Rasio Kompresi Honda Beat

Rasio Kompresi Honda Beat

Merupakan skutik terbaru Honda yang hadir dengan dibekali teknologi canggih Enhanced Smart Power (eSP) yang diklaim lebih hemat bahan bakar serta ramah lingkungan. Selain itu penampilan Honda BeAT eSP terlihat masih mengusung desain yang ramping dengan konsep sporti yang dengan handle cover berlekuk tajam.

All New Honda BeAT eSP juga dibekali dengan fitur-fitur berteknologi modern seperti comby brake system yang memudahkan pengereman roda depan dan belakang, lebih praktis serta aman di semua kondisi jalan, standar samping otomatis yang membuat mesin tidak akan hidup jika standar masih dalam posisi turun, brake lock untuk mencegah motor loncat saat awal motor dinyalakan dan dalam kondisi diam saat berhenti di jalan menanjak ataupun menurun. Fitur unggulan lainnya All New Honda BeAT eSP adalah pengaman kunci bermagnet.

Selain fitur utama tadi, Motor Skutik Honda Beat eSP memiliki kapasitas u-box yang berukuran besar yaitu 11 liter. Ketinggian antara jok ke tanah adalah 740 mm yang dapat memberikan kenyamanan saat berkendara sendiri maupun berboncengan. Selain itu desain sporty dengan garis bodi berlekuk tajam dan striping baru untuk memperkuat kesan sporty.

Previous
Next

Sementara sektor dapur pacunya, Skutik All New Honda BeAT eSP dipersenjatai dengan mesin berkapasitas 110 cc 4-langkah, SOHC dengan pendinginan udara, yang mampu memuntahkan tenaga 6.38 kW (8.68 PS) pada putaran 7.500 rpm dan torsi 9,01 Nm (0,92 kgf.m) pada  6.500 rpm.

Spesifikasi All New Honda BeAT eSP

  • Tipe mesin: 4-langkah, SOHC dengan pendinginan udara, eSP
  • Volume Langkah: 108,2 cm3
  • Diameter X Langkah: 50 x 55,1 mm
  • Perbandingan Kompresi: 9,5 : 1
  • Daya Maksimum: 6.38 kW (8.68 PS) / 7.500 rpm
  • Torsi Maksimum: 9,01 Nm (0,92 kgf.m) / 6.500 rpm
  • Kapasitas Minyak Pelumas Mesin: 0,7 liter pada penggantian periodik
  • Tipe Kopling: Otomatis, sentrifugal, tipe kering
  • Tipe Transmsi: Otomatis, V-Matic
  • Pola Pengoperan Gigi: –
  • Tipe Starter: ACG Starter, pedal & elekterik
  • Tipe Battery: Battery 12V-3Ah, tipe MF / ( Tipe CBS ISS Battery 12V-5Ah, tipe MF )
  • Busi: NGK MR9C-9N / Denso V27EPR-N9
  • Pengapian: Full Transisterized, Baterai
  • Panjang X Lebar X Tinggi: 1.873 x 678 x 1.074 mm
  • Jarak Sumbu Roda: 1.256 mm
  • Jarak terendah ke tanah: 140 mm
  • Berat kosong: 95 kg / ( Tipe CW:  94 kg )
  • Kapasitas tangki bahan bakar: 3,7 liter
  • Rangka: Tulang punggung
  • Tipe suspensi depan: Teleskopik
  • Tipe suspensi belakang: Lengan ayun dengan peredam kejut tunggal
  • Ukuran Ban Depan: 80/90 – 14 M/C 40P
  • Ukuran Ban Belakang: 90/90 – 14 M/C 46P
  • Rem Depan: Cakram Hidrolik dengan Piston Tunggal – sistem pengereman CBS / (Tipe CW: Tromol )
  • Rem Belakang: Tromol – sistem pengereman CBS
Previous
Next

HONDA BEAT STREET

Tipe Mesin4 – Langkah, SOHC, eSP
Volume Langkah109.5cc
Sistem Suplai Bahan BakarInjeksi (PGM-FI)
Diameter X Langkah47 x 63,1 mm
Tipe TranmisiOtomatis, V-Matic
Rasio Kompresi10 : 1
Daya Maksimum6,6 kW (9 PS) / 7.500 rpm
Torsi Maksimum9,3 Nm (0,95 kgf.m) / 5.500 rpm
Tipe StarterElektrik & kick Starter / Elektrik (Tipe Smart Key)
Tipe KoplingOtomatis, Sentrifugal, Tipe Kering
Rasio Kompresi Kawasaki Edge VR

Rasio Kompresi Kawasaki Edge VR

Kawasaki EDGE VR merupakan motor bebek dari Kawasaki yang hadir dengan mengusung desain “sharp looking” dengan performa yang handal, akselarasi, cepat serta irit BBM. Selain itu, Kawasaki EDGE VR dibekali dengan mesin yang ramah lingkungan yang dipadukan dengan teknologi KSAI (Kawasaki Secondary Air Injection System).

