Hi-Cester Tablet

Hi-Cester Tablet

Solar jenis apa yang anda pakai pada mobil Pajero, Fortuner, Panther, Bus, Truk, yang anda pakai sehari-hari? Idealnya, mobil diesel anda yang bagus itu jangan cuma diisi Bio Solar biasa, tapi isilah dengan solar berkualitas tinggi seperti Pertadex atau Shell Diesel.

Ada beberapa alasan kenapa para pemilik mobil diesel cukup mengisi dengan solar yang paling murah, antara lain :
1. Solar berkualitas tinggi belum tersedia di semua SPBU
2. Ingin lebih hemat uang saja

Jika anda ingin performa kendaraan Diesel anda tetap optimal meskipun cuma diisi solar yang paling murah, HI-CESTER adalah solusi terbaiknya.

Manfaat HI-CESTER :

  • Tenaga/Power
  • Hemat BBM 20% hingga 50%
  • Suara dan getara mesin lebih halus
  • Polusi asap kendaraan jauh berkurang
  • Mesin lebih terawat. secara jangka panjang hemat biaya service dan perawatan

1 botol terdiri dari 20 tablet.

Aturan pakai :

  • 1 tablet untuk 10 liter bio solar : Pajero, Fortuner
  • 1 tablet untuk 12 liter bio solar : bus, truk, minibus, Panther
  • 1 tablet untuk 12 -14 liter bio solar : mesin-mesin industri, peralatan konstruksi, alat & mesin pertanian, perahu & kapal nelayan

HI-CESTER diformulasi oleh Bpk Hedy Ardenia Octaviano, alumnus ITB Bandung, telah diteliti dan dikembangkan lebih dari 10 tahun. Keistimewaannya dibanding produk sejenis, formulanya selalu up to date dengan perkembangan teknologi bahan bakar dan mesin-mesin diesel terbaru.

HI-CESTER ini telah dipercaya oleh puluhan ribu pemakai di Indonesia.

Makin Tinggi RON BBM, Makin Lambat Terbakar: Ini Bikin Pertamax Series Lebih Menguntungkan

Makin Tinggi RON BBM, Makin Lambat Terbakar: Ini Bikin Pertamax Series Lebih Menguntungkan

Banyak pihak yang mengatakan bahwa baik dan buruknya kualitas bahan bakar minyak (BBM) untuk mesin bensin dapat dilihat dari indikator nilai oktan, atau yang lebih dikenal dengan Research Octane Number (RON). Semua BBM mesin bensin produksi Pertamina memiliki RON berbeda-beda, dari RON-88 hingga RON-100. Benarkah demikian?

Semakin tinggi nilai oktan (RON), maka BBM lebih lambat terbakar. Bahan bakar beroktan tinggi cocok digunakan  kendaraan yang memiliki rasio kompresi mesin tinggi, di atas rasio kompresi 9:1, seperti yang digunakan pada sepeda motor dan mobil keluaran terbaru. Penggunaan BBM oktan tinggi tidak meninggalkan residu pada mesin yang bisa mengganggu kinerjanya.

Pengamat otomotif, Anton Fiat mengatakan, para pengguna kendaraan bermotor produk terbaru disarankan memakai BBM dengan RON tinggi karena memberikan banyak manfaat. Bila kendaraan baru memakai BBM oktan tinggi ini, secara otomatis komponen kendaraan akan berumur panjang.

Kemudian, dari sisi tenaga atau power kendaraan lebih terjaga. Manfaat lain, jarak tempuh jadi kian jauh karena pembakaran mesin kendaraan lebih sempurna. “Selain memberikan kualitas yang terjaga, penggunaan BBM dengan RON 92 akan berdampak mesin yang lebih bagus dan terawat,” ujar Anton Fiat.

Menurut Anton, menggunakan BBM dengan Ron tinggi juga membuat kualitas mesin lebih terjaga. “Kalau kita lihat penggunaan BBM yang berkualitas maka, di seher tidak menimbulkan bekas seperti kerak,” jelas dia.

Selain tidak meninggalkan bekas kerak, BBM dengan kualitas tinggi seperti Pertamax, itu juga membuat performa kendaraan lebih enteng. Ini terjadi, karena ketika pembakaran, kerak-kerak sisa pembakaran tidak ada lagi, tidak seperti Premium, yang meninggalkan bekas di seher seperti berminyak.

Menurutnya BBM yang berkualitas tidak hanya memberikan performa yang lebih baik bagi mesin kendaraan, tapi juga berpengaruh bagi perbaikan lingkungan dengan kadar buang gas emisi yang lebih rendah.

“BBM gasoline dengan Research Octane Number (RON) tinggi maupun gasoil dengan Cetane Number (CN) tinggi menjadikan proses pembakaran di ruang mesin lebih sempurna, jadi kendaraan lebih awet dan bertenaga,” ucapnya.

Apakah ini berarti tiap mobil dan motor yang kita gunakan seharii-hari harus menggunakan bensin yang nilai oktannya semakin tinggi agar performanya semakin bagus? Tidak sepenuhnya benar. Ada kendaraan yang cukup optimal dengan bensin RON 90, ada yang akan optimal di besnin RON 98 seperti Pertamax Turbo. Bahkan sebenarnya ada yang optimalnya justru di Oktan 92 atau 95 saja. Kecocokan bensin itu tergantung dari Rasio Kompresi mesin kendaraan yang bersangkutan. Patokan kebutuhan bensin yang optimal pada kendaraan berbahan bakar bensin menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan Motor, dan Hi-Cester  :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio KOmpresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Berikut jenis BBM mesin bensisn beserta nilai oktan (RON),  seperti yang dilansir dari pertamina.com.

