Apa Bedanya Kompresi dengan Rasio Kompresi Mesin?

Istilah kompresi dan rasio Kompresi seolah-olah sama, padahal jauh berbeda. Istilah Rasio Kompresi sering dihubungkan dengan kebutuhan jenis bahan bakar. Semakin tinggi Rasio Kompresi Mesin sebuah mobil atau motor, semakin tinggi nilai oktan bensin yang dibutuhkan oleh kendaraan tersebut.

Berbeda dengan Rasio Kompresi, Kompresi adalah indikator yang menunjukkan jumlah tekanan yang ada di dalam silinder mesin kendaraan.

Kompresi adalah salah satu komponen yang penting untuk dipahami bagi setiap pemilik mobil. Namun, masih banyak pemilik mobil yang mengira kompresi dan rasio kompresi itu sama. Padahal antara kompresi dan rasio mempunyai perbedaan yang cukup signifikan.

Membedakan kompresi dan rasio dapat dilakukan dengan memahami pengertian keduanya terlebih dahulu. Kompresi dan rasio pada mobil mempunyai fungsi yang berbeda pada mesin. Berikut adalah ulasan mengenai apa itu kompresi dan rasio yang perlu Anda ketahui.

Pengertian Kompresi

Apa itu kompresi? Kompresi merupakan indikator yang menunjukkan jumlah tekanan yang ada di dalam silinder mesin kendaraan. Proses kompresi ini terjadi pada saat piston pada mesin mobil mulai menyemprotkan bahan bakar yang kemudian akan ditangkap oleh api busi.

Pengecekan tekanan yang ada di dalam silinder perlu dilakukan secara berkala untuk menghindari kebocoran kompresi pada mesin mobil. Di samping itu, pemilik kendaraan juga harus bisa memahami hal-hal yang bisa menyebabkan terjadinya kebocoran kompresi pada mesin mobil.

Salah satu penyebab terjadinya kompresi pada silinder adalah adanya kelonggaran jarak antara liner dan seher. Di samping itu, kompresi juga bisa terjadinya karena ring seher yang lemah, sehingga tidak dapat bekerja maksimal dalam tekanan di silinder mesin.

Kebocoran mesin yang tidak segera ditangani dengan baik akan berpotensi menyebabkan kerusakan yang parah. Akibat dari kebocoran ini adalah kinerja mesin semakin melemah atau bahkan tidak bisa dihidupkan sama sekali.

Cara Mengukur Kompresi Mesin

Alat yang digunakan untuk mengukur kompresi adalah compression gauge yang dihubungkan ke dalam lubang besi melalui adaptor. Langkah yang selanjutnya adalah menekan elektrik starter agar mesin kendaraan bisa menyala.

Hal berikutnya yang perlu diperhatikan dalam mengukur kompresi mesin adalah besaran tekanan pada silinder. Anda perlu memperhatikan jarum penunjuk yang ada pada compression gauge untuk memastikan tekanan sesuai dengan kebutuhan silinder.

Tekanan silinder yang semakin akan membawa dampak baik bagi kendaraan bermotor. Hal ini disebabkan tekanan tersebut akan menghasilkan tenaga yang besar bagi mesin kendaraan. Mobil dapat bergerak dengan kecepatan tinggi apabila tekanan pada silinder berjumlah besar.

Komponen lain yang perlu dicek saat ingin memperhatikan kompresi mobil adalah karbu dan kopling. Pengecekan komponen ini perlu dilakukan saat tekanan dalam silinder dalam jumlah yang besar, namun kompresi masih tetap mengalami kebocoran dan kinerja tidak maksimal.

Mengenal Rasio Kompresi

Rasio kompresi merupakan perbandingan antara volume silinder ketika piston berada di titik yang paling terendah dan tertinggi. Apabila perbandingan yang ada di piston ini semakin tinggi maka dapat diartikan bahwa bahan bakar yang digunakan dalam jumlah besar.

Banyak yang mengartikan rasio sebagai proses pembuangan gas yang terjadi ketika mesin mobil sedang bekerja. rasio pada kompresi ini juga dianggap berhubungan dengan jenis bahan bakar yang dipakai untuk mesin mobil tersebut.

Rasio yang menunjukkan jumlah tinggi maka akan mempengaruhi kandungan reset oktan number pada bahan bakar yang sedang digunakan. Apabila research octane number ini dalam jumlah besar maka mesin pada mobil akan rentan mengalami detonasi.

Perbandingan rasio ini dapat dilihat dari besar silinder yang ada pada mobil. Setiap mobil mempunyai besaran silinder yang berbeda, sehingga pengukuran rasio ini harus dilakukan dengan seksama. Pemilihan bahan bakar yang tepat untuk mobil juga menentukan perbandingan piston tersebut.