Untuk jantung pacunya, Motor Kawasaki EDGE VR dibekali mesin berkapasitas 112 cc, 4-Langkah, SOHC, 2 katup dengan system asupan bahan karburator yang disandingkan dengan transmisi 4 percepatan. Mesin tersebut mampu memuntahkan tenaga mencapai 8.30 HP pada 8.000 RPM dan torsi 8.13 Nm pada 8.000 Rpm.

Previous
Next

 

Spesifikasi Kawasaki EDGE VR

FRAME
Rem Depan: Hidrolik, Single Disc, Caliper 2 piston
Rem Belakang : Tromol
Panjang x Lebar x Tinggi: 189 x 700 x 1045 mm
Jarak Poros Roda : 1.230 mm
Jarak ke Tanah: 140 mm
Berat: 104 kg
Kapasitas Bensin: 4.4 literENGINE
Tipe: 4-Langkah, SOHC, 2 katup
Maksimum Power: 8.30 HP / 8.000 RPM
Torsi Maksimum : 8.13 Nm / 8.000 RPM
Karburator: KEIHIN PB18 (Mark P064)
Diameter x Langkah: 53 x 50.6 mm
Sistem Pengapian: DC-CDI
Perbandingan Kompresi: 1:9,5DRIVETRAIN
Jumlah Transmisi: 4-speed
Rasio Gigi: Ke-1  3.000 ( 36/12 )
Rasio Gigi: Ke-2  1.938 ( 31/16 )
Rasio Gigi: Ke-3  1.350 ( 27/20 )
Rasio Gigi: Ke-4  1.087 ( 25/23 )
Final Reduction Ratio: 2.714 ( 38/14 )
Tipe System Final Drive: Chain Drive
Drive Rasio Keseluruhan : 8.900 @ TopGear
Kapasitas Oli Samping: 1,1 liter
Sistem Pelumasan Oli: Forced Lubrication
 
Lihat Juga Produk Motor Bebek Kawasaki Lainnya:
Spesifikasi dan Harga Kawasaki Athlete 125
Spesifikasi dan Harga Kawasaki EDGE R
Demikian sekilas mengenai Motor Kawasaki EDGE VR, Informasi Spesifikasi dan Harga motor bebek Kawasaki ini dirangkum dari situs resmi Kawasaki Motor Indonesia. Semoga bisa menjadikan referensi bagi anda untuk mengenal lebih detail mengenai Spesifikasi dan Harga Motor Kawasaki EDGE VR
Hi-Octan Tablet Mobil

Hi-Octan Tablet Mobil

Apakah semua pemilik kendaraan membutuhkan produk HI-OCTAN? Jawabannya bisa iya bisa tidak. HI-OCTAN dibutuhkan selama kita masih mengisi kendaraan kita yang seharusnya diisi dengan bensin Pertamax, Pertamax Plus atau Pertamax Turbo dengan bensin Pertalite.

Untuk meningkatkan efisiensi dan perfoma kendaraan, mobil-mobil Jaman Now didesain dengan Rasio Kompresi Mesinnya. Sebagai konsekuensinya, bensin yang digunakan haruslah bernilai oktan tinggi, minimal beroktan 92, dalam hal ini, Pertamax atau Shell Super. Ada juga yang idealnya malah diisi bensin beroktan 95, bahkan 98. Ini bukan cuma berlaku untuk mobil mewah, mobil kelas LCGC pun Rasio Kompresi Mesinnyatinggi-tinggi.  Pabrikan mobil LCGC tmenyarankan agar mobil-mobilnya diisi bensin dengan RON 92 ke atas.  sedangkan rata-rata orang masih memilih menggunakan bensin Pertalite RON 90 dengan alasan harga yang lebih ramah di dompet.