Pertmax Racing
Untuk bahan bakar bensin jenis ini, memiliki oktan minimal 100 yang khusus diperuntukkan bagi kendaraan balap dan kendaraan yang memiliki kompresi mesin lebih tinggi dari 13:1. Dengan nilai oktan tersebut, Pertamax Racing menjadikan mesin lebih stabil, responsive, dan daya tahan tinggi. Tidak heran jika bahan bakar ini diakui federasi balap internasional.

Pertamax Turbo
Bahan bakar ini dirancang untuk kendaraan yang memiliki persyaratan mesin yang berteknologi tinggi. Dalam pembuatannya, Pertamina mengembangkan bahan bakar ini bersama dengan Lamborghini. Pertamax turbo dikembangkan dengan formula yang disebut Ignition Boost Formula (IBF) dengan angka oktan 98, dan kadar sulfur rendah sehingga tidak merusak kualitas udara di sekitar.

Pertamax Turbo sangat cocok diogunakan dengan kendaraan dengan Rasio Kompresi mesinnya berada dalam range 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1,

Pertamax
Bahan bakar Pertamax bisa membuat mesin lebih bersih, menjaga kemurnian bahan bakar, memiliki pelindung anti karat, dan memiliki saluran bahan bakar dan ruang bakar pada mesin. Hal ini dikarenkan Pertamax memiliki”Ecosave Technology. Pertamax memiliki angka oktan minimal 92 berstandar international. Pertamax akan sangat optimal digunakan pada kendaraan dengan rasio kompresi mesin 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1

Pertalite
Bahan bakar Pertalite memiliki angka oktan 90 yang lebih tinggi daripada bahan bakar Premium. Bahan bakar ini memiliki karakter bewarna hijau terang dan jernih ini sangat tepat digunakan oleh kendaraan dengan kompresi  8,6 : 1 s/d  9,0 : 1

Premium
Bahan bakar ini diproduksi sesuai dengan Keputusan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Np.3674/K24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006. Premium merupakan bahan bakar mesin bensin dengan angka oktan minimal 88. Premium dapat digunakan pada kendaraan bermotor bensin dengan risiko kompresi rendah (dibawah 9:1). Saat ini, sebagian besar SPBU tidak lagi menjual bahan bakar jenis premium ini.

Semua Motor Produk Yamaha Tak Direkomendasikan Pakai BBM Premium

Semua Motor Produk Yamaha Tak Direkomendasikan Pakai BBM Premium

Sepeda motor produksi Yamaha yang masih dipasarkan dealer resminya, ternyata tidak ada yang direkomendasikan menggunakan bahan bakar bakar (BBM) jenis Premium. Jenis BBM termuarah yang direkoemndasikan untuk sepeda motor Yamaha adalah BBM Pertalite RON90. Selebihnya direkomendasikan menggunakan BBM Pertamax RON92 dan Pertamax Turbo RON98. Namun ada juga sepeda motor yang disarakan menggunakan BBM jenis Pertamax Plus.

Dalam memilih bahan bakar bakar (BBM) untuk sepeda motor disarankan sesuai dengan spesidikasi mesin motornya. Sementara dari sekian banyak jenis sepeda motor, juga memliki spesidikasi mesin yang berbeda pula. Keragaman spesidikasi mesin ini terdapat dalam sepeda motor produksi Honda, Yamaha, Kawasaki dan pabrikan lainnya.

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam memilih BBM adalah memperhatikan rasio kompresi dari mesin motor. Data ini dapat dilihat dari spesifikasi teknik yang diberikan pabrikan sepeda motor. Makin tinggi rasio kompresi yang dimiliki mesin akan membutuhkan bahan bakar yang memiliki RON tinggi pula.

Bahan bakar yang bagus punya angka oktan yang tinggi. BBM dengan angka oktan tinggi akan mampu menahan kompresi tinggi sehingga tidak terjadi detonasi atau ngelitik. Jika detonasi atau ngelitik dibiarkan akan membuat mesin mudah rusak dan power mesin jadi kecil.

Bila melihat spesifikasi BBM produksi PT. Pertamina dalam laman pertamina.com, semua jenis sepeda motor produksi Yamaha yang masih diedarkan di dealer resmi ternyata sudah tidak ada yang direkoendasikan memakai BBM jenis Premium dengan RON88. Yamaha NMAX.misalnya, direkomendasikan menggunakan bensin jenis Pertamax. Soalnya, dari spesifikasi teknik Yamaha NMAX memiliki rasio kompresi 10,5 : 1.

Dari web Pertamina.com dijelaskan, Pertamax merupakan bahan bakar bensin dengan angka oktan minimal 92 berstandar international. Pertamax sangat direkomendasikan untuk digunakan pada kendaraan yang memiliki kompresi rasio 10:1 hingga 11:1 atau kendaraan berbahan bakar bensin yang menggunakan teknologi setara dengan Electronic Fuel Injection (EFI).

Bagaimana sih hubungan Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin? Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan Motor, Hi-Cester, RPM Nasa, Bio1 Racing :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Daftar Jenis Motor Yamaha dan Rekoemndasi Jenis BBM

  • Yamaha FreeGo, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha Mio S Smart, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha All New X-Ride 125, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha Mio M3 125, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha New Fino Grande 125, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha Soul GT 125, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha New Byson, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha Lexi, rasio kompresi 11,2±0,4 : 1, Pertamax Turbo
  • Yamaha Aerox 155 VVA, rasio kompresi 10,5 ± 0,4 : 1, Pertamax RON 95
  • Yamaha XMAX, rasio kompresi 10,5±0,4 : 1, Pertamax RON 95
  • Yamaha TMAX, rasio kompresi 10,9 : 1, RON 97
  • Yamaha ALL NEW V-ixion, rasio kompresi 10,4 : 1, RON 95
  • Yamaha Xabre, rasio kompresi 10,4 : 1, RON 95
  • Yamaha MT-150, rasio kompresi 11,6 : 1, Pertamax Turbo
  • Yamaha MT-25, rasio kompresi 11,6 : 1, Pertamax Turbo
  • Yamaha All New R15, rasio kompresi 11,6 : 1, Pertamax Turbo
  • Yamaha R25, rasio kompresi 11,6 : 1, Pertamax Turbo
Hi-Octan Tablet Motor

Hi-Octan Tablet Motor

Belum lama ini CV Energi Selaras Alam mengeluarkan varian baru Hi-Octan tablet. Produk ini merupakan pelengkap dari Hi-Octan Tablet Mobil yang sudah beredar sebelumnya. Hi-Octan Tablet Special Motor ini  didesain khusus untuk sepeda motor. Pertanyaannya, kenapa harus ada varian khusus motor? Bukanlah Hi-Octan tablet edisi sebelumnya juga bisa digunakan di sepeda motor? Apa bedanya dengan Hi-Octan tablet serie sebelumnya?

Seperti diketahui sebelumnya, Hi-Octan tablet serie sebelumnya, yang beredar dengan merek Bio Racing, Go Green Octan, Racing Power Machine,  didesain dengan untuk 1 tablet untuk 4 liter dengan kenaikan 5 RON. Produk-produk ini bisa dipakai dengan fleksibel untuk berbagai jenis mobil apapun, juga untuk sepeda motor untuk kapasitas tangki yang agak besar. Tetapi kurang cocok untuk sepeda motor yang kapasitas tangkinya kecil.

Kenapa bisa kurang cocok? Ada beberapa alasan. Pertama, berkenaan dengan kapasitas tangki bensin motor bebek dan matic rata-rata. Seperti kita ketahui.  ukuran kapasitas rata-rata tangki bensin motor matic dan bebek itu kurang dari 3 liter. Mungkin kamu sendiri mengalami pada saat isi bensin di SPBU. Dengan harga bensin Rp. 7650,- / liter, saat minta isi bensin full tank, baru diisi sekitar 2,3 liter juga tangkinya sudah penuh khan? Belum lagi masalah kebiasaan. Saya pribadi terbiasa ngisinya dipasin dengan uang antara 15rb hingga 25rb rupiah. 15rb saat isi Honda Beat, 25Rb saat isi Suzuki Titan atau Vega R yang tangkinya lebih besar. Beda kalo kamu pake Vario yang bisa diisi 5 liter lebih.

Alasan kedua, dilihat dari jenis bensin apa yang cocok buat kebanyakan motor bebek dan matic.

Bagaimana sih hubungan Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin? Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio KOmpresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Kalau kamu belum tahu berapa Rasio Kompresi motor yang kamu pakai, tinggal cari aja di Google. Gampang kok. Sebagai ilustrasi

  • Honda Beat, Rasio Kompresi, RON 92
  • Yamah Mio M 125, Rasio Kompresi 9,5 : 1, RON 92
  • Suzuki Smash Titan, Rasio Kompresi 9,5 : 1, RON 92
  • Yamaha Vega ZR, Rasio Kompresi 9,3 : 1, RON 92
  • Honda Vario, Rasio Kompresi 11,0 : 1, RON 97

Motor yang cukup diisi bensin RON 92 hingga 95, tentuk tidak cocok diisi bensin yang nilai oktannya terlalu tinggi. Misal, Beat itu lebih enak pakai Pertamax dibanding Pertamax Turbo.

Apa jadinya jika 2 liter bensin Pertalite RON 90 dicampur dengan 1 tablet RPM atau Bio1 Racing? RON naik 10! Nilai oktan ini terlalu tinggi untuk Matic dan Bebek yang cuma butuh oktan 92 hingga 95 saja. Motor kamu malah jadi gak enak. Bukannya makin irit, bisa-bisa malah lebih boros! Beda bangeth jika cuma diisi setengah tablet RPM atau Bio1 Racing. Masalahnya, khan gak mudah, gimana cara motongnya? Gak praktis amat 😀

Jadi paham khan kenapa sekarang ada produk Hi-Octan khusus Sepeda Motor?

Pesan segera melalui :

Keuntungan dan Kerugian Mesin Diesel

Keuntungan dan Kerugian Mesin Diesel

Di dunia otomotif, kita mengenal dua jenis mesin. Yang pertama adalah mesin diesel dan yang kedua adalah mesin bensin. Di Indonesia sendiri kebanyakan mobil pribadi menggunakan mesin bensin. Sangat berbeda dengan mobil pribadi pabrikan Amerika atau Eropa, kebanyakan menggunakan mesin diesel. Ada keuntungan dan kerugian mesin diesel tersendiri saat disematkan dalam sebuah mobil. Antara keuntungan dan kerugiannya, lebih banyak untungnya.

Di Indonesia sendiri mesin diesel biasanya digunakan untuk kendaraan yang berdimensi besar seperti bus atau truk. Untuk mobil keluarga biasanya lebih banyak menggunakan mesin bensin. Hal ini dikarenakan tipikal kebanyakan masyarakat Indonesia yang lebih suka mobil dengan harga terjangkau dibandingkan memilih mobil yang mahal.

Itulah mengapa mobil-mobil sport yang merupakan pabrikan Eropa dan Amerika jarang sekali dimiliki oleh orang Indonesia. Jelas yang pertama karena harganya mahal. Yang kedua, tidak bisa dipakai untuk membawa orang banyak, kecuali hanya beberapa jenis mobil saja. Dan yang ketiga adalah berisik.

Mengapa mobil sport berisik? Jawabannya karena mobil sport menggunakan mesin diesel. Dan salah satu karakteristik mesin diesel ini adalah suara yang ditimbulkan lebih berisik dari mesin bensin. Selain itu, ada beberapa karakteristik mesin diesel yang akan kita bahas berikut ini.

 

Karakteristik Mesin Diesel

Mesin diesel dan mesin bensin memiliki beberapa perbedaan yang mencolok. Karakteristik inilah yang nantinya digunakan oleh produsen sebagai pertimbangan saat memproduksi sebuah mobil.

Karakteristik mesin diesel yang pertama adalah memiliki torsi yang tinggi. Dengan memiliki torsi yang tinggi, maka mobil yang bermesin diesel akan lebih tangguh saat berada di medan yang sulit, seperti saat dibawa ke pegunungan atau dataran yang menanjak.

Selain torsi yang tinggi, mesin diesel juga punya karakteristik yaitu hemat bahan bakar. Mengapa mesin diesel bisa hemat bahan bakar? Karena bahan bakar hanya disemprotkan saat fase pembakaran saja. Berbeda dengan mesin bensin yang bahan bakar dicampur dengan udara sejak awal (fase hisap).

Karakteristik yang ketiga adalah mesin diesel ini memiliki sistem yang lebih sederhana dibandingkan dengan mesin bensin. Sehingga dari sisi perawatan sangat mudah.

Selain ketiga tersebut, karakteristik mesin diesel ini adalah tekanan pembakaran yang dibutuhkan lebih besar dari mesin bensin. Dengan tekanan yang lebih besar ini, maka dibutuhkan dinding mesin yang lebih tebal dan komponen yang lebih kuat. Efek dari kebutuhan ini adalah berat mesin diesel lebih berat dari mesin bensin. Sehingga harga mesin diesel otomatis lebih mahal dari mesin bensin.

 

Keuntungan Mesin Diesel

Dari karakteristik mesin diesel yang sudah disebutkan di atas, maka secara otomatis kita bisa mengetahui apa sih keuntungan dan kerugian mesin diesel saat digunakan di dalam sebuah mobil. Untuk lebih mudahnya, saya akan membahas keuntungan menggunakan mesin diesel terlebih dahulu.

Keuntungan menggunakan mesin diesel yang pertama adalah mesin diesel ini lebih tangguh dibandingkan mesin bensin ketika di medan yang sulit. Bagi Sahabat yang hidup di pedesaan atau lebih sering melakukan traveling dengan mobil, akan sangat menguntungkan jika Sahabat menggunakan mobil bermesin diesel karena torsinya tinggi. Dengan torsi yang tinggi, mobil bermesin diesel ini akan lebih mudah menanjak.

Mobil dengan mesin diesel yang bisa ditemui di Indonesia sebagai berikut: Toyota Kijang Innova, Isuzu MU-X, Isuzu Panther Grand Touring, Mitsubishi Pajero Sport, Toyota Fortuner, Hyundai All New Santa Fe, dan KIA Grand Sedona. Yang paling sering terlihat di jalanan kota adalah Kijang Innova, Pajero Sport, dan Fortuner.

Keuntungan yang kedua dari menggunakan mobil bermesin diesel adalah hemat bahan bakar. Secara mekanisme, mesin diesel ini memang lebih hemat dikarenakan bahan bakar digunakan saat fase pembakaran saja. Selain itu, harga bahan bakar mesin diesel biasanya relatif lebih murah dibandingkan bahan bakar mesin bensin.

Selain kedua keuntungan tersebut, mesin diesel ini memiliki keunggulan dalam hal perawatan. Mesin diesel lebih mudah dalam perawatan karena komponennya tidak serumit mesin bensin.

Tak hanya itu, mesin diesel punya keuntungan dalam hal umur. Umur mesin diesel lebih panjang dibandingkan dengan mesin bensin. Itulah mengapa seperti truk dan bus memakai mesin diesel. Mesinnya lebih tangguh dan tahan lama.

 

Kerugian Mesin Diesel

Setiap ada keuntungan, pasti ada kerugian. Begitu juga dengan mesin diesel, punya beberapa kerugian. Salah satu kerugian yang pertama adalah mesin diesel ini sangat bising dibandingkan dengan mesin bensin.

Sahabat bisa mencoba mendengarkan suara mesin diesel saat pertama kali dinyalakan. Suaranya akan sangat bising. Bahkan ketika sudah jalan pun, tetap bising. Hal ini wajar karena memang suara bising itu berasal dari mesin diesel itu sendiri. Bagi beberapa orang, suara yang bising ini menyebalkan. Namun, bagi beberapa orang lainnya suara bising ini semacam memberi kesan garang. Tak jarang juga kita jumpai anak-anak muda yang sengaja membredel knalpotnya agar bisa mengeluarkan suara yang bising.

Selain itu, kerugian kedua dari mesin diesel ini adalah harganya yang mahal. Sangat wajar jika harganya mahal karena mesin ini dibangun dengan dinding yang tebal dan kokoh agar bisa tahan dengan tekanan yang tinggi.

Kekurangan lainnya menggunakan mesin diesel ini adalah sistem injeksi bahan bakarnya harus benar-benar presisi. Dengan syarat presisi ini makan biaya produksinya lebih mahal dan butuh ketelitian yang tinggi saat merawatnya. Untuk lebih aman memang harus dibawa ke tempat servis resminya, tidak bisa di bengkel dekat rumah. Bagi kamu yang agak menghitung budget pengeluaran untuk pemeliharaan mobil, tentu agak sedikit keberatan dengan biaya perawatan yang akan dikeluarkan ketika mobil bermesin diesel ini dicek rutin tiap beberapa bulannya.

Kekurangan berikutnya, karena mesin diesel ini membutuhkan tekanan yang besar, maka motor starter yang dibutuhkan pun lebih besar dari mesin bensin. Begitu juga dengan baterainya, harus berkapasitas tinggi. Lagi-lagi boros di biaya. 

Pertimbangan Memilih Mobil Bermesin Diesel atau Bermesin Bensin

Itulah beberapa keuntungan dan kerugian mesin diesel dari beberapa sisi. Sahabat bisa menilainya sendiri dan mencocokkan dengan kebutuhanmu kira-kira mana yang cocok dengan kebiasaan dan budget mu sebelum membeli mobil. Apakah Sahabat memilih mobil bermesin diesel ataukah yang bermesin bensin saja.

Jika Sahabat punya budget yang lebih—di atas 500 juta—dan lebih sering bepergian, akan sangat nyaman jika kamu menggunakan mobil bermesin diesel. Apalagi di musim penghujan, mobil dengan mesin diesel cukup membantu apabila kamu melewati jalan yang terendam banjir.

Namun, jika budget Sahabat mepet, membeli mobil dengan mesin bensin lebih diutamakan. Hal ini bisa dipilih jika kamu hidup di perkotaan yang tidak butuh torsi tinggi untuk berkendara. Apalagi, dengan  harga mobil mesin bensin sekitar 200 jutaan saja kita bisa beli mobil keluarga untuk 7 orang di dalamnya. 

Daihatsu Sigra Dianjurkan Pake Pertamax Turbo

Daihatsu Sigra Dianjurkan Pake Pertamax Turbo

Astra Daihatsu Sigra dibuat untuk memenuhi regulasi Low Cost Green Car (LCGC). Sigra harus bisa memenuhi syarat hemat energi. Karena itu Sigra disarankan untuk menggunakan bahan bakar dengan oktan 92. Sebab, kompresi mesin Sigra sudah terbilang tinggi.

Bagaimana sih hubungan Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin? Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio KOmpresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

“Mesin itu sekarang kan rata-rata sudah high compression. Sigra itu rasio kompresinya 11,5:1. Kompresi tinggi itu sendiri membutuhkan bahan bakar dengan oktan tinggi. Rekomendasi kita tetap RON 92,” kata Technical Service Executive Coordinator ADM, Anjar Rosjadi di Astra International Daihatsu Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Tapi dalam kondisi tertentu sebenarnya Sigra bisa saja menggunakan bahan bakar dengan oktan rendah. Misalnya, di beberapa daerah bahan bakar minyak dengan RON 92 sulit didapatkan, maka Sigra bisa berjalan menggunakan bahan bakar di bawah RON 92. Tapi konsekuensi dalam jangka pendek, tenaga dan efisiensi bahan bakar menjadi kurang maksimal.

“Dan dalam jangka waktu lama dipakai terus-menerus dengan oktan rendah, tentunya pembakaran tidak sempurna efeknya ada karbon sisa pembakaran. Lama-lama mesin bisa kotor,” jelas Anjar.

Anjar menyebut, kalau terjadi kerusakan mesin akibat penggunaan bahan bakar dengan oktan yang lebih rendah, maka hal itu bisa menggugurkan garansi kendaraan.

“Secara aturan akan menggugurkan garansi kalau pakai oktan yang lebih rendah. Tapi kita akan lihat situasinya. Kalau ada problem yang terkait dengan penggunaan bahan bakar oktan rendah tentunya waranty-nya akan gugur. Kalau misalnya7 mesin rusak karena ngelitik akibat pakai oktan rendah, itu kan terkait langsung (dengan penggunaan bahan bakar oktan rendah). Tapi kalau problem yang tidak berhubungan dengan pemakaian bahan bakar oktan rendah misalnya masalah pada suspensi, ya masih bisa. Kita cek dulu kan case by case,” kata Anjar.

 

Baca artikel detikoto, “Sigra Disarankan Pakai BBM RON 92” selengkapnya https://oto.detik.com/mobil/d-3302730/sigra-disarankan-pakai-bbm-ron-92.

Mobil LCGC Seharusnya Diisi Bensin Beroktan Tinggi

Mobil LCGC Seharusnya Diisi Bensin Beroktan Tinggi

Mobil murah ramah lingkungan atau LCGC, pertama kali diciptakan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan dengan harga yang terjangkau namun memiliki emisi rendah. Itulah sebabnya kenapa para pabrikan pun merekomendasikan bensin yang lebih bersih, seperti bensin dengan nilai RON 92 seperti Pertamax atau Shell Super sebagai batas minimal untuk mobil LCGC mereka. 

Banyak masyarakat yang belum paham bahwa kebutuhan bensin kendaraan itu sangat tergantung pada Rasio Kompresi Mesin kendaraan tersebut, dengan aturan :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d 9,3 : 1, RON 90
  • Rasio Kompresi 9,4 : 1 s/d 10,0 : 1, RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, RON 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,1 : 1, RON 100

Apa sih sebanya mobil-mobil LCGC butuh bensin beroktan tinggi? Mobil-mobil tersebut didesain dengan Rasio Kompresi mesin yang tinggi, sebagai ilustrasi :

  • Avanza / Xenia, Rasio Konmpresi 11,0 : 1, idealnya diisi bensin ROn 97
  • Toyota Calya, Rasio Kompresi 11,5 : 1, idelanya diisi Pertamax Turbo
  • Toyota Agya, Rasio Kompresi 10,3 : 1, idealnya diisi bensin RON 95. Jenis bensin ini saat ini tidak tersedia di SPBU Pertamina, tapi ada di SPBU Shell dengan nama Shell V-Power

Namun nyatanya, masih banyak pengguna LCGC yang mengisi mobil mereka dengan bensin yang lebih terjangkau seperti bensin dengan Premium (RON 88) atau Pertalite (RON 91). Banderol Pertamax yang dirasa terlampau mahal menjadi alasan mereka tidak mentaati anjuran yang ditetapkan oleh para pabrikan. Penggunaan bensin yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan dapat menimbulkan efek yang kurang baik pada mesin kendaraan dalam pemakaian jangka panjang.

Performa mesin akan menurun dan emisi gas buang memburuk, dalam jangka panjang juga dapat membuat usia mesin menjadi pendek karena adanya kerusakan komponen, .

Tulisan rekomendasi oktan bensin minimal yang ada di belakang salah satu kendaraan LCGC, Toyota Calya.

Mobil murah ramah lingkungan atau LCGC, pertama kali diciptakan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan dengan harga yang terjangkau namun memiliki emisi rendah.

Oleh karena itu para pabrikan pun merekomendasikan bensin yang lebih bersih, seperti bensin dengan nilai RON 92 seperti Pertamax sebagai batas minimal untuk mobil LCGC mereka.

Namun nyatanya, masih banyak pengguna LCGC yang mengisi mobil mereka dengan bensin yang lebih terjangkau seperti bensin dengan Premium (RON 88) atau Pertalite (RON 91). Banderol Pertamax yang dirasa terlampau mahal menjadi alasan mereka tidak mentaati anjuran yang ditetapkan oleh para pabrikan.

Alternatif Solusi Masalah Ini :

Tambahkan Hi-Octan Tablet pada bensin Pertalite Anda!

 

Apa bedanya Hi-Octan Motor dengan Hi-Octan Mobil?

Apa bedanya Hi-Octan Motor dengan Hi-Octan Mobil?

Saat ini ada dua jenis produk Hi-Octan tablet yang beredar di pasaran, Hi-Octan Mobil dan Hi-Octan Motor. Kedua produk ini memang belum lama di-launching. Saat pertama kali dikenalkan ke publik, Hi-Octan baru beredar dalam bentuk cair. Awalnya, Hi-Octan tablet dibuat berdasarkan pesanan khusus dari beberapa distributor dengan branding khusus, antara lain : Racing Power Machine, Bio1 Racing, MICS1 Racing, Euro Max, Go Green Octane.

Produk-produk tersebut bekerja dengan optimal saat digunakan dengan dosis yang tepat. Pada umumnya optimal di mobil-mobil keluaran terbaru dengan dosis umum  tablet untuk 4 liter. Namun, untuk pemilik sepeda motor jenis bebek dan matic, ternyata banyak yang kelebihan dosis. Masalahnya, para penjual nya sendiri banyak yang gak paham dosis. Darimana penulis tahu penjualnya banyak yang gak paham dosis? Dari iklan iklan yg beredar di marketplace facebook dan ngobrol dengan member member NASA dan Bioesa. 

Kenapa? Karena 1 tabletya didesain untuk 4 liter bensin tiap kenaikan 5 RON. Sedangkan motor bebek dan matic rata-rata ukuran kapasitas tangkinya cuma sekitar 3 liter kurang. Kebanyakan mereka, tiap isi bensin di SPBU, menganggarkan Rp. 20.000,-.  Dulu saat bensin Premium RON 88 masih dijual, masalah kelebihan dosis ini belum terlalu terasa. 

Bagaimana sih hubungan Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin? Menurut penelitian  Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan, korelasi  antara rasio kompresi mesin dengan kebutuhan bensin adalah sebagai berikut :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio KOmpresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Hi Octan motor didesain untuk isi bensin 2 hingga 4 liter bensin. Jika digunakan pada 2 liter bensin, terjadi kenaikan 5 RON. Jika dicampur dengan 4 liter bensin, naiknya sekitar 2,5 RON. Sebagai ilustrasi contoh pemakaian :

  • Suzuki Smash Titan, Rasio Kompresi 9,5 : 1, kebutuhan bensin RON 92. Beli bensin Pertalite seharga 25Rb Rupiah, dengan harga Rp. 7650,- per liter, dapatnya sekitar 3,2 hingga 3,3 liter.  Dengan penambahan 1 tablet Hi-Octan motor, didapat kenaikan oktan sebesar 4/3,3 x 2 = 2,4 RON. 
  • Honda Beat, Rasio Kompresi 9,2 L 1, kebutuhan bensin RON 92
  • Honda Beat Street dan Honda BeAT FI eSP, rasio kompresi 10,0 : 1. Kebutuhan bensin sudah mendekati RON 95

Hi Octan mobil didesain untuk 5 hingga 10 liter per isi bensin. 

Kenapa Hi Octan motor dibuat? Sesuai dengan update data terakhir di lapangan. Saat ini bensin Premium RON 88 udah gak ada di SPBU. Seandainya motor bebek dan matic masih diisi bensin Premiun RON 88, kelebihan dosis yang terjadi tidak akan separah ini. Saya sebagai pemakai paham betul, rata rata pemakai motor bebek dan matic isi bensinnya kurang dari 25rb rupiah, kecuali motor vario yang ukuran tangki bensinnya lebih gede. 

Apakah Hi Octan mobil bisa dipakai di motor? Jawabannya bisa,  asalkan kapasitas tangki bensin motornya gede, sekali isi bisa 5 liter atau lebih. Ilustrasi pemakaikan Hi-Octan Mobil di motor :

  • Honda Vario, Rasio Kompresi 11,0 : 1, kebutuhan bensin RON 97, 1 tablet Hi-Octan tablet untuk 3 liter Pertalite atau 1 1 tablet Hi-Octan Motor untuk 1,5 hingga 2 liter Pertalite
  • Yamah Yupiter MX, Kebutuhan bensin RON 97, 1 tablet Hi-Octan tablet untuk 3 liter Pertalite atau 1 1 tablet Hi-Octan Motor untuk 1,5 hingga 2 liter Pertalite
  • Suzuki Satria, Kebutuhan bensin RON 97 : 1 tablet Hi-Octan tablet untuk 3 liter Pertalite atau 1 1 tablet Hi-Octan Motor untuk 1,5 hingga 2 liter Pertalite

Untuk bebek dan matic seperti Honda Beat yg tiap isi bensin mentok di 2,5 liter, Hi Octan mobil jadi overdosis, hasilnya gak enak, gak optimal, gak bakal dapat iritnya.  Itu sebabnya CV Energi Selaras Alam mengeluarkan varian baru produk Hi-Octan khusus sepeda motor dengan ukuran tablet lebih kecil yang lebih sesuai untuk Sepeda Motor. 

Kenali Gejala Mesin Ngelitik Dan Konsekuensi Buruknya Bagi Mesin

Kenali Gejala Mesin Ngelitik Dan Konsekuensi Buruknya Bagi Mesin

Gejala engine knocking atau mesin ngelitik, kerap disepelekan oleh pemilik mobil. Padahal, resiko jangka panjang yang ditimbulkan akibat mesin ngelitik terhitung serius. Keausan komponen internal mesin akan lebih parah dan cepat terjadi apabila mesin dibiarkan ngelitik dalam jangka waktu yang lama. Sehingga, mesin ngelitik membutuhkan perhatian ekstra bagi para pemilik mobil.

Mesin ngelitik sendiri merupakan gejala ketika pembakaran yang terjadi dalam ruang silinder mesin tidak sempurna. Sehingga, menimbulkan getaran (detonasi) ketika mesin sedang bekerja. “Lebih detailnya, ngelitik terjadi akibat bahan bakar terbakar sebelum waktunya di dalam mesin. Sehingga selain tidak optimal, juga membuat kerja mesin semakin berat”. Efek yang langsung terasa adalah menurunnya performa mesin, dan juga berdampak pada konsumsi bahan bakar yang lebih boros.

Penyebab mesin ngelitik bisa dilihat dari berbagai sisi. Namun penyebab yang paling umum adalah penggunaan bahan bakar dengan tingkat oktan yang tak sesuai dengan kebutuhan mesin. Dampaknya proses pembakaran menjadi tak sempurna seperti yang dijelaskan di atas.

Pada mesin mobil modern, memang sudah dilengkapi dengan teknologi anti knocking yang memungkinkan mesin dapat beradaptasi dengan kualitas bahan bakar yang tak sesuai dengan spesifikasinya. Caranya, dengan menghitung secara otomatis derajat timing mesin, sesuai dengan tingkat okatan bahan bakar yang digunakan. Sehingga, gejala mesin ngelitik dapat diminimalisir. “Namun tetap resiko mesin ngelitik tetap terjadi, seperti penururan performa hingga keausan mesin lebih parah dalam jangka waktu panjang,

Sehingga, penggunaan bahan bakar dengan tingkat oktan yang sesuai dengan kebutuhan mesin, tetap menjadi solusi paling ampuh untuk menghindari mesin ngelitik. “Umumnya mesin mobil modern membutuhkan bahan bakar minimum dengan tingkat oktan 92,”  Selain itu, kondisi komponen mesin lainnya, juga berpengaruh dalam memicu mesin ngelitik. Sehingga, perawatan berkala yang tepat waktu juga dapat membantu dalam menghindari dari gejala mesin ngelitik. Efeknya, mesin pun dapat bekerja lebih maksimal dan membantu dalam efisiensi konsumsi bahan bakar.

Tabel Bahan Bakar Ideal Motor Honda Sesuai Rasio Kompresi Mesin

Tabel Bahan Bakar Ideal Motor Honda Sesuai Rasio Kompresi Mesin

Tahukah anda bahwa pemilihan bahan bakar motor akan berpengaruh pada keawetan mesin motor anda ? Penggunaan bahan bakar yang tepat dapat menambah usia motor, membuat tarikan motor lebih ringan dan membuat mesin motor lebih awet. Namun pada kenyataannya masih banyak pengguna motor baru yang berkompresi tinggi mengantri panjang di pompa bensin jenis Pertalite, bahkan kalau bisa mah Premium aja yang lebih murah.

Kami tidak bisa berkomentar masalah ekonomi dari masing masing pemilik motor akan tetapi mungkin anda perlu tahu bahwa uang yang anda hemat dari penggunaan bensin premium kalah banyak dibandingkan dengan uang yang perlu anda keluarkan pada saat motor anda rusak.

Di artikel ini kami akan beri penjelasan cara memilih bahan bakar yang ideal berdasarkan nilai oktan pada bahan bakar, kompresi mesin motor Honda. Tidak hanya itu, kami juga memberikan tabel bahan bakar ideal untuk motor Honda yang anda gunakan.

Pengertian Nilai Oktan

Nilai oktan adalah angka yang menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan. Di dalam mesin, campuran udara dan bensin (dalam bentuk gas) ditekan oleh piston sampai dengan volume yang sangat kecil dan kemudian dibakar oleh percikan api yang dihasilkan busi. Karena besarnya tekanan ini, campuran udara dan bensin juga bisa terbakar secara spontan sebelum percikan api dari busi keluar. Jika campuran gas ini terbakar karena tekanan yang tinggi (dan bukan karena percikan api dari busi), maka akan terjadi knocking atau ketukan di dalam mesin. Knocking ini akan menyebabkan mesin cepat rusak, sehingga sebisa mungkin harus kita hindari.

Semakin tinggi angka oktan, semakin besar tekanan yang dibutuhkan bahan bakar untuk terbakar. Jika bahan bakar oktan rendah digunakan di mesin yang dirancang untuk oktan tinggi, bahan bakar bisa meledak atau menyebabkan ketukan hebat yang bisa merusak mesin. Agar awet, pemilik kendaraan harus menggunakan bahan bakar dengan oktan sesuai yang rasio kompresi mesin motor.

Rasio kompresi pada mesin pembakaran adalah nilai yang mewakili rasio volume ruang pembakaran dari kapasitas terbesar ke kapasitas terkecil. Ini adalah spesifikasi mendasar bagi hampir semua mesin pembakaran umum. Dalam mesin piston, rasio yang dimaksud adalah rasio antara volume silinder dan ruang bakar ketika piston berada di titik mati bawah dan volume ruang bakar saat piston berada di titik mati atas. Semakin tinggi nilai rasio kompresi akan semakin bagus karena pemampatan campuran bahan bakar dan udara yang semakin kuat akan berdampak :

  • menimbulkan tekanan
  • tenaga mesin lebih besar tapi diikuti juga dengan suhu yang lebih tinggi.

Disinilah fungsi dari oktan yang terkandung dalam BBM. Semakin tinggi nilai oktan, maka bahan bakar semakin susah terbakar. Sebaliknya jika bahan bakar beroktan rendah, maka akan meledak terlebih dahulu karena panas mesin, bukan karena percikan api dari busi.

Pengaruh Rasio Kompresi Mesin Pada Pemilihan Bensin

Kami menganjurkan anda mengisi bensin yang disesuaikan dengan nilai rasio kompresi mesin motor. Semakin rendah nilai oktan maka bensin semakin lambat terbakar dikarenakan titik bakarnya lebih tinggi akan berakibat bensin lebih sulit menguap atau penguapan rendah. Dari hal inilah bensin yang gagal terbakar akibat oktan terlalu rendah dapat menyebabkan penumpukan kerak pada ruang bakar atau pada klep.

Sebagai contoh, bahan bakar dengan kadar RON 88 atau premium hanya ideal dikonsumsi untuk kendaraan dengan rasio kompresi 9 ke bawah. Pertalite yang memiliki RON 90 untuk kendaraan berasio kompresi 9-10. Di atas itu, untuk 10-11 cocok memakai RON 92. Sedangkan rasio kompresi 11-12 lebih pakai pakai RON 95.

Tabel Bahan Bakar Ideal Motor Honda Sesuai Rasio Kompresi Mesin

Berikut daftar tabel kebutuhan bahan bakar sesuai rasio kompresi :

Jenis Motor Honda Rasio Kompresi Mesin Bahan Bakar
Beat 9,2 : 1 Pertalite
Beat FI 9,2 : 1 Pertalite
Beat FI eSP 9,5 : 1 Pertalite
Blade 9,3 : 1 Pertalite
Blade FI 9,3 : 1 Pertalite
CB150R 11 : 1 Pertamax Plus / Shell V-Power / Performance 95
New CB150R 11,3 : 1 Pertamax Plus / Shell V-Power / Performance 95
CBR 150R 11 : 1 Pertamax Plus / Shell V-Power / Performance 95
CBR 250R 10,7 : 1 Pertamax / Shell Super / Performance 92
CS1 10,7 : 1 Pertamax / Shell Super / Performance 92
Kharisma 9 : 1 Premium / Pertalite
Kirana 9 : 1 Premium / Pertalite
Legenda 9 : 1 Premium / Pertalite
Mega Pro 9,1 : 1 Pertalite
Mega Pro FI 9,5 : 1 Pertalite
New Mega Pro 9,5 : 1 Pertalite
New Supra X 125 FI 9,3 : 1 Pertalite
PCX 125 10,6 : 1 Pertamax / Shell Super / Performance 92
PCX 150 10,6 : 1 Pertamax / Shell Super / Performance 92
Revo 9,3 : 1 Pertalite
Revo FI 9,3 : 1 Pertalite
Scoopy 9,2 : 1 Pertalite
Scoopy FI 9,2 : 1 Pertalite
Scoopy FI eSP 9,5 : 1 Pertalite
Sonic 150R 11,3 : 1 Pertamax Plus / Shell V-Power / Performance 95
Spacy 9,2 : 1 Pertalite
Spacy FI 9,2 : 1 Pertalite
Supra Fit 9 : 1 Premium / Pertalite
Supra X 9 : 1 Premium / Pertalite
Supra X 125 9,3 : 1 Pertalite
Supra X 125 FI 9,3 : 1 Pertalite
Supra X Helm In 9,3 : 1 Pertalite
Supra X Helm In FI 9,3 : 1 Pertalite
Tiger 9 : 1 Premium / Pertalite
Vario 110 10,7 : 1 Pertamax / Shell Super / Performance 92
Vario 110 FI 9,2 : 1 Pertalite
Vario 110 FI eSP 9,5 : 1 Pertalite
Vario 125 FI eSP 11,0 : 1 Pertamax Plus / Shell V-Power / Performance 95
Vario 150 FI eSP 10,6 : 1 Pertamax / Shell Super / Performance 92
Vario Techno 110 FI 11 : 1 Pertamax Plus / Shell V-Power / Performance 95
Vario Techno 125 FI 11 : 1 Pertamax Plus / Shell V-Power / Performance 95
Verza 9,5 : 1 Pertalite
Win 9 : 1 Premium / Pertalite

Dampak Penggunaan Bahan Bakar Motor Honda Yang Tidak Pas

Apabila anda terus menggunakan bahan bakar yang tidak ideal maka ruang pembakaran pada motor anda akan lebih cepat kotor. Hal ini akan mengganggu performa motor anda yang juga berakibat pada usia motor anda.

Anda tentu boleh menggunakan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi daripada yang tertulis ditabel diatas. Sebagai contoh, Honda BeAT tertulis idealnya menggunakan Pertalite. Apabila anda mau menggunakan V-Power atau Pertamax Plus maka anda akan mendapatkan performa motor yang lebih baik lagi.