunakan teknologi setara dengan Electronic Fuel Injection (EFI).

Bagaimana sih hubungan Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin? Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan Motor, Hi-Cester, RPM Nasa, Bio1 Racing :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Daftar Jenis Motor Yamaha dan Rekoemndasi Jenis BBM

  • Yamaha FreeGo, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha Mio S Smart, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha All New X-Ride 125, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha Mio M3 125, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha New Fino Grande 125, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha Soul GT 125, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha New Byson, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha Lexi, rasio kompresi 11,2±0,4 : 1, Pertamax Turbo
  • Yamaha Aerox 155 VVA, rasio kompresi 10,5 ± 0,4 : 1, Pertamax RON 95
  • Yamaha XMAX, rasio kompresi 10,5±0,4 : 1, Pertamax RON 95
  • Yamaha TMAX, rasio kompresi 10,9 : 1, RON 97
  • Yamaha ALL NEW V-ixion, rasio kompresi 10,4 : 1, RON 95
  • Yamaha Xabre, rasio kompresi 10,4 : 1, RON 95
  • Yamaha MT-150, rasio kompresi 11,6 : 1, Pertamax Turbo
  • Yamaha MT-25, rasio kompresi 11,6 : 1, Pertamax Turbo
  • Yamaha All New R15, rasio kompresi 11,6 : 1, Pertamax Turbo
  • Yamaha R25, rasio kompresi 11,6 : 1, Pertamax Turbo
Hi-Octan Tablet Motor

Hi-Octan Tablet Motor

Belum lama ini CV Energi Selaras Alam mengeluarkan varian baru Hi-Octan tablet. Produk ini merupakan pelengkap dari Hi-Octan Tablet Mobil yang sudah beredar sebelumnya. Hi-Octan Tablet Special Motor ini  didesain khusus untuk sepeda motor. Pertanyaannya, kenapa harus ada varian khusus motor? Bukanlah Hi-Octan tablet edisi sebelumnya juga bisa digunakan di sepeda motor? Apa bedanya dengan Hi-Octan tablet serie sebelumnya?

Seperti diketahui sebelumnya, Hi-Octan tablet serie sebelumnya, yang beredar dengan merek Bio Racing, Go Green Octan, Racing Power Machine,  didesain dengan untuk 1 tablet untuk 4 liter dengan kenaikan 5 RON. Produk-produk ini bisa dipakai dengan fleksibel untuk berbagai jenis mobil apapun, juga untuk sepeda motor untuk kapasitas tangki yang agak besar. Tetapi kurang cocok untuk sepeda motor yang kapasitas tangkinya kecil.

Kenapa bisa kurang cocok? Ada beberapa alasan. Pertama, berkenaan dengan kapasitas tangki bensin motor bebek dan matic rata-rata. Seperti kita ketahui.  ukuran kapasitas rata-rata tangki bensin motor matic dan bebek itu kurang dari 3 liter. Mungkin kamu sendiri mengalami pada saat isi bensin di SPBU. Dengan harga bensin Rp. 7650,- / liter, saat minta isi bensin full tank, baru diisi sekitar 2,3 liter juga tangkinya sudah penuh khan? Belum lagi masalah kebiasaan. Saya pribadi terbiasa ngisinya dipasin dengan uang antara 15rb hingga 25rb rupiah. 15rb saat isi Honda Beat, 25Rb saat isi Suzuki Titan atau Vega R yang tangkinya lebih besar. Beda kalo kamu pake Vario yang bisa diisi 5 liter lebih.

Alasan kedua, dilihat dari jenis bensin apa yang cocok buat kebanyakan motor bebek dan matic.

Bagaimana sih hubungan Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin? Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio KOmpresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Kalau kamu belum tahu berapa Rasio Kompresi motor yang kamu pakai, tinggal cari aja di Google. Gampang kok. Sebagai ilustrasi

  • Honda Beat, Rasio Kompresi, RON 92
  • Yamah Mio M 125, Rasio Kompresi 9,5 : 1, RON 92
  • Suzuki Smash Titan, Rasio Kompresi 9,5 : 1, RON 92
  • Yamaha Vega ZR, Rasio Kompresi 9,3 : 1, RON 92
  • Honda Vario, Rasio Kompresi 11,0 : 1, RON 97

Motor yang cukup diisi bensin RON 92 hingga 95, tentuk tidak cocok diisi bensin yang nilai oktannya terlalu tinggi. Misal, Beat itu lebih enak pakai Pertamax dibanding Pertamax Turbo.

Apa jadinya jika 2 liter bensin Pertalite RON 90 dicampur dengan 1 tablet RPM atau Bio1 Racing? RON naik 10! Nilai oktan ini terlalu tinggi untuk Matic dan Bebek yang cuma butuh oktan 92 hingga 95 saja. Motor kamu malah jadi gak enak. Bukannya makin irit, bisa-bisa malah lebih boros! Beda bangeth jika cuma diisi setengah tablet RPM atau Bio1 Racing. Masalahnya, khan gak mudah, gimana cara motongnya? Gak praktis amat 😀

Jadi paham khan kenapa sekarang ada produk Hi-Octan khusus Sepeda Motor?

Pesan segera melalui :

Daihatsu Sigra Dianjurkan Pake Pertamax Turbo

Daihatsu Sigra Dianjurkan Pake Pertamax Turbo

Astra Daihatsu Sigra dibuat untuk memenuhi regulasi Low Cost Green Car (LCGC). Sigra harus bisa memenuhi syarat hemat energi. Karena itu Sigra disarankan untuk menggunakan bahan bakar dengan oktan 92. Sebab, kompresi mesin Sigra sudah terbilang tinggi.