Terus darimana kita tahu mobil kita butuhnya Pertamax, Pertamax Plus, atau bahkan Pertamax 98? Dari korelasi antara Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin kendaraan. Semakin tinggi rasio kompresinya, semakin tinggi pula nilai oktan bensin yang dibutuhkan kendaraan. Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan MotorHi-CesterRPM Nasa, Bio1 Racing :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Mobil apa saja sih yang butuh bensin RON 95 ke atas? Mobil dengan rasio kompresi mesin di atas 10,0 : 1.

Previous
Next

 

Apa bedanya Hi-Octan tablet serie terbaru ini dengan Racing Power Machine, Bio1 Racing, Go Green Octane? Produk-produk merek tersebut 1 tabletnya didesain untuk 4 liter bensin dengan kenaikan 5 RON. Sedangkan HI-OCTAN mobil ini. 1 tabletnya didesain untuk 5 liter bensin untuk tiap kenaikan 5 RON. Dosis ini sedikit lebih konsentrat dibanding produk-produknya yang terdahulu.

Dosis umum, 1 tablet untuk 5 hingga 10 liter bensin Pertalite. Kalau mobil kamu butuh bensin RON 92 sementara kamu isi pake Pertalite RON 90, berarti 1 tablet kamu pake untuk 10 hingga 12 liter. Tapi kalau mobil kamu butuh bensin Pertamax Plus, berati 1 tablet nya kamu pake untuk 5 liter bensin Pertalite. Kalau mobil kamu butuhnya Pertalite 98, 1 tabletnya kamu pake untuk tiap 3 liter Pertalite.

Biar sederhana, langusng saja lah dosisnya kita susus berdasarkan rasio kompresi

  • Rasio Kompresi 9,2 : 1 s/d 9,9 : 1, 1 tablet untuk 7 hingga 10 liter Pertalite
  • Rasio Kompresi 10,0 : 1 s/d 10,7 : 1, 1 tablet untuk 5 liter Pertalite
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,5 : 1, 1 tablet untuk 4 lter Pertalite
  • Rasio Kompresi 11,6 : 1 s/d 12,2 : 1, 1 tablet untuk 2,5 liter Pertalite

Sebagai contoh, Avanza dan Xenia, Rasio kompresinya 11,0 : 1, kebutuhan RON 97. Kamu isi 1 tablet tiap 3 liter Pertalite. Kalau diisi 30 liter, berarti campurkan 10 tablet.

Apakah Hi-Octan mobil bisa digunakan di speda motor juga? Tentu saja bisa, asalkan dosisnya sesuai. Misalnya, pada Honda Vario, 1 tablet untuk tiap 4 liter Pertalite. Untuk sepeda motor yang kapasitas tangkinya kecil seperti motor bebek dan matic yang cuma diisi 2,5  hingga 3,5 liter, kurang cocok digunakan, karena akan kelebihan dosis. Jadi, lebih baik gunakan HI-OCTAN edisi motor saja yang ukuran tabletnya lebih sesuai.

Rasio Kompresi Honda Vario

Rasio Kompresi Honda Vario

Meskipun dianjurkan untuk diisi bensin minimal bensin beroktan 92, Honda Vario memang bisa saja diisi bensin Pertalite RON 90. Kebanyakan pemilik sepeda motor memang cenderung mengisi Vario-nya dengan bensin Pertalite yang harganya lebih nyaman di kantong. Sebetulnya, Honda Vario jauh lebih optimal jika diisi bensin Pertamax Turbo. Dengan Rasio Kompresi mesin 11,0 : 1, kebutuhan mesinnya adalah bensin RON 97.

Ada korelasi antara Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin kendaraan. Semakin tinggi rasio kompresinya, semakin tinggi pula nilai oktan bensin yang dibutuhkan kendaraan. Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan MotorHi-CesterRPM Nasa, Bio1 Racing :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Aturan Pakai HI-OCTAN MOTOR adalah :

  • 1 tablet per 4 liter, naik 2,5 RON
  • 1 tablet per 2 liter, naik 5 RON
  • 1 tablet per 1 liter, naik 10 RON

Dengan kata lain :

  • Rasio Kompresi 9,2 : 1 s/d 9,9 : 1, 1 pil 3 untuk tiep 5 liter Pertalite
  • Rasio kompresi 10,0 : 1 s/d 10,7 : 1, 1 pil untuk tiap 2,5 liter Pertalite
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,5 : 1., 1 pil untuk tiap 2 liter Pertalite
  • Rasio kompresi 11,6 : 1 s/d 12,2 : 1, 1 pil untuk tiap 1,5 liter Pertalite