Rekomendasi BBM yang Tepat

Kendaraan bermotor tidak boleh menggunakan bahan bakar yang sembarangan. Ada beberapa jenis bahan bakar untuk kendaraan bermotor namun dalam penggunaannya harus disesuaikan dengan karakteristik mesin.

Jenis bahan bakar kendaraan bermotor yang berlaku di setiap negara tidak sama. Di Indonesia ada 4 jenis bahan bakar kendaraan bermotor yang dapat digunakan. Bahan bakar kendaraan bermotor yang berlaku di Indonesia antara lain adalah pertalite, Pertamax, premium, dan pertamax turbo.

Setiap bahan bakar kendaraan bermotor yang berlaku di Indonesia disesuaikan dengan spesifikasi mesin masing-masing. Kecocokan bahan bakar dengan spesifikasi mesin ini dapat ditentukan melalui oktan yang diukur dengan membandingkannya dengan rasio pada kompresi.

Penilaian Menggunakan Oktan
Oktan salah satu molekul yang menyusun di bahan bakar kendaraan bermotor. Jumlah oktan yang ada di dalam bahan bakar kendaraan akan menentukan besarnya tekanan yang dapat dihasilkan. Apabila oktan dalam jumlah rendah berarti bahan bakar dapat di-starter campur secara cepat dengan udara.

Hubungan antara oktan dengan rasio pada kendaraan bermotor adalah untuk mengetahui seberapa besar emisi yang akan dihasilkan dari pembakaran bahan bakar. Kendaraan yang mempunyai rasio lebih tinggi maka akan bisa menghasilkan emisi yang rendah.

Penggunaan bahan bakar yang salah akan menyebabkan kerusakan mesin dapat terjadi lebih cepat. Akibatnya adalah mesin mobil tidak bisa digunakan untuk melaju dengan kecepatan tinggi. Kemungkinan buruk lainnya yang bisa diterima dalam mesin mobil akan mati total.

Pilihan Bahan Bakar untuk Mesin
Pada umumnya setiap pabrik mobil sudah mencantumkan jenis bahan bakar yang dapat digunakan untuk kendaraan. Hal ini membuat pemilik mobil seharusnya mengikuti anjuran bahan bakar yang sudah ditentukan dari pabrik tersebut.

Kecocokan bahan bakar dengan mesin mobil merupakan hal yang sangat penting agar kendaraan tidak mengalami kendala. Berikut ini adalah beberapa jenis pilihan bahan bakar untuk mesin mobil yang bisa disesuaikan dengan spesifikasi dari pabrik.

Premium
Jenis bahan bakar pertama yang dapat dijadikan sebagai pilihan untuk menyalakan mesin mobil adalah premium berwarna kuning. Bahan bakar premium tergolong memiliki oktan dengan nilai yang paling rendah yaitu hanya 88 saja.

Jumlah rasio pada kompresi mesin mobil yang menggunakan bahan bakar bensin adalah 9 : 1. Kecepatan mobil yang menggunakan bahan bakar bensin untuk mesinnya tergolong sangat rendah. Di samping itu emisi yang dihasilkan dari proses pembakaran juga tergolong tinggi.

Pertalite
Pertalite merupakan jenis bahan bakar kedua yang bisa digunakan untuk mesin mobil dengan oktan 90. perbandingan kompresi pada mesin mobil yang menggunakan bahan bakar pertalite adalah antara 9 : 1 hingga 10 : 1.

Bahan bakar pertalite identik dengan warna hijau yang cenderung gelap. Pertamax merupakan bahan bakar yang bisa menghasilkan tarikan mesin lebih halus jika dibandingkan dengan premium.

Pertamax Biru
Bahan bakar Pertamax merupakan jenis yang paling umum digunakan untuk mobil. Hal ini dikarenakan Pertamax dinilai sebagai bahan bakar yang ideal. Besaran oktan pada mesin mobil yang menggunakan bahan bakar Pertamax adalah senilai 92.

Kendaraan yang bisa menggunakan bahan bakar Pertamax adalah kendaraan yang memiliki rasio 10 banding 1 sampai 11 banding 1. Besaran hasil ini dapat dilihat dari spesifikasi kendaraan yang sudah ditentukan dari pabrik.

Pertamax Racing
Pertamax Racing merupakan jenis bahan bakar yang bisa digunakan untuk kendaraan dengan kecepatan sangat tinggi. Bahan bakar ini biasanya dipilih untuk mobil yang yang digunakan untuk menempuh perjalanan jauh dengan kecepatan tinggi.

Besaran akan kendaraan yang menggunakan bahan bakar Pertamax Racing adalah di atas 100. Sementara untuk perbandingan rasio yang ada pada kompresi adalah diatas 13 : 1.

HI-CESTER

Permasalahan solar di Indonesia

Berbicara tentang solar, bukan merupakan sesuatu hal yang aneh di Indonesia. Sebagai bahan bakar ke-2 yang terbanyak digunakan di Indonesia, hampir semua orang di Indonesia pasti mengenal bahan bakar yang selalu tersedia di SPBU-SPBU ini. Bahan bakar yang selalu berhubungan dengan industri dan perdagangan di Indonesia, termasuk kendaraan-kendaraan operasionalnya (truk, mobil angkutan barang, mobil operasional, dan bus), dan mesin-mesin industri telah menjadi nyawa bagi berputarnya roda industri di negeri tercinta ini.

Pada kenyataan di lapangan, sering terjadi bahwa bahan bakar solar bersubsidi yang ada di SPBU-SPBU memiliki kinerja kriteria tetapan yang buruk. Bisa kita lihat dengan mudah banyak sekali kendaraan-kendaraan berbahan bakar solar (bus, truk, mobil elf, mobil pribadi, dll) memiliki abu knalpot yang kotor sehingga mengganggu pengguna kendaraan lain, suara kendaraan yang kasar, dan umur layan kendaraan yang pendek (kurang dari 6 tahun). Tidak semua pihak mampu membeli solar dengan kualitas yang bagus karena harga yang sangat tinggi. HI-CESTER dibuat untuk menjawab tantangan tersebut. Sehingga diharapkan, hadirnya produk ini dapat menjawab kebutuhan seluruh masyarakat yang mendambakan solar berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau.

Kegunaan HI-CESTER

HI-CESTER merupakan additif solar hasil penelitian intensif, hasil karya anak bangsa, terbuat dari bahan-bahan lokal yang terpilih, dan dengan dosis yang tepat mampu untuk meningkatkan kualitas solar sesuai dengan kriteria tetapan. Seluruh pengguna HI-CESTER dapat dengan mudah melihat pada penggunaan-penggunaan awal, bahwa kadar abu knalpot dan karbon monoksida berkurang secara signifikan serta suara mesin lebih halus. Apalagi dengan penggunaan yang menerus dalam waktu lama, perawatan mesin akan terlihat dan umur layan kendaraan ataupun mesin akan bertambah.

Produk HI-CESTER ini berfokus bukan hanya untuk meningkatkan nilai cetan saja (hi-cetan) tapi produk untuk meng-OPTIMALkan seluruh sistem cetan (cetan system optimizer), Karena di dalam solar, peningkatan angka cetan saja tidak begitu signifikan berpengaruh pada mesin kendaraan. Tapi dengan fungsinya yang mampu menurunkan kadar emisi, sulfur dan kandungan air di dalam mesin solar/diesel, HI-CESTER mampu merawat mesin sesuai dengan kriteria tetapan yg seharusnya ada pada solar. Pada ujicoba lapangan pun, didapatkan hasil bahwa setelah pemakaian HI-CESTER pada kendaraan/mesin diesel, suara mesin lebih halus, tenaga meningkat, abu pembuangan berkurang drastis, mesin lebih mudah dihidupkan dan penghematan terjadi.

Manfaat HI-CESTER

  • Mesin lebih BERTENAGA
  • MEMPERHALUS suara mesin
  • MENGHEMAT bahan bakar hingga 20%
  • MEMPERPANJANG umur layan mesin
  • MENGURANGI emisi gas CO (Karbon Monoksida) dan abu knalpot
  • MENGOPTIMALKAN proses pembakaran pada mesin
  • MENGURANGI SECARA SIGNIFIKAN biaya perawatan mesin (pemakaian pada jangka waktu panjang)

Cara penggunaan HI-CESTER

HI-CESTER ditambahkan pada tangki bahan bakar pada saat pengisian solar di SPBU dengan dosis yang disesuaikan dengan banyaknya pengisian solar. Dosis yang digunakan pada penggunaan awal HI-CESTER adalah :

  • 1 tablet pada tiap 10 liter Biosolar : Pajero, Innova, Fortuner
  • 1 tablet pada tiap 12 liter Biosolar : Panther, Bus, Minibus
  • 1 tablet pada tiap 14 liter Biosolar : Peralatan konstruksi, perahu nelayan, alat dan mesin pertanian

Mengenai Keamanan HI-CESTER

Produk ini aman untuk kendaraan atau mesin diesel jenis apapun. Produk ini bekerja dengan baik untuk berbagai jenis kendaraan diesel produksi lama ataupun keluaran terbaru. Produk ini juga telah digunakan di beberapa jenis industri besar di Indonesia. Dan telah diujicoba oleh mekanik-mekanik berpengalaman dan disarankan oleh beberapa bengkel besar untuk digunakan secara terus menerus oleh konsumennya.