Bagaimana sih hubungan Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin? Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio KOmpresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

“Mesin itu sekarang kan rata-rata sudah high compression. Sigra itu rasio kompresinya 11,5:1. Kompresi tinggi itu sendiri membutuhkan bahan bakar dengan oktan tinggi. Rekomendasi kita tetap RON 92,” kata Technical Service Executive Coordinator ADM, Anjar Rosjadi di Astra International Daihatsu Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Tapi dalam kondisi tertentu sebenarnya Sigra bisa saja menggunakan bahan bakar dengan oktan rendah. Misalnya, di beberapa daerah bahan bakar minyak dengan RON 92 sulit didapatkan, maka Sigra bisa berjalan menggunakan bahan bakar di bawah RON 92. Tapi konsekuensi dalam jangka pendek, tenaga dan efisiensi bahan bakar menjadi kurang maksimal.

“Dan dalam jangka waktu lama dipakai terus-menerus dengan oktan rendah, tentunya pembakaran tidak sempurna efeknya ada karbon sisa pembakaran. Lama-lama mesin bisa kotor,” jelas Anjar.

Anjar menyebut, kalau terjadi kerusakan mesin akibat penggunaan bahan bakar dengan oktan yang lebih rendah, maka hal itu bisa menggugurkan garansi kendaraan.

“Secara aturan akan menggugurkan garansi kalau pakai oktan yang lebih rendah. Tapi kita akan lihat situasinya. Kalau ada problem yang terkait dengan penggunaan bahan bakar oktan rendah tentunya waranty-nya akan gugur. Kalau misalnya7 mesin rusak karena ngelitik akibat pakai oktan rendah, itu kan terkait langsung (dengan penggunaan bahan bakar oktan rendah). Tapi kalau problem yang tidak berhubungan dengan pemakaian bahan bakar oktan rendah misalnya masalah pada suspensi, ya masih bisa. Kita cek dulu kan case by case,” kata Anjar.

 

Baca artikel detikoto, “Sigra Disarankan Pakai BBM RON 92” selengkapnya https://oto.detik.com/mobil/d-3302730/sigra-disarankan-pakai-bbm-ron-92.

Mobil LCGC Seharusnya Diisi Bensin Beroktan Tinggi

Mobil LCGC Seharusnya Diisi Bensin Beroktan Tinggi

Mobil murah ramah lingkungan atau LCGC, pertama kali diciptakan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan dengan harga yang terjangkau namun memiliki emisi rendah. Itulah sebabnya kenapa para pabrikan pun merekomendasikan bensin yang lebih bersih, seperti bensin dengan nilai RON 92 seperti Pertamax atau Shell Super sebagai batas minimal untuk mobil LCGC mereka. 

Banyak masyarakat yang belum paham bahwa kebutuhan bensin kendaraan itu sangat tergantung pada Rasio Kompresi Mesin kendaraan tersebut, dengan aturan :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d 9,3 : 1, RON 90
  • Rasio Kompresi 9,4 : 1 s/d 10,0 : 1, RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, RON 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,1 : 1, RON 100

Apa sih sebanya mobil-mobil LCGC butuh bensin beroktan tinggi? Mobil-mobil tersebut didesain dengan Rasio Kompresi mesin yang tinggi, sebagai ilustrasi :

  • Avanza / Xenia, Rasio Konmpresi 11,0 : 1, idealnya diisi bensin ROn 97
  • Toyota Calya, Rasio Kompresi 11,5 : 1, idelanya diisi Pertamax Turbo
  • Toyota Agya, Rasio Kompresi 10,3 : 1, idealnya diisi bensin RON 95. Jenis bensin ini saat ini tidak tersedia di SPBU Pertamina, tapi ada di SPBU Shell dengan nama Shell V-Power

Namun nyatanya, masih banyak pengguna LCGC yang mengisi mobil mereka dengan bensin yang lebih terjangkau seperti bensin dengan Premium (RON 88) atau Pertalite (RON 91). Banderol Pertamax yang dirasa terlampau mahal menjadi alasan mereka tidak mentaati anjuran yang ditetapkan oleh para pabrikan. Penggunaan bensin yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan dapat menimbulkan efek yang kurang baik pada mesin kendaraan dalam pemakaian jangka panjang.

Performa mesin akan menurun dan emisi gas buang memburuk, dalam jangka panjang juga dapat membuat usia mesin menjadi pendek karena adanya kerusakan komponen, .

Tulisan rekomendasi oktan bensin minimal yang ada di belakang salah satu kendaraan LCGC, Toyota Calya.

Mobil murah ramah lingkungan atau LCGC, pertama kali diciptakan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan dengan harga yang terjangkau namun memiliki emisi rendah.

Oleh karena itu para pabrikan pun merekomendasikan bensin yang lebih bersih, seperti bensin dengan nilai RON 92 seperti Pertamax sebagai batas minimal untuk mobil LCGC mereka.

Namun nyatanya, masih banyak pengguna LCGC yang mengisi mobil mereka dengan bensin yang lebih terjangkau seperti bensin dengan Premium (RON 88) atau Pertalite (RON 91). Banderol Pertamax yang dirasa terlampau mahal menjadi alasan mereka tidak mentaati anjuran yang ditetapkan oleh para pabrikan.

Alternatif Solusi Masalah Ini :

Tambahkan Hi-Octan Tablet pada bensin Pertalite Anda!