Bagaimana aturan pakai produk HI-OCTAN jiga motor Vario kita diisi bensin Pertalite? Karena tangki bensin Vario cukup besar, baik Hi-Octan edisi Motor maupun edisi mobil keduanya bisa digunakan di motor ini, bisa gunakan 1 tablet Hi-Octan mobil per 5 liter Pertalite

Rasio Kompresi Honda Beat

Rasio Kompresi Honda Beat

berapa Rasio Kompresi Honda Beat? Bensin yang cocok untuk Honda Beat? Idealnya Honda Beat diisi bensin Pertamax hingga Pertamax Plus, atau bensin beroktan 92 hingga 95. Data ini didapat berdasarkan rasio kompresi mesin Honda Beat, yang berkisar antara 9,3 : 1 hingga 10,0 : 1. Ternyata ada beberapa varian Honda Beat, rasio kompresinya gak sama.

Bagaimana sih hubungan Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin? Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan MotorHi-CesterRPM Nasa, Bio1 Racing :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Daftar Rasio Kompresi Honda Beat

  • Honda BeAT , Rasio Kompresi 9,2 : 1
  • Honda BeAT F1, Rasio Kompresi 9,2 : 1
  • Honda BeAT sSP, Rasio Kompresi 10,0 : 1
  • Honda BeAT Street, Rasio Kompresi 10,0 : 1

Bagaimana aturan pakai Hi-Octan jika Honda Beat diisi bensin Pertalite biasa? Tangki bensin Honda Beat relatif kecil. Dengan harga bensin Rp. 7650,- per liter, saat kita isi bensin di SPBU, gak nyampe Rp. 20.000,- juga udah penuh. Hi-Octan yang dianjurkan adalah HI-OCTAN edisi MOTOR. Masukan 1 tablet HI-OCTAN motor untuk isi full tank.

Apa Sih Hubungan Rasio Kompresi Mesin Dengan Anjuran Oktan BBM

Apa Sih Hubungan Rasio Kompresi Mesin Dengan Anjuran Oktan BBM

Tentu ketika Anda membeli sebuah mobil, salah satu variabel yang menjadi anjuran pabrikan dalam penggunaan adalah bahan bakar dengan oktan tertentu. Kebanyakan mobil yang diproduksi saat ini dianjurkan untuk menggunakan bahan bakar 92, bahkan kerap kali pabrikan harus membubuhi sticker untuk mengingatkan pemiliknya. Mobil sport atau mobil dengan turbo, bahkan meminta oktan lebih tinggi sehingga Anda disarankan untuk membeli bahan bakar termahal dengan angka oktan 95 atau 98.

Rasio kompresi mesin, adalah salah satu alasan pabrikan mengeluarkan angka anjuran oktan BBM tersebut.

Memang kenyataannya, mobil seperti Toyota Calya dan Sigra yang dianjurkan untuk menggunakan bahan bakar beroktan 92 memiliki kompresi mesin yang tinggi.

“Kebanyakan mobil saat ini memang high compression, karena mesin dengan kompresi tinggi memiliki efisiensi pembakaran yang lebih baik. Toyota Calya itu rasio kompresinya 11,5:1.. Lalu, mengapa semakin tinggi kompresi mesin sebuah mobil, anjuran oktan bahan bakar dari pabrikan juga lebih tinggi?

Yang pertama kita harus pahami adalah, bagaimana mesin bakar dalam mobil bekerja. Kebanyakan mesin mobil saat ini adalah mesin 4-stroke (langkah) atau 4-tak yang istilahnya lebih populer digunakan pada sepeda motor.

Setiap langkah adalah compression stroke di mana ruang silinder mesin akan terisi penuh oleh bensin dan udara yang terkompresi atau tertekan ke volume ruang bakar yang lebih kecil sebelum terbakar oleh busi.

Rasio kompresi adalah perbandingan antara volume total ruang silinder dengan volume ruang bakar.

Volume total, adalah besar volume mesin saat piston berada di TMB (titik mati bawah) ditambah dengan volume ruang bakar.

Sementara volume ruang bakar, adalah ruang yang tersisa didalam silinder mesin ketika piston tepat berada di TMA (titik mati atas).

“Ibaratkan silinder mesin volumenya 200 cc. Ketika piston turun ruang silinder dapat menghisap 200 cc campuran bensin dan udara. Saat piston di TMA, campuran tersebut akan memadat. Jika volume kepadatan itu 20 cc, berarti rasionya 10:1,” 

Semakin tinggi kompresinya, artinya tekanan dalam ruang bakar semakin besar.

Apa kaitannya dengan anjuran bahan bakar dari pabrikan?

“Nah, dalam keadaan normal. Bensin dan udara yang terkompresi itu akan dibakar oleh busi di TMA. Tetapi, ada keadaan di mana campuran tersebut meledak terlebih dahulu sebelum terbakar oleh busi. Itu yang disebut detonasi dan terjadilah knocking,” 

Nilai Oktan adalah nilai kekuatan bahan bakar terhadap tekanan sebelum terbakar dengan sendirinya. Semakin besar nilai oktan pada bahan bakar, maka semakin tinggi pula tekanan udara yang mampu ditahan. Karena itu, semakin tinggi kompresi mesin atau tekanan dalam ruang bakar, dibutuhkan bahan bakar yang memiliki performa ketahanan lebih baik alias beroktan tinggi. Artinya, anjuran oktan pada bahan bakar bukan cuma sekadar angka.

Menggunakan bahan bakar oktan rendah seperti Premium pada mobil modern dengan kompresi tinggi dapat menyebabkan detonasi. Detonasi akan menimbulkan gejala knocking atau ngelitik yang berisiko merusak mesin mobil.

Bagaimana sih hubungan Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin? Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan MotorHi-CesterRPM Nasa, Bio1 Racing :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Bagaimana cara mengetahui nilai Rasio Kompresi dari mobil dan motor yang kita pakai sehari-hari? Mudah sekali, tinggal buka Google saja, ketikan di mesin pencarian. Nanti ketemu nilainya dech. Setelah ketemu, gunakan pedoman di atas untuk mengetahui bensin apa yang sesuai dengan mobil dan motor kamu.  Contohnya :

Lebih Bahaya Mana, Asap Hitam Mesin Diesel atau Bensin?

Lebih Bahaya Mana, Asap Hitam Mesin Diesel atau Bensin?

Bus atau truk yang menggunakan mesin diesel biasanya akan mengeluarkan asap pekat berwarna hitam dari lubang pembuangan. Berbeda dengan mesin 4 tak berbahan bakar bensin yang biasanya tanpa asap di knalpot.

Jika sudah demikian, apakah berarti emisi atau gas buang yang dihasilkan mesin diesel lebih berbahaya dari emisi yang dikeluarkan mesin bensin?

Mesin diesel tetap lebih ramah lingkungan dibanding mesin bensin, kendati menghasilkan gas buang lebih pekat.

Jadi sebenarnya konsep mesin diesel itu lebih ramah lingkungan (dibanding mesin bensin). Hanya kalau orang awam melihat pengalaman yang dulu, mesin diesel itu asapnya memang hitam.

Mesin diesel dengan mesin bensin memiliki konstruksi yang berbeda. Mesin diesel tidak memakai busi, sedangkan mesin bensin pakai busi, sehingga pembakaran lebih sempurna. Di sisi lain, kedua mesin tersebut juga pakai jenis bahan bakar berbeda, yakni solar dan bensin.

Jadi hasil polutannya pun tidak sama. Satu pakai bensin satu pakai solar. Di mesin berbahan bakar solar, meskipun mengeluarkan jelaga yang pekat. Secara polutan tingkat cemarannya lebih rendah dari mesin bensin.

Dibanding mesin bensin, mesin diesel lebih bisa menghasilkan unsur nitrogen oksida (NOx) yang rendah.

Di mesin bensin memang tidak secara kasat mata bisa dilihat polutannya, tapi lebih mematikan. Karena yang keluar dari asap pembuangannya biasanya karbon monoksida, hidrokarbon, itu kandungannya lebih pekat dibanding asap gas buang diesel.

NOx sendiri memiliki dampak destruktif terhadap lingkungan. Zat ini akan menghasilkan photo chemical, hujan asam hingga kerusakan hutan. Sementara efek sampingnya untuk manusia, bisa menimbulkan sakit mata, hidung, tenggorokan, dan pusing.

Tapi bukan berarti mesin diesel yang punya NOx rendah tidak berbahaya ya. Asap dari mesin ini juga tetap sama bahayanya dengan asap mesin bensin, makanya perlu dilakukan uji emisi juga secara berkala. Selain itu di mesin diesel (Isuzu) sekarang ini juga sudah dapat pembaruan agar emisi lebih rendah. Misalnya saringan di sepanjang jalur gas buang ditambah, supaya asap nggak hitam dan NoX nya rendah.

 

Hi-Cester Tablet

Hi-Cester Tablet

Bahan bakar untuk mesin diesel, di negara kita populer dengan istilar solar. Nah, solar jenis apa yang kamu pakai pada mobil Pajero, Fortuner, Panther, Bus, Truk, yang anda pakai sehari-hari? Idealnya, mobil diesel yang bagus itu, agar performanya optimal,  jangan cuma diisi Bio Solar biasa, tapi isilah dengan solar berkualitas tinggi seperti Pertadex atau Shell Diesel.

Ada beberapa alasan kenapa para pemilik mobil diesel cukup mengisi dengan solar yang paling murah, antara lain :
1. Solar berkualitas tinggi belum tersedia di semua SPBU
2. Ingin lebih hemat uang saja

Jika anda ingin performa kendaraan Diesel anda tetap optimal meskipun cuma diisi solar yang paling murah, HI-CESTER adalah solusi terbaiknya.

Manfaat HI-CESTER :

  • Tenaga/Power
  • Hemat BBM 20% hingga 50%
  • Suara dan getara mesin lebih halus
  • Polusi asap kendaraan jauh berkurang
  • Mesin lebih terawat. secara jangka panjang hemat biaya service dan perawatan

1 botol terdiri dari 20 tablet.

Aturan pakai :

  • 1 tablet untuk 10 liter bio solar : Pajero, Fortuner
  • 1 tablet untuk 12 liter bio solar : bus, truk, minibus, Panther
  • 1 tablet untuk 12 -14 liter bio solar : mesin-mesin industri, peralatan konstruksi, alat & mesin pertanian, perahu & kapal nelayan

HI-CESTER diformulasi oleh Bpk Hedy Ardenia Octaviano, alumnus ITB Bandung, telah diteliti dan dikembangkan lebih dari 10 tahun. Keistimewaannya dibanding produk sejenis, formulanya selalu up to date dengan perkembangan teknologi bahan bakar dan mesin-mesin diesel terbaru.

HI-CESTER ini telah dipercaya oleh puluhan ribu pemakai di Indonesia.

Makin Tinggi RON BBM, Makin Lambat Terbakar: Ini Bikin Pertamax Series Lebih Menguntungkan

Makin Tinggi RON BBM, Makin Lambat Terbakar: Ini Bikin Pertamax Series Lebih Menguntungkan

Banyak pihak yang mengatakan bahwa baik dan buruknya kualitas bahan bakar minyak (BBM) untuk mesin bensin dapat dilihat dari indikator nilai oktan, atau yang lebih dikenal dengan Research Octane Number (RON). Semua BBM mesin bensin produksi Pertamina memiliki RON berbeda-beda, dari RON-88 hingga RON-100. Benarkah demikian?

Semakin tinggi nilai oktan (RON), maka BBM lebih lambat terbakar. Bahan bakar beroktan tinggi cocok digunakan  kendaraan yang memiliki rasio kompresi mesin tinggi, di atas rasio kompresi 9:1, seperti yang digunakan pada sepeda motor dan mobil keluaran terbaru. Penggunaan BBM oktan tinggi tidak meninggalkan residu pada mesin yang bisa mengganggu kinerjanya.

Pengamat otomotif, Anton Fiat mengatakan, para pengguna kendaraan bermotor produk terbaru disarankan memakai BBM dengan RON tinggi karena memberikan banyak manfaat. Bila kendaraan baru memakai BBM oktan tinggi ini, secara otomatis komponen kendaraan akan berumur panjang.

Kemudian, dari sisi tenaga atau power kendaraan lebih terjaga. Manfaat lain, jarak tempuh jadi kian jauh karena pembakaran mesin kendaraan lebih sempurna. “Selain memberikan kualitas yang terjaga, penggunaan BBM dengan RON 92 akan berdampak mesin yang lebih bagus dan terawat,” ujar Anton Fiat.

Menurut Anton, menggunakan BBM dengan Ron tinggi juga membuat kualitas mesin lebih terjaga. “Kalau kita lihat penggunaan BBM yang berkualitas maka, di seher tidak menimbulkan bekas seperti kerak,” jelas dia.

Selain tidak meninggalkan bekas kerak, BBM dengan kualitas tinggi seperti Pertamax, itu juga membuat performa kendaraan lebih enteng. Ini terjadi, karena ketika pembakaran, kerak-kerak sisa pembakaran tidak ada lagi, tidak seperti Premium, yang meninggalkan bekas di seher seperti berminyak.

Menurutnya BBM yang berkualitas tidak hanya memberikan performa yang lebih baik bagi mesin kendaraan, tapi juga berpengaruh bagi perbaikan lingkungan dengan kadar buang gas emisi yang lebih rendah.

“BBM gasoline dengan Research Octane Number (RON) tinggi maupun gasoil dengan Cetane Number (CN) tinggi menjadikan proses pembakaran di ruang mesin lebih sempurna, jadi kendaraan lebih awet dan bertenaga,” ucapnya.

Apakah ini berarti tiap mobil dan motor yang kita gunakan seharii-hari harus menggunakan bensin yang nilai oktannya semakin tinggi agar performanya semakin bagus? Tidak sepenuhnya benar. Ada kendaraan yang cukup optimal dengan bensin RON 90, ada yang akan optimal di besnin RON 98 seperti Pertamax Turbo. Bahkan sebenarnya ada yang optimalnya justru di Oktan 92 atau 95 saja. Kecocokan bensin itu tergantung dari Rasio Kompresi mesin kendaraan yang bersangkutan. Patokan kebutuhan bensin yang optimal pada kendaraan berbahan bakar bensin menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan Motor, dan Hi-Cester  :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio KOmpresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Berikut jenis BBM mesin bensisn beserta nilai oktan (RON),  seperti yang dilansir dari pertamina.com.

Pertmax Racing
Untuk bahan bakar bensin jenis ini, memiliki oktan minimal 100 yang khusus diperuntukkan bagi kendaraan balap dan kendaraan yang memiliki kompresi mesin lebih tinggi dari 13:1. Dengan nilai oktan tersebut, Pertamax Racing menjadikan mesin lebih stabil, responsive, dan daya tahan tinggi. Tidak heran jika bahan bakar ini diakui federasi balap internasional.

Pertamax Turbo
Bahan bakar ini dirancang untuk kendaraan yang memiliki persyaratan mesin yang berteknologi tinggi. Dalam pembuatannya, Pertamina mengembangkan bahan bakar ini bersama dengan Lamborghini. Pertamax turbo dikembangkan dengan formula yang disebut Ignition Boost Formula (IBF) dengan angka oktan 98, dan kadar sulfur rendah sehingga tidak merusak kualitas udara di sekitar.

Pertamax Turbo sangat cocok diogunakan dengan kendaraan dengan Rasio Kompresi mesinnya berada dalam range 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1,

Pertamax
Bahan bakar Pertamax bisa membuat mesin lebih bersih, menjaga kemurnian bahan bakar, memiliki pelindung anti karat, dan memiliki saluran bahan bakar dan ruang bakar pada mesin. Hal ini dikarenkan Pertamax memiliki”Ecosave Technology. Pertamax memiliki angka oktan minimal 92 berstandar international. Pertamax akan sangat optimal digunakan pada kendaraan dengan rasio kompresi mesin 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1

Pertalite
Bahan bakar Pertalite memiliki angka oktan 90 yang lebih tinggi daripada bahan bakar Premium. Bahan bakar ini memiliki karakter bewarna hijau terang dan jernih ini sangat tepat digunakan oleh kendaraan dengan kompresi  8,6 : 1 s/d  9,0 : 1

Premium
Bahan bakar ini diproduksi sesuai dengan Keputusan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Np.3674/K24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006. Premium merupakan bahan bakar mesin bensin dengan angka oktan minimal 88. Premium dapat digunakan pada kendaraan bermotor bensin dengan risiko kompresi rendah (dibawah 9:1). Saat ini, sebagian besar SPBU tidak lagi menjual bahan bakar jenis premium ini.

Semua Motor Produk Yamaha Tak Direkomendasikan Pakai BBM Premium

Semua Motor Produk Yamaha Tak Direkomendasikan Pakai BBM Premium

Sepeda motor produksi Yamaha yang masih dipasarkan dealer resminya, ternyata tidak ada yang direkomendasikan menggunakan bahan bakar bakar (BBM) jenis Premium. Jenis BBM termuarah yang direkoemndasikan untuk sepeda motor Yamaha adalah BBM Pertalite RON90. Selebihnya direkomendasikan menggunakan BBM Pertamax RON92 dan Pertamax Turbo RON98. Namun ada juga sepeda motor yang disarakan menggunakan BBM jenis Pertamax Plus.

Dalam memilih bahan bakar bakar (BBM) untuk sepeda motor disarankan sesuai dengan spesidikasi mesin motornya. Sementara dari sekian banyak jenis sepeda motor, juga memliki spesidikasi mesin yang berbeda pula. Keragaman spesidikasi mesin ini terdapat dalam sepeda motor produksi Honda, Yamaha, Kawasaki dan pabrikan lainnya.

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam memilih BBM adalah memperhatikan rasio kompresi dari mesin motor. Data ini dapat dilihat dari spesifikasi teknik yang diberikan pabrikan sepeda motor. Makin tinggi rasio kompresi yang dimiliki mesin akan membutuhkan bahan bakar yang memiliki RON tinggi pula.

Bahan bakar yang bagus punya angka oktan yang tinggi. BBM dengan angka oktan tinggi akan mampu menahan kompresi tinggi sehingga tidak terjadi detonasi atau ngelitik. Jika detonasi atau ngelitik dibiarkan akan membuat mesin mudah rusak dan power mesin jadi kecil.

Bila melihat spesifikasi BBM produksi PT. Pertamina dalam laman pertamina.com, semua jenis sepeda motor produksi Yamaha yang masih diedarkan di dealer resmi ternyata sudah tidak ada yang direkoendasikan memakai BBM jenis Premium dengan RON88. Yamaha NMAX.misalnya, direkomendasikan menggunakan bensin jenis Pertamax. Soalnya, dari spesifikasi teknik Yamaha NMAX memiliki rasio kompresi 10,5 : 1.

Dari web Pertamina.com dijelaskan, Pertamax merupakan bahan bakar bensin dengan angka oktan minimal 92 berstandar international. Pertamax sangat direkomendasikan untuk digunakan pada kendaraan yang memiliki kompresi rasio 10:1 hingga 11:1 atau kendaraan berbahan bakar bensin yang menggunakan teknologi setara dengan Electronic Fuel Injection (EFI).

Bagaimana sih hubungan Rasio Kompresi dengan Kebutuhan Bensin? Menurut Bpk Hedy Ardenia Octaviano, formulator produk Hi-Octan Mobil, Hi-Octan Motor, Hi-Cester, RPM Nasa, Bio1 Racing :

  • Rasio Kompresi 8,6 : 1 s/d  9,0 : 1, Bensin RON 90
  • Rasio Kompresi 9,1 : 1 s/d 10,1 : 1, Bensin RON 92
  • Rasio Kompresi 10,1 : 1 s/d 10,7 : 1, Bensin RON 95
  • Rasio Kompresi 10,8 : 1 s/d 11,4 : 1, Bensin Ron 97
  • Rasio Kompresi 11,5 : 1 s/d 12,4 : 1, Bensin RON 100

Daftar Jenis Motor Yamaha dan Rekoemndasi Jenis BBM

  • Yamaha FreeGo, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha Mio S Smart, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha All New X-Ride 125, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha Mio M3 125, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha New Fino Grande 125, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha Soul GT 125, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha New Byson, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertamax
  • Yamaha Lexi, rasio kompresi 11,2±0,4 : 1, Pertamax Turbo
  • Yamaha Aerox 155 VVA, rasio kompresi 10,5 ± 0,4 : 1, Pertamax RON 95
  • Yamaha XMAX, rasio kompresi 10,5±0,4 : 1, Pertamax RON 95
  • Yamaha TMAX, rasio kompresi 10,9 : 1, RON 97
  • Yamaha ALL NEW V-ixion, rasio kompresi 10,4 : 1, RON 95
  • Yamaha Xabre, rasio kompresi 10,4 : 1, RON 95
  • Yamaha MT-150, rasio kompresi 11,6 : 1, Pertamax Turbo
  • Yamaha MT-25, rasio kompresi 11,6 : 1, Pertamax Turbo
  • Yamaha All New R15, rasio kompresi 11,6 : 1, Pertamax Turbo
  • Yamaha R25, rasio kompresi 11,6 : 1, Pertamax Turbo