Apa Penyebab Knocking atau Ngelitik?

Pernahkah kamu merasakan sensasi ngelitik atau knocking ketika mengendarai mobil atau motor? Ya, mungkin kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah ini. Knocking biasanya terjadi ketika mesin mengeluarkan bunyi seperti ketukan atau dentuman, yang seringkali dianggap sebagai masalah yang cukup mengganggu. Namun, tahukah kamu bahwa ketika knocking dibiarkan begitu saja, itu dapat berdampak buruk pada kesehatan mesin kendaraanmu?

Bayangkan saja, jika kamu mengendarai mobil yang terus menerus berbunyi knocking tanpa melakukan tindakan apa pun, komponen mesin kendaraanmu dapat mengalami kerusakan dan bahkan mengalami kegagalan total. Tidak hanya itu, bunyi knocking juga dapat sangat mengganggu ketika kamu sedang dalam perjalanan jauh atau bahkan di dalam kota yang ramai.

Maka dari itu, jangan anggap sepele jika kamu mendengar knocking pada mesin kendaraanmu. Pastikan kamu segera membawa kendaraanmu ke bengkel terdekat untuk diperiksa dan diperbaiki sebelum kerusakan yang lebih serius terjadi. Ingatlah bahwa merawat mesin kendaraanmu adalah salah satu kunci untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dalam berkendara.

Pengertian Istilah Knocking pada Mesin

Munculnya suara ketukan pada bagian mesin ini bersumber pada ruang bakar. Pada saat pembakaran yang terjadi antara bahan bakar dan udara tidak sempurna maka akan menciptakan ledakan bola api.

Ledakan tersebut juga disertai dengan getaran. Abnormalnya pembakaran ini bisa terjadi ketika bahan bakar dan udara yang masuk mengalami pembakaran secara prematur bahkan sebelum busi memercik.

Kondisi yang terjadi ini disebut juga dengan misfire. Saat detonasi dini komponen internal mesin seperti stang piston dan piston akan menimbulkan getaran. Apabila Anda membiarkannya terjadi terus menerus, maka akan terjadi keausan pada bearing stang piston.

Pergerakan pada piston pun akan terganggu dan mesin tidak bekerja secara efisien kembali. Tidak heran ketika knocking terjadi dan dibiarkan, maka akselerasi mesin menurun.

Knocking adalah masalah serius yang tidak boleh dianggap sepele. Anda sebagai pemilik kendaraan harus segera mengenali apa yang menyebabkannya muncul.

Knocking tidak terjadi begitu saja, ada beberapa hal yang menyebabkan timbulnya suara ketukan dari dalam mesin. Penyebab ini juga bukan dari cara berkendara, melainkan perawatan mobil yang salah.

Kendaraan perlu perawatan agar komponen yang membangunnya bisa bekerja dengan lebih maksimal. Oli perlu diganti dan beberapa komponen lain juga perlu dibersihkan.

Penyebab terjadinya knocking pada mesin adalah karena beberapa hal yang dianggap sepele berikut ini.

Penggunaan Bahan Bakar dengan Oktan Rendah
Setiap kendaraan memiliki jenis bahan bakar yang disarankan. Anda bisa mengetahui jenis bahan bakar apa yang terbaik sesuai mesin kendaraan pada bagian tutup tangki bensin.

Kendaraan di Indonesia biasanya disarankan menggunakan bahan bakar dengan oktan 90 ke atas, contohnya saja pertamax. Anda mungkin telah menggunakan bahan bakar dengan oktan rendah supaya lebih menghemat kantong.

Uang bisa dihemat pada awal-awal penggunaan kendaraan, namun jika knocking adalah masalah yang mulai muncul dan terjadi berkelanjutan, pengeluaran justru semakin banyak. Mobil mungkin perlu bolak balik bengkel untuk diservis dan diperbaiki.

Belum lagi jika salah satu komponen sudah mengalami kerusakan, maka Anda harus mengganti dengan yang baru. Setiap mesin mobil memiliki rasio kompresi yang berbeda-beda.

