Bahan Bakar Bensin

Konsep Bahan Bakar Bensin

Research Octane Number Dan Harga Bensin

Walaupun secara teknis nilai RON tidaklah banyak dipahami, namun mayoritas masyarakat Indonesia sangat mengenal nilai RON dan hubungannya dengan harga bensin. Marilah kita melihat harga jenis-jenis bensin yang berlaku secara resmi dan dijual di seluruh SPBU di Indonesia (terhitung bulan Mei 2015)

  • Premium RON 88 Rp. 7.600
  • Pertamax RON 92 Rp.
  • 8900 Pertamax Plus
  • RON 95 Rp. 9900

Semakin tinggi RON maka harga bensin selalu lebih mahal, karena memang dibutuhkan proses yang membutuhkan biaya untuk meningkatkan nilai RON dari suatu bensin. Pertanyaannya adalah : “Seberapa besar biaya untuk meningkatkan RON ?”

Mari kita lihat selisih antara bensin RON 88 dan RON 92. Dari data di atas kita dapat bahwa selisihnya adalah Rp. 1.400,00 sementara untuk selisih bensin RON 92 dan RON 95 adalah Rp. 1.050,00. Lalu sekarang bagaimana dengan bensin yang memiliki RON 100 ? Ternyata harga bensin dengan RON 100 adalah Rp. 42.000,00. Apabila kita lihat selisih antara RON 95 dan RON 100, ternyata selisih harganya adalah Rp. 32.150,00. Mengapa selisihnya bisa sebesar itu ? Apakah memang biaya menaikkan 5 RON dari RON 95 menjadi RON 100 semahal itu ? Apakah menaikkan nilai RON biayanya berbeda kalau nilai dasar RON nya berbeda walaupun peningkatan nilai RON nya sama?

RON (Research Octane Number) Dan CR (Rasio Kompresi Mesin)

Sebuah pertanyaan besar yang jarang sekali orang yang bisa menjawabnya, yaitu : “Secara aplikasi, sebenarnya apa sih fungsi RON ?”. Hal ini membawa kita pada pertanyaan selanjutnya, yaitu : “Semakin tinggi RON pada bensin yg dimasukkan ke tangki kendaraan kita, apakah pasti akan membuat kendaraan kita lebih terawat, performa terbaik dan penghematan paling tinggi ?”

Jawabannya adalah : “Tidak !”. Sebenarnya nilai RON memiliki hubungan keterikatan dengan nilai Rasio Kompresi Mesin (CR) pada kendaraan. Sebuah kendaraan yang memiliki nilai CR tertentu, akan membutuhkan bensin dengan nilai RON tertentu pula. Misal : Sebuah kendaraan dengan nilai CR 9,5 : 1 akan membutuhkan bensin dengan nilai RON 92, sementara kendaraan dengan nilai CR 10,5 : 1 akan membutuhkan bensin dengan nilai RON 96. Jadi satu nilai CR pada mesin kendaraan akan memiliki tepat satu nilai RON pada bensin.

Hanya saja, agak repot apabila harus menyediakan bensin dengan semua nilai RON. Bisa-bisa tiap SPBU akan punya belasan bahkan puluhan nozzle untuk menyediakan semua nilai RON. Karena itu biasanya penyediaan bensin disederhanakan dengan menggunakan range (jangkauan). Di Indonesia range nya dibuat seperti ini :

  • Kompresi Mesin Dibawah 9,0:1 Menggunakan RON 88
  • Kompresi Mesin 9,0 – 9,9:1 Menggunakan RON 92
  • Kompresi Mesin Diatas 10,0:1 Menggunakan RON 95

Sayangnya informasi ini jarang sekali diketahui oleh masyarakat Indonesia. Banyak yang beranggapan bahwa semakin mahal bensin, maka akan semakin baik untuk kendaraan. Padahal tidak demikian. Bensin yang paling baik adalah bensin yang paling cocok nilai RON nya dengan nilai CR kendaraan. Sebagai contoh : mobil Suzuki APV akan paling cocok apabila menggunakan bensin dengan RON 92, sementara mobil Toyota Rush akan paling cocok apabila menggunakan bensin dengan RON 95.