Cara Penyimpanan HI-CESTER

Disarankan tidak disimpan di dalam kendaraan. Simpanlah di tempat yang sejuk dan jauh dari api

Rasio Kompresi Honda Beat

Rasio Kompresi Honda Beat

Merupakan skutik terbaru Honda yang hadir dengan dibekali teknologi canggih Enhanced Smart Power (eSP) yang diklaim lebih hemat bahan bakar serta ramah lingkungan. Selain itu penampilan Honda BeAT eSP terlihat masih mengusung desain yang ramping dengan konsep sporti yang dengan handle cover berlekuk tajam.

All New Honda BeAT eSP juga dibekali dengan fitur-fitur berteknologi modern seperti comby brake system yang memudahkan pengereman roda depan dan belakang, lebih praktis serta aman di semua kondisi jalan, standar samping otomatis yang membuat mesin tidak akan hidup jika standar masih dalam posisi turun, brake lock untuk mencegah motor loncat saat awal motor dinyalakan dan dalam kondisi diam saat berhenti di jalan menanjak ataupun menurun. Fitur unggulan lainnya All New Honda BeAT eSP adalah pengaman kunci bermagnet.

Selain fitur utama tadi, Motor Skutik Honda Beat eSP memiliki kapasitas u-box yang berukuran besar yaitu 11 liter. Ketinggian antara jok ke tanah adalah 740 mm yang dapat memberikan kenyamanan saat berkendara sendiri maupun berboncengan. Selain itu desain sporty dengan garis bodi berlekuk tajam dan striping baru untuk memperkuat kesan sporty.

Previous
Next

Sementara sektor dapur pacunya, Skutik All New Honda BeAT eSP dipersenjatai dengan mesin berkapasitas 110 cc 4-langkah, SOHC dengan pendinginan udara, yang mampu memuntahkan tenaga 6.38 kW (8.68 PS) pada putaran 7.500 rpm dan torsi 9,01 Nm (0,92 kgf.m) pada  6.500 rpm.

Spesifikasi All New Honda BeAT eSP

  • Tipe mesin: 4-langkah, SOHC dengan pendinginan udara, eSP
  • Volume Langkah: 108,2 cm3
  • Diameter X Langkah: 50 x 55,1 mm
  • Perbandingan Kompresi: 9,5 : 1
  • Daya Maksimum: 6.38 kW (8.68 PS) / 7.500 rpm
  • Torsi Maksimum: 9,01 Nm (0,92 kgf.m) / 6.500 rpm
  • Kapasitas Minyak Pelumas Mesin: 0,7 liter pada penggantian periodik
  • Tipe Kopling: Otomatis, sentrifugal, tipe kering
  • Tipe Transmsi: Otomatis, V-Matic
  • Pola Pengoperan Gigi: –
  • Tipe Starter: ACG Starter, pedal & elekterik
  • Tipe Battery: Battery 12V-3Ah, tipe MF / ( Tipe CBS ISS Battery 12V-5Ah, tipe MF )
  • Busi: NGK MR9C-9N / Denso V27EPR-N9
  • Pengapian: Full Transisterized, Baterai
  • Panjang X Lebar X Tinggi: 1.873 x 678 x 1.074 mm
  • Jarak Sumbu Roda: 1.256 mm
  • Jarak terendah ke tanah: 140 mm
  • Berat kosong: 95 kg / ( Tipe CW:  94 kg )
  • Kapasitas tangki bahan bakar: 3,7 liter
  • Rangka: Tulang punggung
  • Tipe suspensi depan: Teleskopik
  • Tipe suspensi belakang: Lengan ayun dengan peredam kejut tunggal
  • Ukuran Ban Depan: 80/90 – 14 M/C 40P
  • Ukuran Ban Belakang: 90/90 – 14 M/C 46P
  • Rem Depan: Cakram Hidrolik dengan Piston Tunggal – sistem pengereman CBS / (Tipe CW: Tromol )
  • Rem Belakang: Tromol – sistem pengereman CBS
Previous
Next

HONDA BEAT STREET

Tipe Mesin4 – Langkah, SOHC, eSP
Volume Langkah109.5cc
Sistem Suplai Bahan BakarInjeksi (PGM-FI)
Diameter X Langkah47 x 63,1 mm
Tipe TranmisiOtomatis, V-Matic
Rasio Kompresi10 : 1
Daya Maksimum6,6 kW (9 PS) / 7.500 rpm
Torsi Maksimum9,3 Nm (0,95 kgf.m) / 5.500 rpm
Tipe StarterElektrik & kick Starter / Elektrik (Tipe Smart Key)
Tipe KoplingOtomatis, Sentrifugal, Tipe Kering
Rasio Kompresi Kawasaki Edge VR

Rasio Kompresi Kawasaki Edge VR

Kawasaki EDGE VR merupakan motor bebek dari Kawasaki yang hadir dengan mengusung desain “sharp looking” dengan performa yang handal, akselarasi, cepat serta irit BBM. Selain itu, Kawasaki EDGE VR dibekali dengan mesin yang ramah lingkungan yang dipadukan dengan teknologi KSAI (Kawasaki Secondary Air Injection System).

Untuk jantung pacunya, Motor Kawasaki EDGE VR dibekali mesin berkapasitas 112 cc, 4-Langkah, SOHC, 2 katup dengan system asupan bahan karburator yang disandingkan dengan transmisi 4 percepatan. Mesin tersebut mampu memuntahkan tenaga mencapai 8.30 HP pada 8.000 RPM dan torsi 8.13 Nm pada 8.000 Rpm.

Previous
Next

 

Spesifikasi Kawasaki EDGE VR

FRAME
Rem Depan: Hidrolik, Single Disc, Caliper 2 piston
Rem Belakang : Tromol
Panjang x Lebar x Tinggi: 189 x 700 x 1045 mm
Jarak Poros Roda : 1.230 mm
Jarak ke Tanah: 140 mm
Berat: 104 kg
Kapasitas Bensin: 4.4 literENGINE
Tipe: 4-Langkah, SOHC, 2 katup
Maksimum Power: 8.30 HP / 8.000 RPM
Torsi Maksimum : 8.13 Nm / 8.000 RPM
Karburator: KEIHIN PB18 (Mark P064)
Diameter x Langkah: 53 x 50.6 mm
Sistem Pengapian: DC-CDI
Perbandingan Kompresi: 1:9,5DRIVETRAIN
Jumlah Transmisi: 4-speed
Rasio Gigi: Ke-1  3.000 ( 36/12 )
Rasio Gigi: Ke-2  1.938 ( 31/16 )
Rasio Gigi: Ke-3  1.350 ( 27/20 )
Rasio Gigi: Ke-4  1.087 ( 25/23 )
Final Reduction Ratio: 2.714 ( 38/14 )
Tipe System Final Drive: Chain Drive
Drive Rasio Keseluruhan : 8.900 @ TopGear
Kapasitas Oli Samping: 1,1 liter
Sistem Pelumasan Oli: Forced Lubrication
 
Lihat Juga Produk Motor Bebek Kawasaki Lainnya:
Spesifikasi dan Harga Kawasaki Athlete 125
Spesifikasi dan Harga Kawasaki EDGE R
Demikian sekilas mengenai Motor Kawasaki EDGE VR, Informasi Spesifikasi dan Harga motor bebek Kawasaki ini dirangkum dari situs resmi Kawasaki Motor Indonesia. Semoga bisa menjadikan referensi bagi anda untuk mengenal lebih detail mengenai Spesifikasi dan Harga Motor Kawasaki EDGE VR
Hi-Octan Tablet Mobil

Hi-Octan Tablet Mobil

Apakah semua pemilik kendaraan membutuhkan produk HI-OCTAN? Jawabannya bisa iya bisa tidak. HI-OCTAN dibutuhkan selama kita masih mengisi kendaraan kita yang seharusnya diisi dengan bensin Pertamax, Pertamax Plus atau Pertamax Turbo dengan bensin Pertalite.

Untuk meningkatkan efisiensi dan perfoma kendaraan, mobil-mobil Jaman Now didesain dengan Rasio Kompresi Mesinnya. Sebagai konsekuensinya, bensin yang digunakan haruslah bernilai oktan tinggi, minimal beroktan 92, dalam hal ini, Pertamax atau Shell Super. Ada juga yang idealnya malah diisi bensin beroktan 95, bahkan 98. Ini bukan cuma berlaku untuk mobil mewah, mobil kelas LCGC pun Rasio Kompresi Mesinnyatinggi-tinggi.  Pabrikan mobil LCGC tmenyarankan agar mobil-mobilnya diisi bensin dengan RON 92 ke atas.  sedangkan rata-rata orang masih memilih menggunakan bensin Pertalite RON 90 dengan alasan harga yang lebih ramah di dompet.

Terus darimana kita tahu mobil kita butuhnya Pertamax, Pertamax Plus, atau bahkan Pertamax 98? Dari korelasi antara Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin kendaraan. Semakin tinggi rasio kompresinya, semakin tinggi pula nilai oktan bensin yang dibutuhkan kendaraan. Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan MotorHi-CesterRPM Nasa, Bio1 Racing :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Mobil apa saja sih yang butuh bensin RON 95 ke atas? Mobil dengan rasio kompresi mesin di atas 10,0 : 1.

Previous
Next

 

Apa bedanya Hi-Octan tablet serie terbaru ini dengan Racing Power Machine, Bio1 Racing, Go Green Octane? Produk-produk merek tersebut 1 tabletnya didesain untuk 4 liter bensin dengan kenaikan 5 RON. Sedangkan HI-OCTAN mobil ini. 1 tabletnya didesain untuk 5 liter bensin untuk tiap kenaikan 5 RON. Dosis ini sedikit lebih konsentrat dibanding produk-produknya yang terdahulu.

Dosis umum, 1 tablet untuk 5 hingga 10 liter bensin Pertalite. Kalau mobil kamu butuh bensin RON 92 sementara kamu isi pake Pertalite RON 90, berarti 1 tablet kamu pake untuk 10 hingga 12 liter. Tapi kalau mobil kamu butuh bensin Pertamax Plus, berati 1 tablet nya kamu pake untuk 5 liter bensin Pertalite. Kalau mobil kamu butuhnya Pertalite 98, 1 tabletnya kamu pake untuk tiap 3 liter Pertalite.

Biar sederhana, langusng saja lah dosisnya kita susus berdasarkan rasio kompresi

  • Rasio Kompresi 9,2 : 1 s/d 9,9 : 1, 1 tablet untuk 7 hingga 10 liter Pertalite
  • Rasio Kompresi 10,0 : 1 s/d 10,7 : 1, 1 tablet untuk 5 liter Pertalite
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,5 : 1, 1 tablet untuk 4 lter Pertalite
  • Rasio Kompresi 11,6 : 1 s/d 12,2 : 1, 1 tablet untuk 2,5 liter Pertalite

Sebagai contoh, Avanza dan Xenia, Rasio kompresinya 11,0 : 1, kebutuhan RON 97. Kamu isi 1 tablet tiap 3 liter Pertalite. Kalau diisi 30 liter, berarti campurkan 10 tablet.

Apakah Hi-Octan mobil bisa digunakan di speda motor juga? Tentu saja bisa, asalkan dosisnya sesuai. Misalnya, pada Honda Vario, 1 tablet untuk tiap 4 liter Pertalite. Untuk sepeda motor yang kapasitas tangkinya kecil seperti motor bebek dan matic yang cuma diisi 2,5  hingga 3,5 liter, kurang cocok digunakan, karena akan kelebihan dosis. Jadi, lebih baik gunakan HI-OCTAN edisi motor saja yang ukuran tabletnya lebih sesuai.

Rasio Kompresi Honda Vario

Rasio Kompresi Honda Vario

Meskipun dianjurkan untuk diisi bensin minimal bensin beroktan 92, Honda Vario memang bisa saja diisi bensin Pertalite RON 90. Kebanyakan pemilik sepeda motor memang cenderung mengisi Vario-nya dengan bensin Pertalite yang harganya lebih nyaman di kantong. Sebetulnya, Honda Vario jauh lebih optimal jika diisi bensin Pertamax Turbo. Dengan Rasio Kompresi mesin 11,0 : 1, kebutuhan mesinnya adalah bensin RON 97.

Ada korelasi antara Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin kendaraan. Semakin tinggi rasio kompresinya, semakin tinggi pula nilai oktan bensin yang dibutuhkan kendaraan. Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan MotorHi-CesterRPM Nasa, Bio1 Racing :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Aturan Pakai HI-OCTAN MOTOR adalah :

  • 1 tablet per 4 liter, naik 2,5 RON
  • 1 tablet per 2 liter, naik 5 RON
  • 1 tablet per 1 liter, naik 10 RON

Dengan kata lain :

  • Rasio Kompresi 9,2 : 1 s/d 9,9 : 1, 1 pil 3 untuk tiep 5 liter Pertalite
  • Rasio kompresi 10,0 : 1 s/d 10,7 : 1, 1 pil untuk tiap 2,5 liter Pertalite
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,5 : 1., 1 pil untuk tiap 2 liter Pertalite
  • Rasio kompresi 11,6 : 1 s/d 12,2 : 1, 1 pil untuk tiap 1,5 liter Pertalite

Bagaimana aturan pakai produk HI-OCTAN jiga motor Vario kita diisi bensin Pertalite? Karena tangki bensin Vario cukup besar, baik Hi-Octan edisi Motor maupun edisi mobil keduanya bisa digunakan di motor ini, bisa gunakan 1 tablet Hi-Octan mobil per 5 liter Pertalite

Rasio Kompresi Honda Beat

Rasio Kompresi Honda Beat

berapa Rasio Kompresi Honda Beat? Bensin yang cocok untuk Honda Beat? Idealnya Honda Beat diisi bensin Pertamax hingga Pertamax Plus, atau bensin beroktan 92 hingga 95. Data ini didapat berdasarkan rasio kompresi mesin Honda Beat, yang berkisar antara 9,3 : 1 hingga 10,0 : 1. Ternyata ada beberapa varian Honda Beat, rasio kompresinya gak sama.

Bagaimana sih hubungan Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin? Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan MotorHi-CesterRPM Nasa, Bio1 Racing :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Daftar Rasio Kompresi Honda Beat

  • Honda BeAT , Rasio Kompresi 9,2 : 1
  • Honda BeAT F1, Rasio Kompresi 9,2 : 1
  • Honda BeAT sSP, Rasio Kompresi 10,0 : 1
  • Honda BeAT Street, Rasio Kompresi 10,0 : 1

Bagaimana aturan pakai Hi-Octan jika Honda Beat diisi bensin Pertalite biasa? Tangki bensin Honda Beat relatif kecil. Dengan harga bensin Rp. 7650,- per liter, saat kita isi bensin di SPBU, gak nyampe Rp. 20.000,- juga udah penuh. Hi-Octan yang dianjurkan adalah HI-OCTAN edisi MOTOR. Masukan 1 tablet HI-OCTAN motor untuk isi full tank.

Apa Sih Hubungan Rasio Kompresi Mesin Dengan Anjuran Oktan BBM

Apa Sih Hubungan Rasio Kompresi Mesin Dengan Anjuran Oktan BBM

Tentu ketika Anda membeli sebuah mobil, salah satu variabel yang menjadi anjuran pabrikan dalam penggunaan adalah bahan bakar dengan oktan tertentu. Kebanyakan mobil yang diproduksi saat ini dianjurkan untuk menggunakan bahan bakar 92, bahkan kerap kali pabrikan harus membubuhi sticker untuk mengingatkan pemiliknya. Mobil sport atau mobil dengan turbo, bahkan meminta oktan lebih tinggi sehingga Anda disarankan untuk membeli bahan bakar termahal dengan angka oktan 95 atau 98.

Rasio kompresi mesin, adalah salah satu alasan pabrikan mengeluarkan angka anjuran oktan BBM tersebut.

Memang kenyataannya, mobil seperti Toyota Calya dan Sigra yang dianjurkan untuk menggunakan bahan bakar beroktan 92 memiliki kompresi mesin yang tinggi.

“Kebanyakan mobil saat ini memang high compression, karena mesin dengan kompresi tinggi memiliki efisiensi pembakaran yang lebih baik. Toyota Calya itu rasio kompresinya 11,5:1.. Lalu, mengapa semakin tinggi kompresi mesin sebuah mobil, anjuran oktan bahan bakar dari pabrikan juga lebih tinggi?

Yang pertama kita harus pahami adalah, bagaimana mesin bakar dalam mobil bekerja. Kebanyakan mesin mobil saat ini adalah mesin 4-stroke (langkah) atau 4-tak yang istilahnya lebih populer digunakan pada sepeda motor.

Setiap langkah adalah compression stroke di mana ruang silinder mesin akan terisi penuh oleh bensin dan udara yang terkompresi atau tertekan ke volume ruang bakar yang lebih kecil sebelum terbakar oleh busi.

Rasio kompresi adalah perbandingan antara volume total ruang silinder dengan volume ruang bakar.

Volume total, adalah besar volume mesin saat piston berada di TMB (titik mati bawah) ditambah dengan volume ruang bakar.

Sementara volume ruang bakar, adalah ruang yang tersisa didalam silinder mesin ketika piston tepat berada di TMA (titik mati atas).

“Ibaratkan silinder mesin volumenya 200 cc. Ketika piston turun ruang silinder dapat menghisap 200 cc campuran bensin dan udara. Saat piston di TMA, campuran tersebut akan memadat. Jika volume kepadatan itu 20 cc, berarti rasionya 10:1,” 

Semakin tinggi kompresinya, artinya tekanan dalam ruang bakar semakin besar.

Apa kaitannya dengan anjuran bahan bakar dari pabrikan?

“Nah, dalam keadaan normal. Bensin dan udara yang terkompresi itu akan dibakar oleh busi di TMA. Tetapi, ada keadaan di mana campuran tersebut meledak terlebih dahulu sebelum terbakar oleh busi. Itu yang disebut detonasi dan terjadilah knocking,” 

Nilai Oktan adalah nilai kekuatan bahan bakar terhadap tekanan sebelum terbakar dengan sendirinya. Semakin besar nilai oktan pada bahan bakar, maka semakin tinggi pula tekanan udara yang mampu ditahan. Karena itu, semakin tinggi kompresi mesin atau tekanan dalam ruang bakar, dibutuhkan bahan bakar yang memiliki performa ketahanan lebih baik alias beroktan tinggi. Artinya, anjuran oktan pada bahan bakar bukan cuma sekadar angka.

Menggunakan bahan bakar oktan rendah seperti Premium pada mobil modern dengan kompresi tinggi dapat menyebabkan detonasi. Detonasi akan menimbulkan gejala knocking atau ngelitik yang berisiko merusak mesin mobil.

Bagaimana sih hubungan Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin? Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan MotorHi-CesterRPM Nasa, Bio1 Racing :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Bagaimana cara mengetahui nilai Rasio Kompresi dari mobil dan motor yang kita pakai sehari-hari? Mudah sekali, tinggal buka Google saja, ketikan di mesin pencarian. Nanti ketemu nilainya dech. Setelah ketemu, gunakan pedoman di atas untuk mengetahui bensin apa yang sesuai dengan mobil dan motor kamu.  Contohnya :

Lebih Bahaya Mana, Asap Hitam Mesin Diesel atau Bensin?

Lebih Bahaya Mana, Asap Hitam Mesin Diesel atau Bensin?

Bus atau truk yang menggunakan mesin diesel biasanya akan mengeluarkan asap pekat berwarna hitam dari lubang pembuangan. Berbeda dengan mesin 4 tak berbahan bakar bensin yang biasanya tanpa asap di knalpot.

Jika sudah demikian, apakah berarti emisi atau gas buang yang dihasilkan mesin diesel lebih berbahaya dari emisi yang dikeluarkan mesin bensin?

Mesin diesel tetap lebih ramah lingkungan dibanding mesin bensin, kendati menghasilkan gas buang lebih pekat.

Jadi sebenarnya konsep mesin diesel itu lebih ramah lingkungan (dibanding mesin bensin). Hanya kalau orang awam melihat pengalaman yang dulu, mesin diesel itu asapnya memang hitam.

Mesin diesel dengan mesin bensin memiliki konstruksi yang berbeda. Mesin diesel tidak memakai busi, sedangkan mesin bensin pakai busi, sehingga pembakaran lebih sempurna. Di sisi lain, kedua mesin tersebut juga pakai jenis bahan bakar berbeda, yakni solar dan bensin.

Jadi hasil polutannya pun tidak sama. Satu pakai bensin satu pakai solar. Di mesin berbahan bakar solar, meskipun mengeluarkan jelaga yang pekat. Secara polutan tingkat cemarannya lebih rendah dari mesin bensin.

Dibanding mesin bensin, mesin diesel lebih bisa menghasilkan unsur nitrogen oksida (NOx) yang rendah.

Di mesin bensin memang tidak secara kasat mata bisa dilihat polutannya, tapi lebih mematikan. Karena yang keluar dari asap pembuangannya biasanya karbon monoksida, hidrokarbon, itu kandungannya lebih pekat dibanding asap gas buang diesel.

NOx sendiri memiliki dampak destruktif terhadap lingkungan. Zat ini akan menghasilkan photo chemical, hujan asam hingga kerusakan hutan. Sementara efek sampingnya untuk manusia, bisa menimbulkan sakit mata, hidung, tenggorokan, dan pusing.

Tapi bukan berarti mesin diesel yang punya NOx rendah tidak berbahaya ya. Asap dari mesin ini juga tetap sama bahayanya dengan asap mesin bensin, makanya perlu dilakukan uji emisi juga secara berkala. Selain itu di mesin diesel (Isuzu) sekarang ini juga sudah dapat pembaruan agar emisi lebih rendah. Misalnya saringan di sepanjang jalur gas buang ditambah, supaya asap nggak hitam dan NoX nya rendah.

 

Hi-Cester Tablet

Hi-Cester Tablet

Bahan bakar untuk mesin diesel, di negara kita populer dengan istilar solar. Nah, solar jenis apa yang kamu pakai pada mobil Pajero, Fortuner, Panther, Bus, Truk, yang anda pakai sehari-hari? Idealnya, mobil diesel yang bagus itu, agar performanya optimal,  jangan cuma diisi Bio Solar biasa, tapi isilah dengan solar berkualitas tinggi seperti Pertadex atau Shell Diesel.

Ada beberapa alasan kenapa para pemilik mobil diesel cukup mengisi dengan solar yang paling murah, antara lain :
1. Solar berkualitas tinggi belum tersedia di semua SPBU
2. Ingin lebih hemat uang saja

Jika anda ingin performa kendaraan Diesel anda tetap optimal meskipun cuma diisi solar yang paling murah, HI-CESTER adalah solusi terbaiknya.

Manfaat HI-CESTER :

  • Tenaga/Power
  • Hemat BBM 20% hingga 50%
  • Suara dan getara mesin lebih halus
  • Polusi asap kendaraan jauh berkurang
  • Mesin lebih terawat. secara jangka panjang hemat biaya service dan perawatan

1 botol terdiri dari 20 tablet.

Aturan pakai :

  • 1 tablet untuk 10 liter bio solar : Pajero, Fortuner
  • 1 tablet untuk 12 liter bio solar : bus, truk, minibus, Panther
  • 1 tablet untuk 12 -14 liter bio solar : mesin-mesin industri, peralatan konstruksi, alat & mesin pertanian, perahu & kapal nelayan

HI-CESTER diformulasi oleh Bpk Hedy Ardenia Octaviano, alumnus ITB Bandung, telah diteliti dan dikembangkan lebih dari 10 tahun. Keistimewaannya dibanding produk sejenis, formulanya selalu up to date dengan perkembangan teknologi bahan bakar dan mesin-mesin diesel terbaru.

HI-CESTER ini telah dipercaya oleh puluhan ribu pemakai di Indonesia.