Contoh mesin dengan kompresi 10:1 maka perlu bahan bakar oktan 92. Ketika Anda menggunakan BBM oktan rendah, maka akan menimbulkan temperatur dan kompresi di ruang bakar meningkat.

Nilai oktan tersebut berfungsi untuk menilai kemampuannya dalam menahan tekanan sehingga tidak terjadi ledakan berlebih pada ruang bakar. Cara mengatasinya adalah Anda harus menggunakan BBM sesuai dengan oktan yang dianjurkan sejak awal.

  • Banyaknya Endapan Karbon pada Ruang Bakar 

Knocking adalah permasalahan yang terjadi akibat kesalahan penggunaan bahan bakar dan erat kaitannya pada munculnya deposit atau endapan karbon. Setiap pembakaran yang berlangsung akan menciptakan sisa atau deposit.

Deposit ini akan mengendap pada ruang bakar, jika sudah menumpuk akan membuat volume ruang bakar berkurang. Kompresi mesin pun akan meningkat dan meskipun sudah menggunakan bahan bakar yang oktannya sesuai, tetap akan menimbulkan knocking.

Endapan karbon juga akan bekerja sebagai sumber panas, sehingga saat bahan bakar bercampur udara masuk akan lebih cepat terbakar sendiri. Meskipun pada saat itu busi belum memercikkan api.

Apabila masalah endapan karbon ini tidak segera diatasi, bukan hanya soal knocking saja yang muncul. Mesin juga lebih cepat panas sampai mengalami overheat. Cara mengatasinya adalah dengan membersihkan ruang bakar secara rutin.

Apalagi jika baru saja membeli mobil bekas dan tidak tahu apa bahan bakar yang digunakan sebelumnya. Jadi lebih aman jika sebelum mengganti ke BBM yang tepat, bersihkan dahulu area ruang bakar.

  • Penggunaan Busi yang Tidak Tepat

Peranan busi pada sebuah kendaraan sangatlah besar. Busi tidak hanya memercikkan api tetapi juga mengontrol lingkungan pada internal mesin. Sehingga busi akan bekerja dengan kondisi yang presisi.

Pada saat penggunaan busi tidak tepat, misalnya Anda ingin menghemat biaya yang sebenarnya tidak seberapa. Busi yang tidak sesuai dengan anjuran pabrik akan menghasilkan percikan api yang terlalu kecil.

Percikan api yang tidak standar akan berakibat pada proses pembakaran tidak sempurna. Sisa karbon pun akan lebih cepat terbentuk sehingga dapat menempel pada dinding ruang bakar serta katup.

Jika hal ini terjadi akan lebih baik untuk Anda mengganti busi sesuai dengan anjuran dari pabrik atau jenis yang standar. Sebaiknya Anda mengganti busi sesuai dengan saran dari pabrikan agar pengapian bisa berjalan lebih sempurna.

  • Suplai Bahan Bakar dan Udara Tidak Sesuai Standar 

Karburator yang berfungsi untuk mengatur suplai bahan bakar serta udara ini membutuhkan pengaturan secara khusus. Pengaturan yang dibutuhkan pun standar sesuai dengan jenis mesin.

Pada saat pengaturannya tidak standar, maka membuat suplai bahan bakar serta udara bisa saja berlebih atau justru kurang. Hal ini menyebabkan pembakaran yang terjadi tidak sempurna.

Berbeda dengan kendaraan yang menggunakan electronic fuel injection. Maka suplai bahan bakar dan udara yang tidak sempurna disebabkan oleh kerusakan di sensor Manifold Air Pressure (MAP).

Mobil yang bekerja dengan pembacaan sensor ini bisa saja terjadi error sehingga ECU mengatur ulang pengapian mesin dan memperbanyak debit BBM. Apabila terjadi kerusakan pada MAP, Anda hanya perlu mengganti sensor rusak dengan yang baru.

Knocking adalah permasalahan pada kendaraan yang tidak boleh dianggap sepele. Ketika suara ketukan muncul pertama kali, sebaiknya segeralah untuk pergi ke bengkel Suzuki resmi. Sumber knocking akan langsung cek dan bisa diperbaiki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *