Bagaimana Aturan Kompresi dan RON Yang Sesuai Secara Minimal dan Maksimalnya ?

hi-octan-membuat-semua-kebutuhan-nilai-oktan-terpenuhi

Aturan dasarnya adalah bahwa 1 nilai RON memiliki pasangan tepat 1 nilai kompresi mesin. Nilai RON yang bertepatan dengan nilai kompresi mesin akan menghasilkan pembakaran yang paling sempurna dan efisiensi tertinggi. Itu artinya penghematan bahan bakar tertinggi pada bensin tersebut (walaupun sebenarnya penghematan tidak hanya tergantung pada nilai RON, tapi juga tergantung pada nilai MON serta jenis senyawa hidrokarbon pada bensin tersebut).

Permasalahannya adalah, merupakan hal yang sangat tidak efisien apabila setiap SPBU harus menyediakan bensin dengan semua nilai RON, misal : RON 88, 89, 90, 91, 92, 93, 94, 95, 96, 97, dst. Betapa besarnya ukuran SPBU dengan banyak nozzle yang akan menyulitkan dalam proses pengisian bensin maupun pengelolaan SPBU tersebut. Solusi yang diambil adalah disediakan hanya beberapa nilai RON saja yang dianggap bisa mewakili semua nilai kompresi mesin pada kendaraan. Artinya nilai RON tersebut dinilai masih cukup efisien mendekati pembakaran sempurna apabila digunakan pada berbagai jenis kompresi mesin. Atas dasar itulah maka dikenal rumus seperti di bawah ini  :

  • RON 88   untuk kompresi mesin antara 8,1:1 s/d 8,5:1
  • RON 90   untuk kompresi mesin antara 8,6:1 s/d 9,2:1
  • RON 92   untuk kompresi mesin antara 9,3:1 s/d 10,0:1
  • RON 95   untuk kompresi mesin antara 10,1:1 s/d 10.7:1
  • RON 97   untuk kompresi mesin antara 10,8:1 s/d 11,5:1
  • RON 100 untuk kompresi mesin antara 11,6:1 s/d 12,2:1

Dari daftar itu bisa kita dapat nilai kompresi minimal dan maksimal untuk RON tertentu. Misal  : Nilai kompresi mesin minimal untuk RON 92  adalah 9,3:1. Nilai kompresi mesin maksimal untuk RON 95 adalah 10,7:1, dst.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *